My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
/


__ADS_3

Keesokan hari nya sudah terlihat seorang gadis cantik yang sudah siap berangkat ke suatu tempat, dgn balutan rok serta kemeja yang ia kenakan, tapi naas itu semua sia-sia, saat suaminya tidak mengizinkan dia pergi


wajah ceriah nya seketika menjadi cemberut dan masam


Azam : "Hari ini kamu lebih baik ikut mas ke pesantren abah, sekalian di sana juga ada acara pengajiaan" ucap azam kepada zahra yang terduduk malas disofa


zahra : "Baiklah" ucap zahra pasrah dan tak bersemangat


azam : "sekarang kamu tunguh apa, buruan ganti baju" ucap azam lagi sambil melihat kearah zahra


zahra : "ga papa mas gini aja, pakaian zahra juga sopan dan longar" ucap zahra dgn nada lembut sambil tersenyum


Azam : "gantii!" ucap azam tegas dan raut muka datar


zahra yang mendapat pemaksaa dari azam hanya bersabar meghadapi azam yg selalu mau keinginannya di turuti tanpa di bantah


semntara azam yang melihat zahra masih duduk di sofa kesal, sambil menuju ke arah lemari pakaian


Azam : "Suka sekali sepertinya membantah printah suami," ucap azam sinis. "Kemari biarr saya yang memilih baju untuk mu" ucap azam seraya membuka lemari bawah bagian kiri


zahra yang melihat azam ingin membuka lemari bawah bagian kiri pasal nya di lemari bagian kiri itu tempat pakaian dalam zahra


zahra : "Mas ja...jangannn" ucap zahra, tapi sudah keburu azam membuka dan melihat nya, zahra hanya menunduk malu


sementara azam menatap nya dgn tajam kemudian, dgn refleks menutup lemari itu, zahra pun mendekat


Zahra : "Mas ngapaiin, biar zahra saja" ucap zahra dgn sedikit menggeser tubuh azam dari balik lemari tersebut


azam pun jadi salah tingkah,


Azam : "Mas tunguh di bawah" ucap azam dan langsung pergi, sementara zaahra masih setia melihat azam pergi dari kamar


beberapa saat kemudian, zahra turun dari lantai atas dgn mengunakan balutan gamis yang tidak begitu besar, sehinga cocok di tubuh mungil nya itu, mata azam pun tak mampu berpaling melihat sang istri nya yang sangat cantik, dan sempurna itu


"Masya allah istriku, cantik sekali suamimu ini orang paling beruntung bisa mendpaatakan istri seperti diri mu_batin azam dalam diam"


zahra : "Mas ayo" ucap zahra membuyarr lamunan azam


azam : "eh iya." ucap azam gugup

__ADS_1


belum sempat zahra melangkah pergi azam meghentikannya


Azam : "sebentar" ucap azam sambil memegang tangan zahra


zahra : "iya mas" tanya zahra dgn polos


azam mendekat-dan semakin mendekat, semantara zahra bingung, azam mau apa, kini tangan azam sudah mendekat ke arah zahra


Zahra : "Ma..mas mau ngapaiin? kita kan mau pergi, jangan macam2 mas" ucap zahra waspadah


jantung zahra semakin tak beraturan, banyak fikiran negatif yang merasuki fikirannya saat ini


Kemudian tangan azam menarik kebawah kerudung yg zahra kenakan sehingga menutupi dada zahra


Azam : "Sekarang kamu istri dari seorang ustad, jadi kalo pake hijab harus menutup dada" ucao azamm dgn masih pokus merapikan kerudung zahra


zahra pun bernafas lega karna yang di fikirkannya tidak terjadi


Zahra : "iya maaf mas" ucap zahra lembut sambil tersenyum maniss


Azam : "Nah ini baru masya allah yang sesunguh nya, Cantik" ucap azam begitu saja" smabil tersenyum


zahra : "mas, tadi kamu bilang aku cantik, bener mas?" tanya zahra dgn wajah polos dan serius


azam yang merasa keceplosan menjadi salah tingkah


Azam : "Ayo pergi nanti terlambat" ucao azam dan langsung pergi meningalkan zahra


**


sampai lah mereka di depan gerbang pesantren yang menjulang tinggi itu, terlihat di post sana ada 3 satpam yang menjaga, dan melihat mobil yang di kendarai azam dan zahra


mereka langsung membuka pagar dan menyambut dgn ramah gus pesantren tersebut, mobil azam pun mulai masuk ke kawasan area parkir terlihat dgn jelas


pesantren yang begituh besar, megah, indah, serta luas tersebut, tak lupa di hiasi dinding yang berukir kaligrafi tersebut, sehingga menambah kesan keunikan tersendirinnya


para santri dan santriwati sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing, zahra hanya melihat nya dgn kagum


Zahra : "Masya allah, ini pesantren milik abah mas?" tanya zahra sambil melihat sekeliling

__ADS_1


azam : "Iya, ini semua abah yang ngurus dan di bantuh oleh beberapa ustad dan ustadzah, yang lain" ucap azam


azam pun berjalan menuju rumah sekaligus tempat khusus keluarga bahasanya di ndalem, zahra pun mengekor di belakang azam


banyak orang yang menyapa mereka termasuk santri wati yang sudah lama tidak melihat azam, dan ada pula yang bertanya2 siapa yang bersama azam


tanpa sengaja ada santri yang melihat zahra dgn tatapan tajam dan mencoba mengingat2, santriwan itu mendekat ke arah zahra dan azam


"zahra" ucap santri itu


seketika zahra dan azam menoleh bersamaan


Zahra : "farel" ucap zahra tak percaya


farel : "Apa kabar, sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap farel antusias


zahra : "Alhamdulillah baik rel, kamu sendiri?" tanya zahra


farel : "Baik juga, gimana kabar umi sama abi?" tanya farel kepada zahra


Sementara azam mulai mendekat, karna penasaran, melihat zahra begitu akrab dgn santri abahnya, apalagi saat farel memangil umi dan abi zahra


Zahra : "Alhamdulillah abi sama umi sehat" ucap zahra


farel tersenyum mendengar nya dan melihat azam yang mendekat farel pun menyapa dgn senyum terpamapang di wajah nya


Farel : "Ustad" ucap farel ramah


azam hanya senyum tipis


Azam : "Farel kamu kenal sama zahra?" tanya azan dgn serius


......................


like


vote


comment

__ADS_1


heppyy reading guys


__ADS_2