
Keesokan hari nya sudah terlihat seorang gadis cantik yang sudah siap berangkat ke suatu tempat, dgn balutan rok serta kemeja yang ia kenakan, tapi naas itu semua sia-sia, saat suaminya tidak mengizinkan dia pergi
wajah ceriah nya seketika menjadi cemberut dan masam
Azam : "Hari ini kamu lebih baik ikut mas ke pesantren abah, sekalian di sana juga ada acara pengajiaan" ucap azam kepada zahra yang terduduk malas disofa
zahra : "Baiklah" ucap zahra pasrah dan tak bersemangat
azam : "sekarang kamu tunguh apa, buruan ganti baju" ucap azam lagi sambil melihat kearah zahra
zahra : "ga papa mas gini aja, pakaian zahra juga sopan dan longar" ucap zahra dgn nada lembut sambil tersenyum
Azam : "gantii!" ucap azam tegas dan raut muka datar
zahra yang mendapat pemaksaa dari azam hanya bersabar meghadapi azam yg selalu mau keinginannya di turuti tanpa di bantah
semntara azam yang melihat zahra masih duduk di sofa kesal, sambil menuju ke arah lemari pakaian
Azam : "Suka sekali sepertinya membantah printah suami," ucap azam sinis. "Kemari biarr saya yang memilih baju untuk mu" ucap azam seraya membuka lemari bawah bagian kiri
zahra yang melihat azam ingin membuka lemari bawah bagian kiri pasal nya di lemari bagian kiri itu tempat pakaian dalam zahra
zahra : "Mas ja...jangannn" ucap zahra, tapi sudah keburu azam membuka dan melihat nya, zahra hanya menunduk malu
sementara azam menatap nya dgn tajam kemudian, dgn refleks menutup lemari itu, zahra pun mendekat
Zahra : "Mas ngapaiin, biar zahra saja" ucap zahra dgn sedikit menggeser tubuh azam dari balik lemari tersebut
azam pun jadi salah tingkah,
Azam : "Mas tunguh di bawah" ucap azam dan langsung pergi, sementara zaahra masih setia melihat azam pergi dari kamar
beberapa saat kemudian, zahra turun dari lantai atas dgn mengunakan balutan gamis yang tidak begitu besar, sehinga cocok di tubuh mungil nya itu, mata azam pun tak mampu berpaling melihat sang istri nya yang sangat cantik, dan sempurna itu
"Masya allah istriku, cantik sekali suamimu ini orang paling beruntung bisa mendpaatakan istri seperti diri mu_batin azam dalam diam"
zahra : "Mas ayo" ucap zahra membuyarr lamunan azam
azam : "eh iya." ucap azam gugup
__ADS_1
belum sempat zahra melangkah pergi azam meghentikannya
Azam : "sebentar" ucap azam sambil memegang tangan zahra
zahra : "iya mas" tanya zahra dgn polos
azam mendekat-dan semakin mendekat, semantara zahra bingung, azam mau apa, kini tangan azam sudah mendekat ke arah zahra
Zahra : "Ma..mas mau ngapaiin? kita kan mau pergi, jangan macam2 mas" ucap zahra waspadah
jantung zahra semakin tak beraturan, banyak fikiran negatif yang merasuki fikirannya saat ini
Kemudian tangan azam menarik kebawah kerudung yg zahra kenakan sehingga menutupi dada zahra
Azam : "Sekarang kamu istri dari seorang ustad, jadi kalo pake hijab harus menutup dada" ucao azamm dgn masih pokus merapikan kerudung zahra
zahra pun bernafas lega karna yang di fikirkannya tidak terjadi
Zahra : "iya maaf mas" ucap zahra lembut sambil tersenyum maniss
Azam : "Nah ini baru masya allah yang sesunguh nya, Cantik" ucap azam begitu saja" smabil tersenyum
zahra : "mas, tadi kamu bilang aku cantik, bener mas?" tanya zahra dgn wajah polos dan serius
azam yang merasa keceplosan menjadi salah tingkah
Azam : "Ayo pergi nanti terlambat" ucao azam dan langsung pergi meningalkan zahra
**
sampai lah mereka di depan gerbang pesantren yang menjulang tinggi itu, terlihat di post sana ada 3 satpam yang menjaga, dan melihat mobil yang di kendarai azam dan zahra
mereka langsung membuka pagar dan menyambut dgn ramah gus pesantren tersebut, mobil azam pun mulai masuk ke kawasan area parkir terlihat dgn jelas
pesantren yang begituh besar, megah, indah, serta luas tersebut, tak lupa di hiasi dinding yang berukir kaligrafi tersebut, sehingga menambah kesan keunikan tersendirinnya
para santri dan santriwati sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing, zahra hanya melihat nya dgn kagum
Zahra : "Masya allah, ini pesantren milik abah mas?" tanya zahra sambil melihat sekeliling
__ADS_1
azam : "Iya, ini semua abah yang ngurus dan di bantuh oleh beberapa ustad dan ustadzah, yang lain" ucap azam
azam pun berjalan menuju rumah sekaligus tempat khusus keluarga bahasanya di ndalem, zahra pun mengekor di belakang azam
banyak orang yang menyapa mereka termasuk santri wati yang sudah lama tidak melihat azam, dan ada pula yang bertanya2 siapa yang bersama azam
tanpa sengaja ada santri yang melihat zahra dgn tatapan tajam dan mencoba mengingat2, santriwan itu mendekat ke arah zahra dan azam
"zahra" ucap santri itu
seketika zahra dan azam menoleh bersamaan
Zahra : "farel" ucap zahra tak percaya
farel : "Apa kabar, sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap farel antusias
zahra : "Alhamdulillah baik rel, kamu sendiri?" tanya zahra
farel : "Baik juga, gimana kabar umi sama abi?" tanya farel kepada zahra
Sementara azam mulai mendekat, karna penasaran, melihat zahra begitu akrab dgn santri abahnya, apalagi saat farel memangil umi dan abi zahra
Zahra : "Alhamdulillah abi sama umi sehat" ucap zahra
farel tersenyum mendengar nya dan melihat azam yang mendekat farel pun menyapa dgn senyum terpamapang di wajah nya
Farel : "Ustad" ucap farel ramah
azam hanya senyum tipis
Azam : "Farel kamu kenal sama zahra?" tanya azan dgn serius
......................
like
vote
comment
__ADS_1
heppyy reading guys