
keesokan hari nya,
hari ini zahra akan menghadiri persidangan untuk menangani kasus klien nya itu, semntara azam pergi ke kantor nya
saat Lampu merah azam tak sengaja melihat fahri yang berada di samping mobil nya, semntara fahri tak menyadari itu
saat lampu sudah hijau fahri dgn cepat memajukan mobilnya, dan di ikuti oleh azam dari belakang
mobil fahri berhenti di sebuah restoran, yang sangat azam kenal, yaitu restoran milik zahra, azam hanya menatap fahri dgn tatapan tajam di dalam mobilnya
dan azam kembali tersenyum menyeringai, karna dia fikir fahri tidak akan bisa bertemu zahra karna zahra sedang berada di pengadilaan, sesaat kemudian senyum azam menjadi rasa kesal karna melihat zahra yg sedang menghampiri fahri
dgn cepat azam keluar dari mobil nya dan segera menghampiri zahra dan fahri
saat zahra mau duduk, tiba2 dgn posessif azam memeluk zahra, sontak itu membuat semua yang berada didalam restoran memblalak kaget, terutama zahra, dan fahri
fahri dgn kesal mencoba melepaskan tangan azam yang memeluk dgn erat zahra, dan zahra pun berusaha melepaskannya
Fahri : "Siapa kamu? lepaskn dia!" (ucap fahri dgn emosi)
perlahan azam melepaskan pelukannya kepada zahra,
Fahri : "berani sekali kamu main peluk2, kamu pikir kamu siapa haa?" (ucap fahri lagi, sambil menunjuk azam
azam hanya diam, dan sambil melepaskan topi, dan membuka maskernya
Azam : "Saya suaminnya" (ucap azam dgn tegas, dan sambil merangkul pundak zahra)
sementara zahra hanya memblalak kaget melihat, sekaligus mendengar perkataan azam
zahra : "ma...mas azam?" ucap zahra
orang di restoran pun tak kala heboh nya melihat azam, termasuk sepasang pasangan paruh baya yang duduk di samping sana
fahri : "eh..maksudnya, tunguh dulu, kamu jangan sembarang bicara, kamu ga tau siapa dia, dia bisa sjaa menuntut kamu atas tuduhan pelecehan, karna kamu sudah memeluk nya tanpa izin" ucap fahri yang masih kesal
__ADS_1
Azam : "Silakan" ucap nya tegas sambil mempererat rangkulaanya di pundak zahra
semntara zahra hanya Bergedik ngerii, karna dia tau betul kalo azam akan marah, bakal susah menenangkannya
Zahra : "sebaiknnya kita bicarakan baik2, ayo mas duduk" ucap zahra lembut menyuruh azam duduk
azam pun duduk sambil mengeser kursi nya agar lebih dekat dgn zahra, tak lupa dia memegang tangan zahra di atas meja. fahri yg melihat nya hanya menahan kesal, sedangkan azam tersenyum puasss
zahra pun ada rasa tak enak melihat semua orang menatapnya
Fahri : "zahra bisa kamu jelaskan apa maksud pria itu" ucap fahri sambil menatap azam
zahra menarik nafas pelan, dan menghembuskannya
Zahra : "Sebelum saya jelasin kalian lebih baik kenalan dulu" ucap zahra
Zahra : "Mas kenaliin, ini fahri, temen kuliah zahra pas di turki, tapi kita bedah jurusan, dan fahri kenaliin ini mas azam suu...suami saya" ucap zahra terbata menyebut kata suami
Fahri : "jadi bener kamu sudah menikah?" tanya fahri dgn suara lemah
Fagri : "terus kapan kamu menikah?, saya ga di undang" ucap fahri sambil tersenyum paksa dan berusaha tegar di hadapan zahra.
Zahra : "bukan nya ga ngundang, tapi pernikahan in mendadak jadi ga sempet undang orang, eh iya, 1 minggu lagi aku sama mas azam bakal ngadaiin acara resepsi pernikahan, kamu jangan lupa datang, truss ajak patner" ucap zahra sambil terseyum
Fahri : "pasti dtng kalo di undang, tapi kalo soal bawah patner, kayaknya ga deh soal nya, saya sudah di tingal nikah" ucap fahri dgn raut kecewah
Azam : "Semua pasti ada hikmah nya broo" ucap azam sambil senyum menyeringai di sertai menepuk pundak fahri
semntara itu fahri hanya tersenyum masam
Fahri : "Kalo begitu aku pamit, masih ada perkerjaan" ucap fahri sambil berdiri
dan zahra menganguk di sertai senyum, azam yg melihat zahra tersenyum ke arah fahri menatap zahra dgn tajam, seketika pula zahra menyadarinya dan langsung duduk kembali
hening beberapa saat....
__ADS_1
Zahra : "Mas azam ada perlu apa? kok nyusul zahra ke restoran?" tanya zahra sedikit gugup
tapi azam tak merespons pertanyaan zahra
Zahra : "Mass tadi itu..." ucap zahra terpotong
azam : "tadi itu apa? kamu sudah membohongi saya, bilangnya mau ke pengadilaan, tapi malah bertemu sama lakilaki lain, itu pun tanpa sepengetahuan dan izin dariku" ucap azam kesal
zahra : "mas bukannya begitu tap....." ucap zahra terpotong lagi
azam : "bukannya begitu bagaimana, syaa lihat sendiri kamu sedang bersama lakilaki lain" ucap azam dgn emosi yg membara
Zahra : "Mas tenang dulu ya mas, ga enak di lihatiin semua orang" ucap zahra sambil mengelus lembut tangan azam dan memangil salah satu pegawainya untuk mengambilkannya air minum
Zahra : "ini air nya di minum dulu" ucap zahra dgn lembut sambil menyodorkan gelas berisi air putih kepada azam
azam pun mengambil air minum yang di berikan zahra, beberapa saat kemudian
zahra : "lebih baik kita pulang mas, kita bicarakan di rumah saja ga enak di sini banyak orang" ucap zahra sambil berdiri
saat mereka mau pergi tiba-tiba ada pasangan paruh baya yang menghentikan mereka
pria p baya : "Ustad azam" ucap pria paruh baya itu
azam dan zahra bersamaan menoleh kebelankang
azam : "iya?" ucap azam
pria p baya : "Maaf ustad. saya boleh minta tolong, bisahkan ustad meluangkan waktunya untuk bertemu dgn istri saya, dia sangat mengidolakan ustad," ucap pria itu sambil melihat ke arah istrinya yang duduk di kursi roda tersebut
azam : "Boleh, ngihh pak, istrinya di mana?" ucap azam ramah dan senyum manis nya
ptia p baya : "Ayo ustad ikut syaa" ucap pria paruh baya itu
zahra yang melihat perubahan sikap suaminya itu pun hanya geleng2 kepala, kadang marah, kadang ramah, bisa begita ya sifat nya dasar suami nyebeliin_monolong zahra sambil tersenyum tipis dan mengikuti azam dan pria itu
__ADS_1
.......