My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
.


__ADS_3

keesokan hari nya,


hari ini zahra akan menghadiri persidangan untuk menangani kasus klien nya itu, semntara azam pergi ke kantor nya


saat Lampu merah azam tak sengaja melihat fahri yang berada di samping mobil nya, semntara fahri tak menyadari itu


saat lampu sudah hijau fahri dgn cepat memajukan mobilnya, dan di ikuti oleh azam dari belakang


mobil fahri berhenti di sebuah restoran, yang sangat azam kenal, yaitu restoran milik zahra, azam hanya menatap fahri dgn tatapan tajam di dalam mobilnya


dan azam kembali tersenyum menyeringai, karna dia fikir fahri tidak akan bisa bertemu zahra karna zahra sedang berada di pengadilaan, sesaat kemudian senyum azam menjadi rasa kesal karna melihat zahra yg sedang menghampiri fahri


dgn cepat azam keluar dari mobil nya dan segera menghampiri zahra dan fahri


saat zahra mau duduk, tiba2 dgn posessif azam memeluk zahra, sontak itu membuat semua yang berada didalam restoran memblalak kaget, terutama zahra, dan fahri


fahri dgn kesal mencoba melepaskan tangan azam yang memeluk dgn erat zahra, dan zahra pun berusaha melepaskannya


Fahri : "Siapa kamu? lepaskn dia!" (ucap fahri dgn emosi)


perlahan azam melepaskan pelukannya kepada zahra,


Fahri : "berani sekali kamu main peluk2, kamu pikir kamu siapa haa?" (ucap fahri lagi, sambil menunjuk azam


azam hanya diam, dan sambil melepaskan topi, dan membuka maskernya


Azam : "Saya suaminnya" (ucap azam dgn tegas, dan sambil merangkul pundak zahra)


sementara zahra hanya memblalak kaget melihat, sekaligus mendengar perkataan azam


zahra : "ma...mas azam?" ucap zahra


orang di restoran pun tak kala heboh nya melihat azam, termasuk sepasang pasangan paruh baya yang duduk di samping sana


fahri : "eh..maksudnya, tunguh dulu, kamu jangan sembarang bicara, kamu ga tau siapa dia, dia bisa sjaa menuntut kamu atas tuduhan pelecehan, karna kamu sudah memeluk nya tanpa izin" ucap fahri yang masih kesal

__ADS_1


Azam : "Silakan" ucap nya tegas sambil mempererat rangkulaanya di pundak zahra


semntara zahra hanya Bergedik ngerii, karna dia tau betul kalo azam akan marah, bakal susah menenangkannya


Zahra : "sebaiknnya kita bicarakan baik2, ayo mas duduk" ucap zahra lembut menyuruh azam duduk


azam pun duduk sambil mengeser kursi nya agar lebih dekat dgn zahra, tak lupa dia memegang tangan zahra di atas meja. fahri yg melihat nya hanya menahan kesal, sedangkan azam tersenyum puasss


zahra pun ada rasa tak enak melihat semua orang menatapnya


Fahri : "zahra bisa kamu jelaskan apa maksud pria itu" ucap fahri sambil menatap azam


zahra menarik nafas pelan, dan menghembuskannya


Zahra : "Sebelum saya jelasin kalian lebih baik kenalan dulu" ucap zahra


Zahra : "Mas kenaliin, ini fahri, temen kuliah zahra pas di turki, tapi kita bedah jurusan, dan fahri kenaliin ini mas azam suu...suami saya" ucap zahra terbata menyebut kata suami


Fahri : "jadi bener kamu sudah menikah?" tanya fahri dgn suara lemah


Fagri : "terus kapan kamu menikah?, saya ga di undang" ucap fahri sambil tersenyum paksa dan berusaha tegar di hadapan zahra.


Zahra : "bukan nya ga ngundang, tapi pernikahan in mendadak jadi ga sempet undang orang, eh iya, 1 minggu lagi aku sama mas azam bakal ngadaiin acara resepsi pernikahan, kamu jangan lupa datang, truss ajak patner" ucap zahra sambil terseyum


Fahri : "pasti dtng kalo di undang, tapi kalo soal bawah patner, kayaknya ga deh soal nya, saya sudah di tingal nikah" ucap fahri dgn raut kecewah


Azam : "Semua pasti ada hikmah nya broo" ucap azam sambil senyum menyeringai di sertai menepuk pundak fahri


semntara itu fahri hanya tersenyum masam


Fahri : "Kalo begitu aku pamit, masih ada perkerjaan" ucap fahri sambil berdiri


dan zahra menganguk di sertai senyum, azam yg melihat zahra tersenyum ke arah fahri menatap zahra dgn tajam, seketika pula zahra menyadarinya dan langsung duduk kembali


hening beberapa saat....

__ADS_1


Zahra : "Mas azam ada perlu apa? kok nyusul zahra ke restoran?" tanya zahra sedikit gugup


tapi azam tak merespons pertanyaan zahra


Zahra : "Mass tadi itu..." ucap zahra terpotong


azam : "tadi itu apa? kamu sudah membohongi saya, bilangnya mau ke pengadilaan, tapi malah bertemu sama lakilaki lain, itu pun tanpa sepengetahuan dan izin dariku" ucap azam kesal


zahra : "mas bukannya begitu tap....." ucap zahra terpotong lagi


azam : "bukannya begitu bagaimana, syaa lihat sendiri kamu sedang bersama lakilaki lain" ucap azam dgn emosi yg membara


Zahra : "Mas tenang dulu ya mas, ga enak di lihatiin semua orang" ucap zahra sambil mengelus lembut tangan azam dan memangil salah satu pegawainya untuk mengambilkannya air minum


Zahra : "ini air nya di minum dulu" ucap zahra dgn lembut sambil menyodorkan gelas berisi air putih kepada azam


azam pun mengambil air minum yang di berikan zahra, beberapa saat kemudian


zahra : "lebih baik kita pulang mas, kita bicarakan di rumah saja ga enak di sini banyak orang" ucap zahra sambil berdiri


saat mereka mau pergi tiba-tiba ada pasangan paruh baya yang menghentikan mereka


pria p baya : "Ustad azam" ucap pria paruh baya itu


azam dan zahra bersamaan menoleh kebelankang


azam : "iya?" ucap azam


pria p baya : "Maaf ustad. saya boleh minta tolong, bisahkan ustad meluangkan waktunya untuk bertemu dgn istri saya, dia sangat mengidolakan ustad," ucap pria itu sambil melihat ke arah istrinya yang duduk di kursi roda tersebut


azam : "Boleh, ngihh pak, istrinya di mana?" ucap azam ramah dan senyum manis nya


ptia p baya : "Ayo ustad ikut syaa" ucap pria paruh baya itu


zahra yang melihat perubahan sikap suaminya itu pun hanya geleng2 kepala, kadang marah, kadang ramah, bisa begita ya sifat nya dasar suami nyebeliin_monolong zahra sambil tersenyum tipis dan mengikuti azam dan pria itu

__ADS_1


.......


__ADS_2