
Zahra menatap azam dgn kesal dan langsung menyusul ummah nya "Ummah tunguh" teriak zahra
"iya nak?" jawab ummah nya
"Ummah kejadian yang barusan, bukan seperti yang ummah pikirkan aku sama mas azam......" ucap zahra terpotong
"Tidak perlu menjelaskan nak Ummah sudah mengerti, sekarang kamu siap2 bentar lagi pak ujang datang menjemput kalian" ucap ummahnya
"Baiklah ummah" ucap zahra cangung
dari perjalanan menuju kamar zahra tak hentinnya mengoceh " Ini semua gara-gara mas azam, kenapa sih nyebelin banget jadi suami" oceh zahra
saat tiba di kamar zahra tak memperdulikan keberadaan azam dia mengambil handuk dan masuk begitu saja ke dalam kamar mandi
azam hanya terkekeh melihat tingkah zahra yg lagi ngambek sama dia, entah mengapa dia senang sekali menjahili zahra
setelah beberapa menit zahra selesai mandi dan keluar, zahra masih cuek dgn keberadaan azam dia berada di depan cermin sambil sedikit memoles wajah nya dgn bedak dan sedikit tambahan liptint dibibirnya
sehingah menampah kesan kecantikannya azam yang melihat nya hanya mampu mengagumi zahra dalam diam, setelah selesai berias zahra kembali membereskan barang2 nya yang belum sempat terkemas oleh ummah dan para maid tadi
azam pergi ke kamar mandi sambil berhenti di depan zahra "Dek siapin baju mas yang ada di lemari" titah azam kepada zahra
zahra lagi2 diam dan azam berlalu begitu saja
Setelah selesai mandi azam keluar dan melihat baju yang sudah di siapkan zahra di atas kasur azam tersenyum kecil dan melirik zahra yang masih dgn wajah di tekuk "ternyata istriku masih ngambek_batin azam"
"Dek tolong ambiliin jam tangan di atas meja" titah azam kepada zahra
zahra hanya meghela hafas kasar dan mengambil jam tangan azam terus di letakannya di atas kasur dekat baju azam, azam yang melihat zahra masih ngambek
dia malah berfikir ingin ngambek balik, dia berjalan mendekat ke arah zahra " kamu kenapa masih marah sama kejadian tadi?" tanya azam dan dibalas dgn diabaikan oleh zahra
"kamu yah suami bertanya di cuekin, ga takut dosa" titah azam lagi, sambil beralih pergi menuju kasur dan mengambil baju yang di pilih zahra tadi, dan menlemparnya dgn kasar ke lemari, zahra yg melihat nya bergidik ngeri
__ADS_1
azam memasukan beberapa dokumen dgn kasar, serta keluar masuk kamar mandi dan mebuka pintu lemari dgn kasar dan keras
tak hanya itu, azam bahkan mengacak-ngacak isi lemari sambil memilih baju, setelah itu dia mengambil koper yang sudah tersusun rapi pakaiannya dan membuka nya, kembali memasukan pakaiannya dgn paksa ke dalam koper yang sudah tidak muat lagi
zahra yang melihat kelakuan azam hanya meghela nafas kasar dan berusaha menahan emosinya tadi "Mas sini zahra bantu" ucap zahra dgn suara yang lembut
"Ga usah" ucap azam dgn tegas dan masih memaksakan pakaiannya agar masuk
"Kenapa sih mas, sudah biar zahra bantu" ucap zahra sambil mengambil beberapa pakaian dari tangan azam dan di rebut kembali sama azam " Ga usah aku bisa sendiri" ucap azam dgn ketus
zahra membiarkan azam mengemas pakaiannya sendiri, setelah selesai, azam pergi ke ruang kerja nya, zahra pun turun ke bawah, menghampiri ibu mertua nya yang sedang berada di ruang keluarga
Saat sedang berbincang-bincang, zahra melihat bik wati yang sedang membawa teh "teh nya untuk siapa bik?" tanya zahra saat melihat bik wati naik ke atas
"ini non, untuk den azam" ucap bik wati
"biar zahra saja bik" ucap zahra sambil mengambil nampan berisi teh tersebut, dan di anguki oleh bik wati
saat tiba di depan pintu zahra mengetok pintu
tok
tok
"Masuk" suara Khas azam
zahra pelan-pelan masuk dan mendekat ke arah azam "Mas ini teh nya" ucap zahra sambil meletakan nampan berisi teh tersebut ke meja azam
azam tak memperdulikannya, dia terus berkotak atik sama laptop nya, zahra yang melihat azam mengabaikannya kembali berbicara "mas teh nya, nanti dingin" ucap zahra lagi
azam masih tak memperdulikan ucapan zahra, dia malah sedang menelpon seseorang "halo bik wati bisa tolong ke ruang kerja saya, sekalian buatin teh yang baru, dan harus bik wati yang mengantarnya" ucap azam dgn menekankan kalimat harus bik wati yang mengantarkannya
zahra yang mendengar perintah azam kaget
__ADS_1
"Mas....teh ini bik wati yang buat, aku hanya mengantarkanya saja, mas masih marah sama zahra?" tanya zahra tapi azam masih mengabaikan zahra
"Yaudah zahra Minta maaf" ucap zahra dgn tulus
tapi lagi-lagi azam mengabaikan zahra "Mas zahra minta maaf" ucap zahra "Mas jangan ginilah, ga enak di lihat ummah" ucap zahra lagi
"Mas maafiin zahra," ucap zahra dgn raut wajah memohon, azam yg melihat wajah zahra jadi ga tega "ya" jawab azam singkat
"Beneran mas?" ucap zahra dgn raut wajah bahagia, dan azam hanya berdehem tanda mengiyakan
"terimah kasih mas" ucap zahra refleks sambil mencium pipi azam
azam terkejut begitu pun zahra dia dgn cepat menutup mulutnya, dan azam menatap nya dgn tatapan yg sulit diartikan "Maaf...maaf mas zahra ga sengaja, zahra refleks" ucap zahra sambil menghapus pipi azam dgn tisue
azam yg melihat zahra menghapus bekas ciumannya menahan tangan zahra "sudah ga perlu" ucap azam singkat sambil menjauhkan tangan zahra dari pipi nya
zahra pun dengan gugup menjauhkan tangan nya dgn segera "Sekali lagi zahra minta maaf mas" ucap zahra dan langsung pergi meningalkan ruang kerja azam
azam menatap zahra yang mulai meghilang dari penglihatannya kembali memegang pipi nya sambil tersenyum,
lalu dia teringat ponsel zahra masih berada bersamanya, dia langsung meraih saku celananya mengambil ponsel milik zahra dan di bukanya beruntungnya ponsel zahra tidak di kasih pasword
Sehingah azam leluasa membuka ponselnya di mulai dari membuka Whatsapp dan benar zahra terahir Chatan sama umi nya kemudian azam mengecek satu-persatu kontak zahra dan memang tidak ada yang mencurigakan semua kontak hanya temen, kerabat, dan beberapa klien zahra
setelah itu dia melihat Galery zahra dia tanpa sengaja melihat poto zahra
"Masya Allah istriku, Cantik sekali kamu" ucap azam yang terus memandangi poto zahra di balik layar ponsel tersebut.
......................
jangan lupa tingalkan jejak kalian dgn like comment serta vote
__ADS_1