
tok
toktok
suara ketukan pintu
"Masuk" teriak seseorang dari dalam kamar
"Mas, zahra izin ke restoran" ucap zahra ke pada azam "Mau lihat restiran sebentar, sekalian mau kasih tau melinda kalo besok aku ga pergi ke restoran karna kita akan pindah rumah" ucap zahra panjang lebar kepada azam
"Kenapa tidak kamu telpon saja asisten mu itu?" ucap azam
"Sekalian aku mau lihat restoran mas, tadi aku udah izin sama ummah, terus di izinin" ucap zahra
"kalo sudah izin sama ummah, kenapa harus izin sama aku?" tanya azam ke zahra
"Ya karna mas azam kan suami zahra, jadi zahra harus izin juga sama mas azam" ucap zahra "Mas boleh ga?" izin zahra lagi
"terserah kamu" ucap azam singkat dan pergi begitu saja
"hu...dasar mas azam nyebeliin_batin zahra mendegus kesal
ahirnya setelah siap-siap zahra turun ke bawah dan mau pergi ke restoran, dia meghampiri ibu mertua nya yang berada di ruang keluarga
"Ummah zahra pergi dulu" ucap zahra ke pada ibu mertua nya itu sambil mencium pungung tangan ummah nisa
"Hati-hati ya nak" ucap ummah nisa
"iya ummah, mas azam di mana yah ummah?" tanya zahra ke pada ummah nisa
"azam ada di taman" ucap ummah nisa
"yasudah kalo begitu zahra mau pamit sama mas azam, sekalian zahra langsung beragkat" ucap zahra kepada ummah nisa
ummah nisa hanya mengangukan kepala nya saja sembari memberikan senyum manis kepada sang menantu "Assalamualaikum ummah" pamit zahra
"Waalaikumsalam" jawab ummah nisa
sementara itu azam yang berada di taman dgn beberapa pengurus taman sedang berbincang-binccang, karna azam ingin mengalihkan tanaman kesayangan nya ke rumah baru nya itu
tak lama kemudian zahra datang menghampiri azam
"Mas aku mau pamit, mau ke restoran" ucap zahra sambil mengankat tangan nya untuk mencium pungung tangan azam dan azam pun mengulurkan tangan
"Assalamualaikum" ucap zahra kepada semua orang yang ada di taman dan di balas oleh semua orang juga
saat zahra melagkah kan kaki mau pergi
"Tunggu" suara bariton azam menghentikan langkah zahra,
zahra pun membalikan badan nya melihat ke arah azam
"Ada apa mas?" tanya zahra kebingungan
__ADS_1
"Kemarilah" titah azam kepada zahra
zahra pun kembali ke arah azam
Cup
satu ciuman mendarat di kening zahra, sontak membuat zahra terkejut bukan hanya zahra para pengurus taman pun ikut terkejut dgn apa yang azam baru lakukan
mata zahra membulat sempurna sambil melihat azam, tapi azam bersikap seolah tidak terjadi apa-apa
para petugas taman hanya saling tatap dan menyungingkan senyuman nya, wajah zahra memerah karna rasa malu
Sementara orang yang membuat zahra malu hanya bersikap seolah tidak tau apa-apa, zahra hanya mematung di tempat nya, sampai ahirnya dia tersadar dan langsung pergi begitu saja
"Ayo lanjutkan perkerjaan kalian" ucap azam kepada para pengurus taman memecah keheningan, para pengurus taman pun hanya mengangukan kepala nya dan kembali mengerjakan tugas mereka yang sempat tertunda
**
di tempat lain zahra yang baru saja datang ke restorannya dan di sambut hangat oleh para karyawan restorannya
"hei.. pengantin baru, kok malah kerja" goda melinda saat melihat zahra
zahra hanya tersenyum kecil,
"Mel besok aku sama mas azam akan pimdah rumah" ucap zahra memberitahu
"what,... maksud kamu, kalian berdua rumah sendiri, ga 1 rumah sama mertua kamu?" tanya melinda lagi
zahra hanya mengangukan kepala nya saja "Cepet banget suami kamu cari rumah" ucap melinda lagi
"Wih beruntung banget kamu!" ucap melinda
"Alhamdulillah mel, allah selalu kasih yg terbaik untuk aku" ucap zahra dgn rasa syukur
Sekitar pukul 1 siang ada salah satu karyawan masuk ke ruangan zahra
"Permisi buk bos, di depan ada orang yg nyariin" ucap salah seorang karyawan restoran
"Pelangan?" tanya zahra
"ga tau buk, orangnya pakai masker, topi dan kacamata, kayak orang misterius buk, tapi dia bilang Mau jemput ibu" ucap karyawan itu
"yasudah, bilang sama dia tunguh sebentar" ucap zahra
"baik buk bos" ucap karyawan itu, dan lagsung pergi
Karyawan itu mempersilakan azam untuk duduk dan menungguh sebentar, azam pun duduk dan di hidagkan minuman dan beberapa cemilan
tak lama kemudian zahra keluar dan sedang berbicara dgn beberapa karyawan restorannya, salah satu Pelangan yang duduk di samping meja azam melirik zahra dan berbicara sama teman nya
"eh bro lihat tu cewek, cantik kan" ucap pelangan 1
"wih iya, Cantik" ujar pelangan ke 2 yg sambil melihat kearah zahra
__ADS_1
"kalo bisa kenalaan sama tu cewek, gue jadiin traktir lo 1 minggu" ucap pelayan 1
"Lo beneran mau traktir gua" ucap pelangan 2
"iya gua beneran" ucap pelangan 1 sambil meminum minumannya
"Bentar gua tanya sama pelayan itu" ucap pelangan 2 sambil melambaikan tangan nya ke salah satu pelayan restoran
pelayan restoran pun mendekat ke arah pelangan itu
"Permisi mbak syaa mau tanya" ucap pelangan 2
"iya, ada yang bisa di bantu?" jawab pelayan itu
"mbak lihat deh pelangan yg sedang berbicara sama pembantu itu, kalo boleh tau nama pelangan itu siapa ya mbak?" tanya pelangan 2
pelayan itu pun menoleh ke arah yang di tunjuk pelangan itu "yang itu mas?" ucap pelayan itu memastikan lagi
"iya mbak yg itu" ucap pelangan 2
"Maaf mas kalo yg itu bukan pelangan, tapi pemilik restoran ini" ucap pelayan itu menerangkan
Sontak azam yang berada di samping itu pun terkejut, ternyata yang dari tadi di bicarakan oleh para pelangan itu ternyata istrinya
azam pun lagsung melihat kearah yang sedari tadi jadi perbincangan, dan benar itu zahra, azam hanya menahan emosinya saja sambil melirik ke 2 pelangan itu dgn tatapan tajam
pelayan itu pun permisi, dan para pelangan itu sambil berbicara "Wah keren banget sudah cantik, pemilik restoran lagi" puji pelangan 2
azam yang mendengar nya hanya mengeram kesal,
beberapa saat kemudian terlihat zahra yg sedang meghampiri azam, "Permisi tuan, apakah tuan mencari saya" ucap zahra kepada azam, karna memang zahra tidak mengenali azam, karna azam memaka topi, masker, serta kacamata hitam
azam mendengar suara lembut istrinya langsung, membuka masker berserta kacamata nya dan berdiri mendekat ke arah zahra
zahra yang melihat ternyata itu azam, dia pun kaget
"Loh mas azam" ucap zahra kaget
azam pun menyodorkan tangan nya untuk di cium zahra, setelah zahar mecium tangan azam, azam punencium kening zahra di depan umum,
sontak itu mengundang banyak perhatian termasuk ke dua pelangan yang berbicara tadi, kedua mata zahra membulat sempurna, dan para pelayan restoran hanya tersenyum melihat kelakuan suami bos nya itu
"Mas azam ngapain nyium zahra di depan umum, malu mas" ucap zahra sambil berbisik
azam hanya diam seperti tak berdosa,
"Ayo pulang" ucap azam dgn wajah datar
"Tapi mas....." ucap zahra terpotong karna melihat tatapan azam yang tajam
"Ok, tunguh sebentar aku mau ambil tas di ruangan" ucap zahra dan lagsung pergi, azam pun menunguh zahra sambil melihat tajam ke arah 2 orang yang dari tadi melihat mereka tanpa berkedip yaitu ke dua pelangan tadi
......................
__ADS_1
heppy rending guys