
tZahra : "Mas jangan gitu kasihan zidan, ayo sayang kemari" (ucap zahra sambil menyingkirkan pelukan azam )
Zidan pun berhambur memeluk Zahra,
**
Di kamar,
zahra sudah keluar dari kamar mandi, sementara azam masih di atas kasur berkutik dgn laptop nya, zahra pun tidak memperdulikan azam dia memilih untuk pergi ke luar setelah selesai mandi dan berhias di cermin sedikit
sampai di ruang keluarga Semua orang terlihat sedang asik mengobrol, zahra pun duduk di samping Dinda, dan langsung mendapat senyuman manis dari zidan
Zidan : "Onty cantik, wangi sekali" (ucap zidan sambil mendekat ke arah zahra)
Zahra : "bisa aja kamu, oh iya zidan lagi main apa?" (tanya zahra)
Zidan : "Zidan lagi main game onty, apakah onty bisa?" (tanya zidan)
Zahra : "Onty tidak mengerti sayang, karna onty tidak pernah main game" (ucap zahra gemes sambil mencubit pipi zidan)
Zidan : "Nanti zidan ajariin onty main, onty mau kan?" (tanya zidan dan di balas angukan oleh zahra)
fahri : "din kamu bawak, powerbank ga?" (tanya fahri sama istrinya dinda)
dinda : "dinda lupa masukin mas, mas mau kemana udah rapi aja?" (tanya dinda karna melihat suaminnya dgn pakaian rapi)
Fahri : "Mumpung di jakarta, sekalian mau bertemu smaa teman SMA" (ucapnya lagi)
dinda : "oh iya, Ponsel nya di tingal aja kalo batrai nya habis"
fahri : "ga bisa din, soal nya tempat pertemuan itu nanti di sher lock smaa temen" (ucap nya gelisah)
Zahra : " mas fahri kalo mau, zahra ada kok power banknya di kamar, zahra ambilin ya" (ucap zahra sambil beranjak dari sofa)
dinda : "gak usah ra biar zidan aja yg ngambilin lagian aku masih mau ngobrol sama kamu" (ucap dinda, smabil menyuruh zidan mengambil power bank di kamar)
zidan : "onty di kamar onty ada siapa?" (tanya zidan)
Zahra : "ada uncle, sayang. power bank nya di laci ya," (ucap zahra dan di anguki oleh zidan)
Beberapa menit kemudian Zidan kembali, sambil memberikan power bank kepada ayahnya, dan setelah itu zidan memberitahu zahra kalo uncle nya tersebut menanyakan sebuah map
__ADS_1
Zahra pun menyuruh bik asih selaku ART, untuk memberitahu azam bahwa map tersebut berada di atas laci meja hiasnnya
dan zahra pun kembali mengobrol dgn dinda membicarakan obrolan mereka yg sempat tertunda tadi
Zahra : "Oh iya mbak, kegitaan mbak sehari2 apa saja?" (tanya nya)
Dinda : "ga banyak ra, mbak punya usaha butik kecil2-an" (ucap nya sambil tersenyum) "kalo kamu?" (tanya nya lagi)
Zahra : "zahra juga ga banyak mbak, kalo sekarang lagi cuti aja dari perkerjaan, soal nya kak azam yg ngelarang sebelum resepsi katanya, dan terkadang memantau restoran tapi ga sering mbak" (ucap nya panjang lebar)
Dinda : "restoran sendiri?" (tanya nya)
zahra : "iya, alhamdulilah mbak" (ucap nya sambil seyum)
dinda : "hebat sekali kamu, di usia yg sekarang sudah punya restoran sendiri orang tua kamu pasti banga," (ucap nya)
Zahra : "Alhamdulillah mbak allah udah kasih kepercayaan sama zahra sehing....." (ucap nya terpotong)
Bik sasih : "Maaf non, den azam menyuruh non sendiri yg mengambil mapnya" (ucap bik sasih)
Zahra : "kan cuma di laci bik, bibik juga bisa ngambilnnya" (ucap zahra)
Bik sasih : "iya non tadi sudah bibik ambil, tapi di suruh den azam narok lagi dan menyuruh non sendiri yg mengambilnya" (jelas bik sasih panjang lebar)
Ummah nisa : "zahra, mungkin azam ada perlu lain sama kamu, udah pergi gih, nanti ngambek itu anak" (titah ummahnya)
Dinda : "iya ra, mungkin azam mau di manja sama kamu" (ucap nya sambil terkekeh)
zahra : "mbak bisa aja, ga gitu kok, yaudah semuannya zahra pamit sebentar" (ucapnya malu, dan mendapat angukan dan senyuman dari semua org yg ada di ruang keluarga tersebut)
di kamar.
Zahra : "Mas butuh apa, map?" (tanya nya dgn senyum manis dan mengambil map di laci, tapi di hati nya begitu kesal dan jengkel sama azam karna membuat dia malu di ruang keluarga tadi)
sementara azam hanya berdehem saja, setelah zahra meletakan map berisi dokumen tersebut dia beranjak dari tempat itu hendak pergi tapi segera di cegah azam
Azam : "Mau kemana?" (tanya nya datar)
zahra : "mau turun mas" (ucapnya )
Azam : "gak boleh" (ucapnya dgn mata yg tajam)
__ADS_1
Zahra : "kok ga bo....." (ucap nya menghentikan kalimatnya, karna mendapat tatapan tajam dari azam)
Zahra : "Baik suami ku, sekarang suami ku ini butuh apa?" apakah suamiku ini mau secangkir kopi," (tawarnya dengan suara lembut, serta senyum manis, yg membuat azam selalu terpukau)
azam : "sini" (ucapnya sambil menepuk kasur sebelah kirinya, dan zahra pun menurut saja)
Zahra : "kenapa mas?" (ucap nya penasaran)
Azam : "Bawel" (ucapnya singkat)
zahra : "ya tap...." (ucapnnya terpotong, karna azam berbaring dgn kepala di atas paha zahra)
azam : "pijat" (ucapnnya sambil memegang kepalanya)
zahra pun hanya menurut sembari memijat dgn lembut kepala azam
Azam : "hari ini benar2 hari yg melelahkan" (ucap nya dgn mata tertutup)
zahra : "kalo mas cape, mending cuti saja, nanti mas sakit kalo terus kerja tanpa istirahat seperti ini" (ucap nya sambil memijat kepala azam)
Sementara azam hanya diam saja, sambil memejamkan matanya, entah apa yang ada di fikirannya hanya dia allah dah author saja yang tau.
Zahra : "Mas mau ngapaiin!" (ucap nya panik saat azam masuk ke dalam baju tidur nya)
Azam : "suttttt... jangan berisik, sebentar saja" (ucap nya di dalam piyama zahra)
beberapa menit kemudian, zahra merasa tidak ada lagi pergerakan dari azam, bahkan beberapa kali zahra memangil azam tapi tidak di respon olehnya
Zahra : "Mas, tidurnya jangan begitu nanti badan nya sakit semua" (ucap zahra berusaha mengeser kan tubuh azam, tapi tubuh azam tidak bergeser sedikitpun, akhirnnya zahra mbiarkan posisi tidur azam seperti itu
**
3 hari kemudian
hari ini adalah hari resepsi pernikahan azam dan zahra, terlihat begituh megah dan luas, gedung yang akan menjadi tempat saksi resepsih pernikahan megah ini
__ADS_1