
Alhamdulilah, acara nya sudah selesai, kini para tamu, dan santri, bergiliran keluar aula
"zahra kamu di kamar nomor berapa?" tanya santriwati yg sempat berkenalan dgn zahra
"eh iya, belum tau, sepertinnya saya pergi ke ndalem dulu, karna......"ucap zahra terpotong
"oh iya pasti masih ada orang tua kamu di sana, buruan gih ritual perpisahan nya, oh ya kamar ku nomor 78 kalo kamu butuh bantuan pangil saja aku" ucap santri itu ramah dan di balas angukan oleh zahra
sampai tiba lah di ndalem, zahra pergi ke dapur karena merasa kehausan, tiba2 mendapat pelukan dari belakang, sehinga berhasil membuat zahra kaget
Zahra : "Astaghafirullah mas, bikin kaget saja," (ucap zahra terkejut)
Azam : "dari mana saja, aku sudah lama nunguh?" (tanya azam dgn muka datar)
zahra : "tadi abis, ngobrol sama salah satu santri abah, udah mas lepasin, nanti di lihat orong ga enak, lagian geli mas" (ucap zahra berusaha melepaskan pelukan azam)
tapi azam seolah engan melepaskan nya malahan semakin mengeratkan pelukannya, tiba2 ada ummahnya datang dan sontak itu membuat zahra gugup serta malu
berbeda dgn azam, dia bahkan masih tetap memeluk zahra, Ummahnya pun terkejut melihat anaknya yg begitu manja serta tidak tau malu tersebut bahkan tadi sudah di tegur ummahnya, tapi azam malah masih cuek gak peduli
Ummah : "hemm, sepertinya kedatangan ummah tidak tepat" (ucap ummahnya mengoda, dan ingin pergi)
Zahra : "tidak ummah" (ucap zahra menahan ummahnya agar tidak pergi)
"Mas lepasiin ga enak ada ummah" ( ucapnya lagi)
Ummah : "Sudah tidak masalah, Ummah bahkan senang sekarang azam bisa bersikap seperti ini, tapi lain kali jangan di tempat umum ga enak sama org yg lain" (ucap ummah nya sambil terkekeh)
Zahra hanya tersenyum malu mendengar perkataan ummah nya, semntara azam engan berkomentar, dia tetap pada posisinya memeluk zahra dari belakang
Setelah ummah nya pergi dari dapur, akhirnnya zahra pasrah membiarkan azam memeluknya, toh mau sekeras apa pun zahra berusaha pada akhirnnya azam tetap keras kepala
Makan malam pun siap,
Zahra : "Mas ayolah, jangan seperti ini, Perut ku lama2 kram juga d peluk seperti ini, ini udah lama, nanti apa kata abah sama ummah" (ucap zahra dgn raut wajah memelas, serta berusaha melepaskan tangan azam)
Azam : "biarkan seperti ini beberapa menit lagi, (ucap azam yang semakin memeluk zahra dgn erat serta memejamkan mata nya) "Sunguh aromah tubuh mu membuat aku nyaman" (ucap nya lagi)
Zahra : "iya tapp......" (ucap zahra terpotong)
Azam : "ssuuuuuttttttttt........1 menit" (ucap azam)
zahra hanya menghembuskan napas nya berusah bersabar menghadapi sikap azam yg seperti ini, dan dia berdoa semoga ummah dan abah nya gak melihat
belum sempat 1 menit, tiba2 terdengar suara seseorang dari luar sana
Zahra : "Mas sepertinnya ada tamu, zahra mau lihat sebentar" (ucap zahra yg berhasil melepaskan tangan azam dan sedikit berlari)
azam yg melihat zahra pergi terburu2, hanya tersenyum, karna merasa lucu akan sikap zahra
dan benar saja, memang ada tamu yaitu kerabat ummah yg datang dari jambi, sengaja berkunjung karna 1 minggu lagi acara resepsi pernikahan azam dan zahra
ummah nisa yg melihat zahra langsung memangil zahra supaya mendekat serta di kenalkan dgn kerabatnnya nya tersebut karna waktu akad nikah mereka semua tidak hadir
Ummah : "Kenalin ini menantu saya yang paling cantik" (ucap ummah nisa)
__ADS_1
Bibik tiara : "Masya allah dek, menantu kamu Cantik sekali, manis kayak orang turki dan arab" (ucap kakak ummah nisa)
Ummah : "Bener sekali mbak, menantuku ini blasteran arab-indo, kalo turki mungkin karna dia lama di turki jadi wajah nya agak mirip2 org turki" (ucap ummah nisa)
Bibik tiara : "Masya allah, Beruntung sekali kamu punya menantu seperti ini" (ucap nya sambil mengelus bahu zahra)
ummah : "dan ya, zahra ini, saudari kandung ummah kaka tertua, nama nya tiara kalo azam sama isyah biasanya memangilnnya bibik" (ucap ummah nisa dan dianguki serta senyum dari zahra)
"nah ini suami bibik tiara, kamu bisa memangilnnya dgn sebutan paman ridwan" (ucap nya lagi)
"dan ini anak serta menantu bibik tiara, rasyid dan istri nya dinda, dan...(ucap ummah nisa celingukan mencari sosok orang) di mana zidan?" (tanya ummah nisa)
Dinda : "Tadi kebetulan di gerbang ada penjual es krim, bibik tau kan zidan anaknya seperti apa" (ucap dinda terkekeh)
"Zidan anak dari rasyid dan dindah, umur 3 tahun"
Ummah : "haha, (tawa ummah nisa dan para angota keluarga lainny) bersama siapa dia?"
Dinda : "Babysisternnya bik"
Bibik tiara : "Nah itu Zidan" (ucap nya saat zidan dan pengasuhnya memasuki ruang tamu)
Azam : "How are you, jagoan Uncle" (ucap azam langsung mengendong zidan)
Zidan : "I'M fine" (jawabnya singkat dan masih memakan es krim)
Azam : "Dih, gemes banget jangoan uncke ini" (ucap azam yg terus menciumi pipi zidan)
Zidan : "stop uncle, turunin zidann," (ucap nya cuek)
Dinda : "zidan kemari, kamu tidak boleh ngomong kasar seperti itu sama orang yang lebih tua dari kamu, inget kata mama apa?" (ucap dinda lembut)
dinda : "nah itu tau, pinter anak mama, sekarang minta maaf sama uncle" (titah dinda lembut)
Zidan : "uncle yg salah, zidan ga suka di cium sesama jenis" (ucap zidan ngambek, dan berhasil membuat tawa seisi ruangan)
Ummah nisa : "Masya allah din, anak kamu pinter sekali" (puji ummah nisa)
Rasyid : "bibik jangan muji depan org nya, nanti geer, ni bocah tubuh nya aja kecil, tapi pikirannya dewasa" (tukas rasyid sambil melirik anaknya)
Zidan : "Papa...."
Dinda : "Zidan, udah minta maaf sama uncle" (perintah dinda dgn muka datar)
Azam : "Sudah mbak ga perlu, lagian biasa kok zidan seperti itu, kasihan mbak" (ucap azam)
"Cup, (zidan mencium mama nya yg hendak mau mengatakan sesuatu) Uncle Zidan minta maaf" (ucap zidan dgn memasang wajah puple eys)
Azam : "Manisnya, uncle ga bisa marah sama kamu" (ucap azam sambil mengelus kepala zidan)
Zidan : "Mama jangan marah sama zidan, zidan udah minta maaf sama uncle" (ucap nya sambil menciumi tangan mamanya)
Dinda : "iya, sekarang kamu salam dulu smaa kakek dan nenek" (ucap dinda)
Zidan : "halo paman, bibik, beberapa hari ini zidan dan keluaraga akan menginap di rumah paman dan bibik, semoga tidak merpotkan" (ucap zidan )
__ADS_1
ust kholik : "Masya allah, anak ini pikiran dan kata2 seperti org dewasa sjaa, semoga kelak zidan menjadi anak yg soleh aamiin" (ucap ustad kholik)
Ummah nisa : "Ya allah din anak kamu pinter sekali, masih kecil tapi kata2 nya seperti org dewasa saja)
Rasyid : "bener kan bik, anak ini memang kata2 nya di luar dugaan, hahahh" (ucap nya sambil menatap zidan)
*oh iya Guys, di sini zidan mangil emak dan ebak nya azam paman dan bibik karena mengikuti orng tuanya dan karna Tuman juga*
Zidan : "bibik, ini siapa?" (tanya zidan yg melihat asing zahra)
Ummah : "Kenaliin, ini onty baru zidan, istrinnya uncle azam" (ucap ummah nisa).
Zahra : "hai zidan, kenaliin nama onty zahra" (ucao zahra sambil mengulurkan tangan nya)
Zidan : "hai juga onty" (ucap nya sambil mencium tanngan zahra) "tunguh sebntar onty, mama minta ponsel zidan" (ucap zidan berlari menghampiri dinda)
Dinda : "kenapa nak? mau ajak onty nya selpy?" (ucap dinda sambil memberikan ponsel ke zidan
setelah beberapa detik, zidan terus melihat ke arah zahra dan ponselnya secara bergantian sehinga orng yg di dalam ruangan itu pun merasa heran dan penasaran
Dinda : "kenapa nak? kok melihat onty zahra begitu?" (tanya nya penasaran)
Zidan : "Mama lihat ini" (ucap zidan sambil memberikan ponselnnya ke mamanya) "Onty zahra, onty pengacara" (ucap nya lagi dan dgn raut muka bahagia )
Dinda : "iya kamu bener nak, zahra ini bener kamu kan" (tanya dinda memastikan lagi)
Zahra : "eh iya mbak, kenapa ya?" (tanya zahra yg ikut penasaran)
Dinda : "Masya allah, gak nyangka loh kita jadi keluarga, jadi gini, zidan itu sangat menyukai kamu, katanya ma kalo besar nanti aku ingin seperti onty pengacara itu, sudah baik, pintar, cantik, jago debat dan fublik spiking lagi"
Zahra : "oh masya allah, aamiin" (ucap zahra terharu)
Dinda : "Bahkan zidan sempat sedih, ada yg bilang kamu itu tingal di turki, dia sendiri nabung buat ketemu smaa kamu, bahkan lihat deh semua vidio di ponsel ini tentang debat dan segalah hal tentang kamu, " (jelas nya panjang lebar)
Zahra : "Ya ampun zidan, onty terharu denger nya, terimah kasih sudah menyukai onty" (ucap zahra dgn senyum mengembang)
Semetara zidan masih bengong dan mematung di tempat seolah tak percaya
Dinda : "Nak, katanya kalo ketemu onty pengacara mau di peluk, kok bengong aja?" (tegur dinda)
zidan : "onty pengacara, apakah zidan boleh peluk onty?" (tanya zidan penuh harap)
Zahra : "Boleh dong sayang, ayo kemari" (ucao zahra merentang kan kedua tangannya)
zidan sudah senang sekali bisa memeluk zahra, tapi belum sempat memeluk zahra, azam langsung menghalangi dgn mengerjai zidan
Azam : "eitsss....gak boleh peluk, bukan mahram, onty pengacara hanya milik uncle" (ucal azam sambil memeluk zahra dan tidak lupa menyebilkan lidah nya, sambil memasang wajah jahil ke arah zidan )
zidan yang sudah senang, memasang wajah sedih serta mengaduh ke ummah nisa dan abah kholik
Zidan : "paman, bibik, uncel jahat" (ucap nya smabil memeluk ummah nisa
#Azam
__ADS_1
......................
heppy reading guys