My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
#


__ADS_3

semetara itu zahra sudah selesai mandi dan begitu pun azam mereka berdua kini tengah sarapan "Mas hari ini zahra izin ada klien" ucap zahra


"Klien? siapa?" tanya azam


"ibu idah," ucap azam


"Ga boleh," ucap azam singkat sambil memakan sarapannya


"ga bisa gitu dong mas, kasihan Buk idah, lagian ini itu masalah hak asu anak, gimana kalo hak asu anak nya jatuh sama nenek nya?" ucap zahra


"ya ga papa lagian kan nenek nya juga" ucap azam lagi


"ya ga bisa mas, nenek nya itu hanya menginginkan harta peningalan anak nya yg di berikan ke pada anak buk idah itu" ucap zahra lagi


"boleh ya mas" ucap zahra penuh harapan


azam hanya berdehem tanda mengiyakan


"terimah kasih mas" jawab zahra dgn antusias


setelah selesai azam dan zahra pergi melakukan aktivitas mereka masing2 azam pergi ke kantor dan zahra pergi menemui klien baru nya itu


**


di tempat lain seorang pria blasteran pakistan sedang menelpon seseorang


"Halo dit, kamu tolong segera cari perempuan yg potonya sudah aku kirim, secepet nya" perintah fahri kepada adit salah satu asisten nya


"Baik tuan" jawab adit dri sebrang telpon sana


zahra tiba di cafe tempat pertemuannya dgn klien nya itu yaitu buk idah "Permisi dgn buk idah" ucap zahra jepada slaah satu pelangan yg duduk di kursi


wanita paruh baya itu menoleh


"iya benar, saya sendiri" ucap nya


"kenaliin buk saya zahra, pengacara yang akan membantu ibu dalam meghadapi kasus hak asu anak ibu" ucap zahra memperkenalkan diri


"Oh iya silakan duduk" ucap buk idah dgn ramah


"baik buk, sekarang ibu bisa ceritain segala nya tentang permasalhan ini" ucap zahra yg mulai mengambil buku dan alat tulis untuk mencatat setiap perkataan klien nya itu


"sebentar, sebelum saya menceritakan semua nya, saya ingin bertanya, berapa usia mu nak?" tanya ibu itu kepada zahra yg melihat zahra masih sangat mudah


zahra hanya menyungingkan senyumannya dia sudah faham apa maksud dari perkataan ibu itu


"Umur saya 22 tahun dn sebentar lagi 23 tahun buk" ucap zahra sambil tersenyum


ibu idah hanya mengangukan kepala nya


"ibu tenang saja, saya akan berkerja dgn baik, dan insya allah jika kita benar maka allah akan permudahkan segala urusan kita" ucap zahra lagi dgn menyakinkan ibu idah


"kamu masih mudah nak, di usia 22 tahun sudah menjadi pengacara, kalo boleh saya tau lagi, kamu lulusan dari mana?" tanya ibu itu lagi


Zahra lagi-lagi tersenyum, sambil mengambil dokumen yang berisi biodata legkap tentang dirinya dan menyerahkan nya kepada buk idah


"ini buk biodata lengkap tentang saya silakan ibu lihat" ucap zahra sambil memberikan dokumen itu dan di ambil oleh ibu itu, setelah beberapa menit ibu itu melihat nya


"kamu lulusan negara turki?" tanya ibu itu


"Alhamdulillah iya buk" ucap zahra sambil tersenyum


"hebat kamu nak, orang tua kamu pasti bangga sama kamu," ucap ibu itu yg penuh dgn kekaguman kepada zahra

__ADS_1


"terimah kasih buk" ucap zahra sambil tersenyum


"bagaimana buk, apakah sudah bisa kita mulai?" tanya zahra kepada buk idah, dan di anguki oleh buk idah


buk idah menceritakan semua nya dari sang mertua yg tidak perna menyayangi anak nya sampai suami nya meningal yaitu anak dari mertuanya itu


sang mertua sama sekali tak perna berkunjung melihat pemakaman suaminya untuk terahir kalinya sampai tiba2 setelah 5 hari kepergiaan suami nya, ibu mertuanya itu datang, meminta semua harta warisan peningalan suami nya


tapi mertua nya itu tak bisa karna di surat wasiat itu tertera nama anak nya yg akan menjadi ahli waris, maka dari itu ibu mertuanya ingin hak asu jatuh ke tangan nya


setelah selesai menceritakan semua nya zahra pun menganguk paham, "Yaudah ibu kasus ibu ini, nanti saya akan pelajari lagi, dan ini kartu nama saya di situ sudah tertera no ponsel saya" ucap zahra meneragkan


setelah selesai dgn klien nya zahra segera pergi menuju parkiran, zahra tak sadar bahwa ada sepasang mata yg dari tadi mengawasinya


"halo bos, org yang bos cari, saya berhasil Menemukannya" ucap pria yg mengawasi zahra


"Kamu terus awasin jangan sampai kehilangan jejak dan kamu sherlock lokasi nya sama saya" ucap pria dari sabrang telpon sana


"Maaf bos seperti nya dia akan pergi ke suatu tempat" ujar pria itu


"yasudah kamu ikuti jangan sampai ketingalan jejak, dan segera sherlok lokasi nya" peritah pria yang dari sabrang telpon sana


"baik bos" ucap pria itu dan segera mengikuti zahra


zahra pergi ke restoran nya, sesampai nya di sana zahra menghampiri melinda setelah berbincang-bincang mengenai masalh restorannya


"Zahra kok telpon ku ga di angkat sih di chat juga ga di bales" ucap melinda


"emang kamu nelpon?" tanya zahra yg masih mengotak atik laptopnya itu


"ih iya, nih lihat" ucap melinda sambil melihatkan ponsel nya ke zahra


"eh iya,, maaf mel, ponselku masih sama mas azam" ucap zahra


zahra hanya mengangkat bahunya saja


"Coba ceritain kenapa ponsel loh bisa sama ust azam?" tanya melinda


"ya gitu deh mel, pasal nya aku lagi chatan sama umi, aku ga tau kalo mas azam sudah berada di dalam kamar, terus dia ga percaya kalo aku lagi chatan sama umi" ucap zahra panjang lebar


"jadi karna itu ust azam ambil ponsel loh, zahra?" tanya melinda lagi


zahra hanya mengangukan kepala nya saja


"ih posesif banget suami loh zahra, takut banget kek nya loh di ambil orang hahahahah" ucap melindah di sertai tawa


zahra hanya tersenyum kecil menangapi nya


sampai tiba saat nya salah satu pegawai restoran menghampiri zahra dan melinda


"Permisi buk bos, di luar ada yang nyariin" ucap pelayan itu


"siapa" tanya melinda


" ga tau buk, pria tadi hanya menunjukan poto ibu bos saja" ucap pelayan itu


"hem atau jangan2 mas azam lagi_batin zahra"


"yaudah bilangin tunggu sebentar" ucap zahra


"baik buk" ucap pelayan itu dan segera meghampiri pria di sabrang sana


zahra pun pergi menemui pria yg di maksud

__ADS_1


"Yang mana orang nya?" tanya melinda kepada pelayan nya itu


"itu buk yang duduk di luar" ucap pelayan itu sembari menunjuk ke arah pria yg di sabrang sana


zahra pun meghampiri pria tersebut


dan zahra kembali terkejut dan tak menyagkah ternyata


"Fahri!" ucap zahra yg terkejut


"halo zahra," ucap fahri


"kamu kapan tiba di indonesia?" tanya zahra


"kemari, duduk lah dulu, nanti aku ceritakan semuanya" ucap fahri sambil menepuk kursi di sampingnya dan zahra pun duduk


"kamu......" ucap zahra terpotong


"kemarin aku datang zahra," ucap fahri "kamu apa kabar nya?" tanya fahri lagi


"alhamdulillah baik, kamu?" tanya zahra lagi


"baik juga," ucap fahri


"kamu kok bisa tau aku ada di sini?" tanya zahra


"iya biasa, tau dari anak buah" jawab fahri sambil tersenyum kecil


zahra hanya mengangukan kepala nya saja tanda mengerti, kalo memang fahri sangat mudah menemukannya karna fahri memang orang yg lumayan qo nnmampu hanya menemukan nya sjaa itu tugas kecil untuk seorang fahri


zahra dan fahri mengobrol membahas tentang mereka, tanpa sengaja di sabrang restoran sana ada sepasang mata yg melihat mereka dgn tatapan tajam


dan sepasang mata itu menelpon seseorang "halo bro, gue lihat istri loh lagi ngobrol tu sama seorang pria, terlihat sangat akrab banget" ucap zeen kepada azam


azam hanya menahan kesal nya saat mendengar zeen bilang zahra lagi ngobrol sama seorang pria asing,


"Zeen kamu bilang sama zahra, suruh dia pulang, bilang aku menungguh nya di rumah" ucap azam dan langsung mematikan ponselnya


zeen pun dgn segera menghampiri zahra dan fahri


"Zahra" ucap zeen


zahra menoleh ke arah zeen dan segera berdiri


"ehh zeen, kamu di sini" ucap zahra


"iya zahra, tadi azam menelpon dia bilang, dia menungguh kamu di rumah," ucap zeen


"oh iya, terimah kasih zeen" ucap zahra


zeen menatap fahri dgn intens begitu pun fahri sampai ahirnya zahra sadar bahwa zeen dan fahri saling melihat


"eh iya.....zeen kenaliin ini fahri temen aku di turki sekaligus di kampus" ucap zahra memperkenalkan fahri


"fahri ini zeen, pemilik cafe yang berada di sana" ucap zahra sambil menunjuk cafe di sabrang restorannya


mereka pun berjabat tangan dan setelah itu zeen pamit


"yaudah, zahra, fahri aku kembali ke cafe dulu" ucap zeen dan di anguki oleh keduanya


......................


heppy rending guys

__ADS_1


jangan lupa like n comment serta vote


__ADS_2