
#Rumah kiai kholik
"zam nanti malam kamu ikut, abah ke rumah sahabat abah" (ucap abah nya)
"Ada urusan apa bah( tanya azam)
"ya mau ketemu sama camer kak zam" (ucap aisyah)
"kamu anak kecil ikut campur urusan orang dewasa, sudah sana ambil dotan, terus nyusu dan tidur( ucap azam mengoda adiknya)
isyah : kaka pikir aq masih bayi apa, umi lihat tuh kak zam jahat sama isyah (rengek aisyah sama uminya)
abah : sudah.....sudah kalian ini, selalu bertengkar
isyah : kak zam yang mulai duluan bah, lihat saja nanti kalo kaka ipar sudah ada di rumah ini, nanti bakal aku aduin sama kaka ipar. (dgn menyilang kan kedua tangan)
azam : mana ada, kamu tau ga calon kaka ipar mu itu, lebih ganas dari singa, siap-siap nanti kalo dia dateng abis kamu (ucap azam senyum licik)
isyah : awas aja kaka nanti yah, bakal aku aduin (dgn penuh peringatan)
ummah : sudahh, kalian ini, isyah kamu pergi kedapur tanya mbok ijah apakah semua bingkisan nya udah siap?
isyah : baik lah umi
"zam kamu sudah perna bertemu sama anak sahabat abi, ustad mansyur?(ucap ummah nya)
"belum ummah"(ucap azam)
"tadi kamu bilang sama isyah"(ummah)
azam : cuma bercanda aja mah
Ummah : kamu ini selalu mengoda isyah, nanti malem bisa kan kamu ikut abah dan ummah pergi melamar anak ust mansyur?
azam : kalo nanti malem, kayak nya ga bisa mah, soal nya azam banyak jadwal hari ini
abah : yasudah lah mah kalo azam memang ga bisa to ini juga cuma lamaran, bukan pernikahan
setelah selesai berbicara abah pergi ke pondok pesantren , ummah pergi ke dapur dan azam pergi ke kantor
#restoran
Di restoran milik zahra,
para karyawan tengah sibuk dgn perkerjaan mereka masing-masing, dari membersihkan meja, para koki di dapur dan masih banyak lagi
zahra duduk di ruangan nya, di dampingi oleh melinda yang duduk di sofa, melinda bingung sama sikap zahra hari ini, zahra kebanyakan diem dan sama sekali tak peduli dgn apa yang di ucapkan oleh melinda
sehinga membuat melinda bertanya-tanya
" zahra kamu kenapa " (tanya melinda)
" ga papa mel " (ucap zahra dgn senyum terpaksa )
" zahra kalo punya masalah cerita dong, barangkali aku bisa bantu kamu " (melinda)
zahra hanya tersenyum, tanpa mengatakan apa-apa
" atau ada masalh sama kuliah kamu? " (tanya melinda lagi)
__ADS_1
zahra : bukan itu mel,,,, masalah nya
melinda : terus apa dong, ayolah cerita, tapi kalo kamu ga percaya sama aku, yaudah lah ga papa (dgn wajah sedih)
zahra : "bukan ga percaya mel, hemm (dgn menarik nafas) jadi gini abi dan umi mau aku nikah mel?
melinda : "whatttt(dgn wajah terkejut) kamu serius?
zahra : "iya (dgn wajah lesu)"
melinda : "alesanya apa terus kok bisa paman dan bibi mau kamu menikah, bukannya mereka tau kalo kamu masih kuliah?"
zahra : "haaa ga tauu lah mel, kepala ku pusing sama masalah perjodohan ini"
melinda : "terus cowok nya gimana, apakah rekan bisnis paman?"
zahra : "jadi itu anak sahabat abi mel, kata umi sih anak nya itu ustad terus CEO di perusahaan, dan umi juga bilang katanya ustad terkenal, dan parah nya lagi mell umur nya 25 tahun, parah kan"
melinda : "what...what..tunguh dulu, tadi kamu bilang ustad terkenal"
zahra hanya mengangukan kepala
" nama nya siap zahra " (tanya melinda)
" ga tau " (ucap zahra cuek)
"jangan-jangan ustad zaa"
"suttttt udalah mel aku ga peduli siap nama nya, dan ga mau tau" (ucap zahra dgn menutup mulut melinda)
melinda : yaudah iya,
zahra : sekarang mending kita pokus sama restoran, supaya bisa berkembang dan maju.
melinda : ok siap buk bos (dgn hormat kepada zahra)
umi nya, menelpon zahra untuk pulang sebelum malam, karna akan ada tamu yang datang, zahra sudah bisa menebak siapa tamu yang akan datang nanti malam, sudah di pastikan itu pasti keluarga yang ingin melamar zahra
zahra sudah mencoba berbagai alasan untuk menghindar ajakan umi nya dari mulai, alasan ada perkerjaan, sampai dia bilang akan menginap di rumah melinda, tapi semua alasan itu tetap saja hasil nya nihil.
terlihat di sabarang sana melinda, menghampiri zahra, kemudian dia bertanya ada apa dgn zahra,
zahra pun menceritakan ke pada melinda tentang perkataan uminya barusan
melinda pun bingung harus membatu zahra dgn cara apa, ahirnya melinda menyarankan supaya zahra mengikuti apa yang di kata kan umi nya barusan
"zahra menurut ku, sih kamu ikutin aja dulu perkataan bibi, siapa tau ini keputusan yang terbaik" (ucap melinda dgn mengusap pundak zahra)
"hemmm baiklah.....tapi aku punya rencana" (zahra tersenyum kecut)
"rencana apa?"(melinda)
"Ok aku akan, membuat keluarga sahabat abi, tak menyukai ku, sehinga dgn muda, aku tak perlu menolak perjodohan ini, ya karna otomatis jika keluarga itu tak menyukai ku, pasti perjodohan ini gagal" (ucap zahra dgn senyum licik)
sementara melinda hanya mengelengkan kepala nya, atas rencana licik zahra, bagaimana bisa zahra mau berbuat seperti itu, jika saja melinda yg di posisi zahra sudah pasti dgn senang hati dia menerima perjodohan ini
**
di tempat lain terlihat seorang CEO yang menyandarkan tubuh nya ke sofa karna baru selesai meeting, hari ini sangat melelah kan bagi azam, belum lagi nanti sore dia harus pergi ke masjid an-nur untuk mengisi acara ceramah di sana.
terdengar suara ketukan pintu
tok
__ADS_1
tok
"Masuk" (azam berbicara dgn suara berat )
seorang yang mengetuk pintu tak lain adalah daniel,
daniel menghampiri azam karna ada beberapa dokumen Yang harus di tanda tangani oleh azam
daniel melihat azam dgn raut wajah penasaran, apa yang terjadi dgn azam hari ini padahal di ruang rapat tadi azam masih baik-baik saja, daniel memberanikan diri untuk bertanya
"bos kenapa raut wajah mu di tekuk seperti itu" (ucap daniel)
"apakah mata dan bibir ku bertemu?(bukanya menjawab azam malah kembali bertanya kepada daniel)"
"maksud nya apa bos?aku tidak mengerti sama sekali perkataan bos yang penuh lika-liku(ucap daniel kembali bertanya ke azam)
"Sudahlah aku capek ngeladeni kamu, pergi sana (ucap azam dgn mengusir daniel)"
daniel pun hanya mengeleng, dan bergumam kecil, sebelum dia meningalkan ruangan azam, bukannya azam yang capek tapi daniel yang bingung,
**
di tempat lain yaitu di rumah ustad mansyur, Umi serta bik ijah dan para pelayan lain nya tengah sibuk melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan keluarga yang akan melamar zahra
zahra pun sampai di rumah nya dan langsung di suruh umi ke kamar untuk membersihkan diri serta bersiap-siap, dgn langkah gontai zahra menaiki anak tanga, dan menghempaskan tubuh nya di kasur, karna hari ini aktifitas nya begitu banyak sehinga membuat zahra sangat lelah
Setelah beberapa menit merebahkan tubuh nya, zahra memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri,
satu jam kemudian datang lah tamu yang di tunguh-tungu
yaitu keluarga kiai kholik, di sambut langsung oleh keluarga ust mansyur, dan di ajak ke ruangan tamu, mereka berbincang-bincang, sampai ahirnya Aisyah bertanya ke pada Umi sarah
"Bibi kaka ipar ada di mana (tnya aisya sambil celingak celinguk mencari ke beradaan zahra)"
"oh iya umi sara, kami sampai lupa apa tujuan kami datang kemari" (ucap ummah nisa)
"hahhah iya saking asik nya bercerita, sebentar yah aisya bibi pangil zahra dulu" (ucap umi, dgn pergi memangil zahra)
berapa menit kemudian terlihat gadis cantik menuruni anak tanga bersama dgn umi nya, zahra terlihat begitu cantik sehinga semua orang yang berada di ruang tamu sangat kagum akan kecantika zahra, aisyah pun mengagah dan tak berkedip sekali pun,
#Latifah qayla zahra
#author said : kira-kira begitu lah penampilan zahra, kalian bayangi ajaš¤
zahra duduk di samping abi nya dan uminya langsung memperkenalkan keluarga kiai kholik kepada zahra
zahra pun tersenyum melihat melihat orang yang sedari tadi memperhatikan nya yaitu aisyah
"Masya allah nak, Kamu cantik sekali"( puji ummah nisa)
"alhamdulillah bibi, terimah kasih" (ucap zahra tersipu malu, karna di puji)
"pangil ummah saja biar lebih akrap (ucap ummah nisa)"
zahra pun mengangukan kepala nya, aisyah pun angkat suara
"ummah bener, kaka ipar sangat cantik (puji aisyah)"
lagi-lagi zahra hanya tersenyum, dan membatin, (oh ternyata itu adik dari pria yang mau melamar ku, tapi tunggu dulu, di mana pria yg ingin melamar ku?(ucap zahra dlm hati)
......................
__ADS_1
*Mohon maaf apa bila ada kata-kata yang salah
heppy rending gays, semoga dalm keadaan sehat Aamiin*