My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
weekend


__ADS_3

setelah semingu semenjak abi zahra menelpon kini tiba hari libur, hari ini Zahra akan pulang ke indonesia, dia segaja tidak memberitahu orang tua nya, karna dia ingin memberikan surpraise,


sebelum memasuki pesawat zahra menyempatkan untuk menelpon sahabat nya yang tak lain Melinda.


drettt...


drettt..


Zahra : Assalamualaikum mel


melinda : waalaikumsalam zahra, tumben nelpon ada apa nih?(ucap melinda sambil menonton TV)


Zahra : iya nih mel, aq mau ngabarin hari ini aq pulang, bisa ga kamu menjemput aku di bandara?


Melinda : wah bisa dong, tapi ga lupa kan sama oleh-oleh nya?(ucap melinda sambil tersenyum)


Zahra : tenang aja kamu mel kalo soal oleh-oleh, oh iya nanti jangan kasih tau sama abi dan umi ya


Melinda : eee.. tunguh dulu, kamu ga kasih tau paman dan bibi kalo kamu pulang?


Zahra : ga mel kan mau kasih surpraise


Melinda : Hem... ok dehh


zahra : mel udah dulu yah pesawat mau berangkat ni, wassalamualaikum.


tutttttt.

__ADS_1


Melinda : waalaikumsalam, nih anak yah belum juga selesai ngomong mau langsung matiin aja emang ga perna berubah (ucapmelinda dgn raut wajah kesal)


#Perusahaan al-buchoiri grub



Seorang Asisten sedang sibuk dengan setumpukan dokumen dan berkas-berkas, yang tak lain daniel asisten azam. saat sedang sibuk dan mengotak atik laptop nya terdengar suara ketukan pintu


tokkk


tokkk


daniel : Masuk (masih fokus dgn laptopnya)


nabila : selamat siang pak, Pak direktur memangil pak daniel untuk segera ke ruangannya(ucap nabila selaku sekertaris direktur)


daniel : baiklah, nanti saya akan menyusul


daniel pun mengangukan kepala nya...


setelah di kira selesai dgn beberapa dokumen nya daniel pun pergi menemui azam yang tak lain direktur utama perusahaan


Lalu sampai lah danil di delan pintu


tok


tok

__ADS_1


Azam : Masuk ( dgn suara tegas dan lembut )


daniel : ada apa zam?


azam : apa jadwal hari ini?


daniel : ga ada zam, ada rapat sih tapi besok, kalo hari ini ga ada(ucap daniel dgn senyum)


azam : daniel, kamu ga bisa apa bicara to the poin aja, bicara kamu ini selalu muter2( dgn raut wajah. kesal)


daniel : loh kenapa emang ga ada yang salah to sama ucapan ku barusan?


azam : kamu bilang aja kalo hari ini ga ada jadwal meeting, udah kan, lagian aku ga nanya sama kamu besok ad ga jadwal meeting, dan pusing nya lagi di ahir kalimat kamu mengucapkan kalimat ga ada 2 kali (dgn wajah masih kesel)


daniel : Astaghfirullah zam, kamu ini selalu ga perna berubah( dgn wajah heran)


azam : kamu ga perna berubah


daniel : sudah...sudah aku males to berantem sama kamu, capek aku iki, dengeri kau ngoceh2 tak jelas,


azam : ternyata bukan hanya ucapan mu yang tak perna berubah, tapi bahasa mu juga ga bisa dimengerti


daniel : yasudah terserah kamu lah bos,


hening beberapa saat, azam membereskan dokumennya dan hendak pergi, daniel pun tak banyak bicara dia berjalan di belakang azam,


saat tiba di parkiran azam memasuki mobil dan diikuti dgn daniel yang duduk di pingir azam dgn mengemudi,

__ADS_1


daniel bingung sama sikap azam hari ini, dia bahkan tak berani bertanya mau kemana, hening beberap menit azam pun bicara


"pergi ke cafe"(ucap azam singkat)


__ADS_2