My Ustad, My Possesif

My Ustad, My Possesif
tidur


__ADS_3

setelah selesai berpamitaan ahirnya mereka pun pulang


azam bersama dgn zahra duduk di belakang sementara mang ujang selaku supir duduk di depan (yaiyalah mang ujang duduk di depan masa dia supir duduk di belakang juga, dasar author 😅)


di teras terlihat seorang pria paru baya sedang menangis yang tak lain ustad mansyur


"Kenapa abi di teras malem-malem begini nanti masuk angin ayo bi kita masuk" ajak umi sarah


"Umi sekarang zahra sudah menjadi istri seseorang padahal baru kemaren abi masih mengendong dia" ishak tangis abinya


"abi harus ikhlas, anak perempuan memang begitu, pasti akan berpisah sama kedua orang tua nya" ucap umi sarah


"abi iklas melepas zahra, tapi abi masih tidak menyagkah kalo zahra sudah menikah" ucap abinya lagi


"sudah bih ayo kita masuk, cuacanya sekarang tidak baik" ajak umi sarah kepada ustad mansyur


**


di tempat lain sudah sampai pasangan pengantin azam dan zahra memasuki halaman rumah, dan di sambut oleh ke dua orang tua azam berserta para maid nya


"Selamat datang kembali nak," ucap ummah nisa kepada zahra sambil merangkul pundak sang menantu "ayo silakan masuk" ajak nya lagi


zahra hanya tersenyum melihat sikap sang mertua


"kamu istirahat lah zahra, kamu pasti capek, Wati kamu anter zahra ke kamar azam " perintah ummah nisa kepada salah satu maidnya


"baik nyonya, ayo non" ajak bik wati kepada zahra, zahra pun lagsung ikut bik wati karna memang dri tadi zahra gerah sama gaun nya itu


di dalam kamar sudah di dekorasi seperti kamar pengantin baru koper zahra pun sudah ada di kamar itu


"Silakan non zahra, kalo begitu saya pamit undur diri jika non butuh sesuatu pangil saja saya non" ucap bik wati sebelum meningalkan kamar azam


"iya, terimah kasih bik wati" jawab zahra


Zahra pun melihat sekeliling kamar itu yang cukup indah dan tak kalah besar dari kamarnya, sampai ahirnya dia pergi ke kamar mandi


tapi belum sempat pergi ke kamar mandi dia mendengar suara air, zahra sudah bisa menebak pasti d dalam kamar mandi itu ada azam

__ADS_1


sementara menungguh azam selesai, zahra berusaha membuka reseleting gaun nya itu di belakang, tapi tangan zahra tak sampai,


azam yang baru keluar dari kamar mandi dgn pakaian lengkap, melihat zahra yang seperti kesusahan


"butuh bantuan?"tanya azam sambil mengerigkan rambutnya mengunakan handuk


"tidak" tolak zahra dgn cepat "aku akan menmangil bik wati saja" ucap zahra dan lagsung pergi meningalkan kama


sementara azam hanya tersenyum kecil melihat tigkah laku sang istri


beberapa menit kemudian zahra kembali ke kamar dgn seorang diri dgn raut wajah sedih, azam pun bingung


"bik wati nya ada?" tanya azam


"bik wati ada, tapi di dapur ada mang ujang, aku gengsi kalo harus minta tolong, apalagi ada mang ujang, para maid yang lain juga sepertinya sibuk" tutur zahra dgn wajah sedih


"Butuh bantuan" tawar azam lagi " kalo ga aku mau pergi" ucap azam lagi


"tidak" tolak zahra dgn cepat


"yasudah" ucap azam dan langsung mau pergi beberapa lagkah azam pergi zahra meghentikan nya


azam pun membalikan badan nya


"kenapa?" tanya azam


"itu...mas azam bisa bantu ga" tanya zahra "tapi dgn menutup mata" pinta zahra lagi


azam hanya tertawa di dalam hati atas sikap kewaspadaan sang istri "hem..kemari" titah azam


zahra pun lagsung mendekat belum sempat azam memegang reseleting, "mas ga boleh buka mata, nanti dosa" peringatan zahrah kepada azam


azam pun hanya meghela nafas beratnya


"mau di bantuiin ga?" tanya azam lagi


"mau" ucap zahra sigkat "kalo mau diem aja" ucap azam dgn tegas setelah reseleting terbuka zahra lagsung membikan badan nya meghadap ke arah azam "terimah kasih mas" ucap zahra

__ADS_1


azam tak membalas ucapan dia hanya diam "maslaah dosa atau ga nya kita sudah menikah" tutur azam dgn tegas


zahra pun lagsung masuk ke kamar mandi, dia sudah tak memperduliakan perkataan azam lagi, karna memang sudah tak tahan lagi memakai gaun tersebut


setelah beberapa menit mandi di kamar mandi ahirnya zahra telah selesai zahra keluar mengunakan piyama tidur, dan membiarkan rambut nya tergurai


saat beberapa lagkah, zahra kaget melihat azam yang sudah ddudk di kasur sambil membaca berkas-berkas, azam pun tak kalah kaget melihat zahra yang tak menutupi rambut nya


"Astaghfirullah mas azam" teriak zahra histeris dan lagsung menutupi kepala nya dgn handuk yang di peganganya tadi "mas azam kenapa masih di sini" ucap zahra lagi


"salah kamu sendiri ga waspada, terus siapa suruh ga pake kerudung" ucap azam yang tak mau kalah


"Loh tadi kan mas azam bilang mau keluar, aku fikir mas masih di luar," tanya zahra lagi


"ya memang, aku dari ruang kerja dan baru sampai di kamar" ucap azam lagi


"huuu..terserah kamu lah mas" ucap zahra pasrah


"setelah selesai membereskan baju dalam koper nya kini zahra mau cepat2 tidur pasalnya dia sangat lelah dan capek, tapi dia bingung harus tidur di mana, karna di kasur sudah ada azam


"Mas" ucap zahra lembut


azam tak menjawab dia hanya berdehem sjaa


"aku tidur nya di mana mas?" tanya zahra dgn muka polosnya " terserah kamu" ucap azam yang masih pokus ke dokumen2 nya


zahra naik ke atas kasur dan mengambil guling sebagai pembatas antara dia dan azam, belum beberapa menit guling itu pun di lempar azam ke lantai " kenapa harus ada pembatas, tenang saja aku ga akan ngapa ngapaiin kamu" ucap azam dgn tegas


"bukan begitu mas tap...." ucap zahra terhenti "sudah tidur sana" titah azam kepda zahra


zahra turun dari kasur dan mengambil guling yang sempat di lempar azam ke lantai tadi, dan menarok nya kembali di tengah2 mereka dan untuk yg ke dua kali nya azam pun melempar guling itu


"Kamu ga inget pesen abi, kalo ga boleh ngebantah perintah suami" ucap azam dgn tegas sehinga membuat keberanian zahra meghilang


"ma...maaf mas aku......" ucap zahra terpotong


"sudah tidur sana" ucap azam lembut, karna melihat wajah zahra yang begitu mengemaskan sehinga dia tidak tega memarahi zahra

__ADS_1


......................


heppy rending guys


__ADS_2