NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
10


__ADS_3

Hingga masuk di bulan ketiga ternyata daniel kembali berbuat ulah, tepat pukul 02:30 daniel pulang kerumah dengan keadaan mabuk dan memaksa caca membuka pintu kamar yang berisikan aku dan caca lalu dirinya juga menggemis untuk segera di maafkan oleh caca.


aku dan caca yang saat itu baru menyelesaikan sholat malam kami saat itu dan tentu kami dibuat terkejut dengan kegaduhan tepat didepan pintu kami.


dengan sigab kubuka pintu kamar ketika pintu terbuka lebar maka terlihatlah daniel yang berpenampilan aut-autan dan ternyata Daniel tidak sendiri karena ada beberapa temannya yang membantunya.


jangankan untuk berdiri tegak membuka mata saja sepertinya tidak bisa walau begitu mulutnya terus merancau meminta untuk dimaafkan bahkan kini Daniel sudah bersimpuh dikaki Caca dengn deru tanggis yang sangat memilukan disertai rancauan yang tidak jelasnya itu.


lagi-lagi daniel menggundang perhatian semua keluarga termasuk para pekerja rumah kami, tidak hanya itu danisa yang melihat saudara kembarnya menanggis meraung malah memilih ikut bersujut dihadapan caca dan meminta hal yang sama.


melihat itu semua pekerja rumah kami ikut meneteskan air matanya begitu pun dengan caca tapi tidak untuk Fatih, Fatih malah menunjukkan ekspresi ngeri akan apa yang dilakukan kedua saudaranya namun aku yakin dibalik itu semua dirinya akan berpikir kembali untuk memiliki masalah dengan sang Ati.


air matanya memang ikut menetes tapi ternyata memang pada dasarnya caca itu keras kepala dengan kasar caca melepas dekapan daniel dan Danisa pada kedua kakinya dan memilih untuk membalikkan badannya memasuki kamar tidur kami.


Daniel yang hangover ternyata tidak menyulitkannya untuk memeluk caca dari belakang. aghh aku seakan menonton serial film Ada Apa Dengan Cinta yang entah dimana ujung dari permasalahan mereka ini. namun baru saja caca akan melepaskan pelukan Daniel daniel sudah tumbang dengan sendirinya dan tidak sadarkan diri.


hal itu tentu membuat kami semua panik termasuk teman-teman Daniel yang sedari tadi jadi penonton tambahan diacara reality drama milik keluarga Adipatih.


dengan sigab mereka memindahkan daniel keruang keluarga lalu dibaringkan disana. beberapa pembantu menggambilkan barang-barang yang dibutuhkan daniel seperti baskom kecil untuk menampung muntahan daniel, minuman untuk menghilangkan rasa mabuk hingga pakaian ganti untuk daniel.


akhirnya semua orang sibuk menggurusi daniel dipagi buta tapi itu tidak untuk Caca dan Fatih. Fatih memilih melanjutkan tidurnya karena dirinya akan melakukan UN dan caca juga memilih demikian.


iya caca malah tertidur dengan sangat pulas dikasur kecil yang sudah kami tempati hampir tiga bulan ini. salahku yang memaksa caca melayaniku beberapa ronde sebelumnya dan kami hanya tidur selama saru jam untuk melakukan sholat malam, wajar sih dirinya kelelahan tapi.. agh itulah istriku dengan segala keabsurtrannya.


Daniel benar-benar mabok hingga tak terkendali namun dalam otak juga hatinya dia sedang memikirkan Atinya yang sangat jahat jadi itulah yang membuatnya terus menggigau tidak jelas dan terus berteriak memanggil Atinya.


setelah terlelap dengan nyaman teman-teman daniel pamit pulang begitu pun dengan yang lainnya, semua kembali menyibukkan diri dengan membersihkan diri lalu menggerjakan pekerjaannya masing-masing.


pukul 1 siang lebih daniel dan danisa sudah berada di meja makan menanti makanan disiapkan untuk mereka. Xkuperhatikan wajah yang cemberut sambil memainkan sendok dan garpu ditangannya ahh mereka pasti berharap jika setelah kejadian tadi subuh mampu meluluhkan hati wanita gila itu.


tak kunjung menampakkan dirinya akhirnya aku Daniel, dan Danisa memulai makan, baru juga tiga kali aku menyendokkan makanan ke mulutku tiba-tiba terdengar suara Fatih memasuki rumah dan tidak lama dirinya sudah berada dihadapan kami semua dengan wajah lesunya.


Disaliminya kami bertiga lalu Fatih akhirnya duduk ditempat yang memang khusus untuknya di sebelah Danisa. belum selesai Fatih menyendokkan lauk ke piringnya sang pengguasa datang dengan telpon dikuping kanannya. kami semua sempat terpaku memperhatikan caca yang menelpon dengan wajah jengahnya.


Aku tidak tahu caca sedang berbicara dengan siapa tapi melihat dirinya hanya menggumam membalas ucapan dari sang penelpon aku yakin itu salah satu kerabat dari orangtua angkatnya, wajahnya terlihat sangat jenuh hingga dengan cara kasar dirinya mematikan telpon secara sepihak padahal sang penelpon terdengar sayup-sayup masih menggocehkan sesuatu tapi itulah dia, caca dan kuasanya.


"Siapa ti?"tanyaku lembut

__ADS_1


"biasa dim, heran gua hidup gua kok gini baget"


"Api, Ati, Api" tegurku menaksanya memanggilku dengan sopan.


"mmm" gumamnya tidak jelas.


"kenapa?" tanyaku lagi dengan suara lembut agar tidak memancing amarahnya


"tau tuh mereka, gila ya anaknya yang pengen sekolah gua yang bayarin, anaknya masuk rumah sakit gua yang kena strok wong ternyata mereka bohong, besok-besok gua ngak tahu alasan apa lagi yang mereka pake tuk nguras gua. jangan-jangan besok dia yang mati gua yang dikuburin" katanya dengan sekali tarikan nafas mengeluarkan semua amarahnya pada keluarga angkatnya itu.


mendengar itu tentu Fatih tertawa terbahak dengan sangat bahagianya sedangkan daniel dan danisa hanya menuntuk menyembunyikan senyuman mereka.


agh inilah dia senang rasanya mendengar amukannya lagi setelah sekian lama selalu bertingkah formal jika kami semua berkumpul bersama.


ya caca memang seperti itu keluarga angkatnya terus saja menggusik hidupnya yang terbilang berkecukupan. ketika mereka tahu perusahan itu dibalik namakan menjadi miliknya aghh semakin gencarlah mereka menelpon caca hanya untuk ini itu yang sangat jelas arah tujuannya.


apa lagi kalo bukan meminta uang sebagai ucapan terimah kasih untuk sudah menggakui caca sebagai keluarga mereka dulu. huh memang jika menggingat kehidupan caca dulu cukup sulit hingga saat ini.


kami semua cukup lama terdiam, lalu tiba-tiba dering telpon mengintrupsi kegiatan makan kami. caca sudah hampir saja membanting gadednya ketika tahu siapa yang menelponnya tapi tidak jadi, mungkin tiba-tiba nominal uang yang dikeluarkan untuk gadget canggih itu menyadarkannya sehingga dirinya hanya menolak panggilan itu dan mengelus-ngelus gadgednya dengan sayang.


"berani bayar berapa kamu?" tanya caca dengan angkuhnya sungguh percakapan mereka sangat ambigo layaknya cabe-cabean dan om-om nakal.


"ati" rayu fatih manja pada caca dan semua itu tidak lepas dari perhatian danisa dan daniel.


sejak tamat SMA daniel sudah tidak bermanja-manja lagi pada caca dan kini melihat fatih melakukannya dihadapannya tentu membuatnya cemburu.


"hari gini gratis? ogah banget"


"mm ati belum kasi titi uang upah angkut sayur kemarin ya, jadi Ati juga ngutang sama titi" ancam fatih lebih galak dibanding caca


"itu tidak seberapa ya?"


"itu tetap hutang Ati?"


"mmm"


"jadi kapan ati bayar" palak Fatih sambil menggadahkan tangan

__ADS_1


"nanti kalo ati dari kamar"


"okey"


"clear kan? kenapa masih natap ati kayak gitu" ujar mereka sahut-sahutan seakan hanya ada mereka di ruang ini.


"temani Titi tidur ya?"


"bayar pake coklat 2 batang atau tidak sama sekali"


"satu aja ya?" Ujarnya setelah berpikir panjang.


"no"


"Satu aja yayyaya ati yang paling cantik deh" Rayunya sambil memainkan mata genit.


"Amu tahu itu tapi rayuanmu tidak mempan anak muda"


"oke, oke ati menang" kata Fatih lesuh, aksi tawar-menawar mereka akhirnya menemukan dealnya juga. setelah makan caca mengikuti langkah fatih menuju kekamar fatih.


jika kalian bertanya apa yang mereka lakukan, ya tentu saja mereka akan bermesraan layaknya ibu dan anak. iya fatih akan berbaring lalu meminta caca mengelus-ngelus kepalanya hingga tertidur.


sebenarnya bukan cuman fatih sih daniel jga dulu seperti itu, malah lebih parah daniel. daniel jika manjanya kumat tidak akan menggenal tempat dan waktu. dirinya akan menemui Atinya kapanpun itu dan dengan posisi apa pun dirinya bisa tertidur asal dikeloni oleh caca tapi itu dulu.


sudah cukup lama mereka dikanar fatih, karena tidak kunjung juga caca kembali kekamar kami akhirnya aku menyusul mereka namun belum juga aku berdiri tepat didepan pintu kulihat daniel sedikit mengintip fatih dan caca melalu cela pintu yang sengaja tidak ditutup rapat.


agh itu adalah waktu terpanjang daniel beritengang dengan caca dan setelah itu boro-boro ingin protes daniel malah selalu menyodorkan dirinya pada caca.ada saja tingkah daniel yang membuat caca memperhatikannya.


itu juga mereka berbaikan karena Daniel kecelakaan, jikalah tidak aku yakin tidak akan menemukan ujungnya. iya, daniel kecelakaan ketika sementara dalam keadaan mabuk tapi tetap memaksakan dirinya untuk menggendarai mobil menuju jalan pulang. tidak jauh dari kompleks kekediaman kami daniel menabrak pembatas jalan. ya namanya seorang ibu sekeras apapun hatinya ketika melihat buah hatinya terluka tentu dirinyalah yang pertama kali merasakan sakit jadilah dengan tidak secara resmi caca memafkan daniel kala itu.


daniel yang mendapatkan kasih sayang atinya ternyata sangat melunjak dirinya malah sangat beta untuk menggurung dirinya di rumah sakit demi mendapatkan segala perhatian caca tapi sialnya aku yang sangat merasakan imbas dari perbuatan Daniel itu. Daniel dirawat selama dua minggu d rumah sakit dan selama dua minggu itu pula daniel enggan berpisah dari caca dan hal itu membuatku juga harus terjebak dirumah sakit dan tidur disofa terpisah dengan caca.


boro-boro mengasa perkutut memeluknya saja kala itu, tidak diizinkan oleh daniel aghh sungguh aku merutuki perbuatan daniel yang memaksaku berpuasa panjang. jika boleh kuulang kisah itu, mungkin tidak akan membiarkan daniel meninggalkan rumah cukup aku yang memukulinya hingga babak belur juga dia akan masuj rumah sakit kok.


aghh tapi sudahlah itu dulu dan tidak akan kubiarkan terulang kembali. Daniel tetap dikuliahkan tapi hanya di Universitas ternama di Indonesia begitu pun dengan Danisa.


Danisa masih mending karena hanya dipaksa mengikuti Daniel untuk menggambil jurusan Ekonomi, bedanya Danisa sedikit diistimewakan karena diperbolehkan menggikuti kelas make up, kelas desainer, dan menggikuti perlombaan modelling diwaktu-waktu kosongnya sedangkan Daniel, disela-sela waktu kosongnya Caca tetap memerintahkan daniel untuk bekerja di perusahaan dan tentu saja tetap menjadi jadi Office boy.

__ADS_1


__ADS_2