
Hingga masuk di bulan ketiga ternyata daniel kembali berbuat ulah, tepat pukul 02:30 daniel pulang kerumah dengan keadaan mabuk dan memaksa caca membuka pintu kamar yang berisikan aku dan caca lalu dirinya juga menggemis untuk segera di maafkan oleh caca.
aku dan caca yang saat itu baru menyelesaikan sholat malam kami saat itu dan tentu kami dibuat terkejut dengan kegaduhan tepat didepan pintu kami.
dengan sigab kubuka pintu kamar ketika pintu terbuka lebar maka terlihatlah daniel yang berpenampilan aut-autan dan ternyata Daniel tidak sendiri karena ada beberapa temannya yang membantunya.
jangankan untuk berdiri tegak membuka mata saja sepertinya tidak bisa walau begitu mulutnya terus merancau meminta untuk dimaafkan bahkan kini Daniel sudah bersimpuh dikaki Caca dengn deru tanggis yang sangat memilukan disertai rancauan yang tidak jelasnya itu.
__ADS_1
lagi-lagi daniel menggundang perhatian semua keluarga termasuk para pekerja rumah kami, tidak hanya itu danisa yang melihat saudara kembarnya menanggis meraung malah memilih ikut bersujut dihadapan caca dan meminta hal yang sama.
melihat itu semua pekerja rumah kami ikut meneteskan air matanya begitu pun dengan caca tapi tidak untuk Fatih, Fatih malah menunjukkan ekspresi ngeri akan apa yang dilakukan kedua saudaranya namun aku yakin dibalik itu semua dirinya akan berpikir kembali untuk memiliki masalah dengan sang Ati.
air matanya memang ikut menetes tapi ternyata memang pada dasarnya caca itu keras kepala dengan kasar caca melepas dekapan daniel dan Danisa pada kedua kakinya dan memilih untuk membalikkan badannya memasuki kamar tidur kami.
aghh aku seakan menonton serial film ADA APA DENGAN CINTA yang entah dimana ujung dari permasalahan mereka ini. namun baru saja caca akan melepaskan pelukan Daniel daniel sudah tumbang dengan sendirinya dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
hal itu tentu membuat kami semua panik termasuk teman-teman Daniel yang sedari tadi jadi penonton tambahan diacara reality drama milik keluarga Adipatih.
dengan sigab mereka memindahkan daniel keruang keluarga lalu dibaringkan disana. beberapa pembantu menggambilkan barang-barang yang dibutuhkan daniel seperti baskom kecil untuk menampung muntahan daniel, minuman untuk menghilangkan rasa mabuk hingga pakaian ganti untuk daniel.
akhirnya semua orang sibuk menggurusi daniel dipagi buta tapi itu tidak untuk Caca dan Fatih. Fatih memilih melanjutkan tidurnya karena dirinya akan melakuan UN dan caca juga memilih demikian.
iya caca malah tertidur dengan sangat pulas dikasur kecil yang sudah kami tempati hampir tiga bulan ini. salahku yang memaksa caca melayaniku beberapa ronde sebelumnya dan kami hanya tidur selama saru jam untuk melakukan sholat malam, wajar sih dirinya kelelahan tapi.. agh itulah istriku dengan segala keabsurtrannya.
__ADS_1
Daniel benar-benar mabok hingga tak terkendali namun dalam otak juga hatinya dia sedang memikirkan Atinya yang sangat jahat jadi itulah yang membuatnya terus menggigau tidak jelas dan terus berteriak memanggil Atinya. setelah terlelap dengan nyaman teman-teman daniel pamit pulang begitu pun dengan yang lainnya, semua kembali menyibukkan diri dengan membersihkan diri lalu menggerjakan pekerjaannya masing-masing.