NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
17. DIMAS P.O.V


__ADS_3

Pagi ini kupaksa caca ikut makan di meja makan. dimeja ini telah berkumpul kami berlima, ketika kami sedang sarapan kutanya kepada caca kenapa dirinya lagi-lagi berlaku tidak adil pada fatih namun dengan tenangnya caca berkata


"Fatih itu anak kandungku, darah yang mengalir dari Fatih itu darah orang miskin jadi jika pun dirinya bisa sukses itu karena kerja kerasnya bukan karena hasil warisan"


kalimat itu tentu menohok perasaan Daniel dan Danisa, bagaimana tidak. selama ini caca dengan bangga selalu bengakui dihadapan orang lain jika dirinyalah yang menggandung Danisa dan Daniel tapi kini dengan jelas dirinya menjelaskan jika itu hanya tipuan belaka lalu caca juga dengan gamblangnya mengatakan jika hanya fatih anaknya dan kini hanya Fatih yang diharapkan sukses dengan caranya sendiri.


Kala itu Daniel hanya menundukkan pangannya, enggan bersitatap dengan Caca. tahukan rasanya jika kau sangat menyayanggi orang itu tapi tiba-tiba orang itu dengan terang-terangan menunjukkan kebenciannya padamu!.


tentu daniel merasakan kekosonggan dan selalu terpojokkan apa lagi kini caca meninggalkan kamar tidur kami lalu memilih tidur di salah satu kamar pembantu sehingga menambah rasa bersalah Daniel apa lagi Danisa ikut menyalahkan Daniel karena kini Danisa ikut terseret masalah dan diacuhkan oleh Caca.

__ADS_1


tidak hanya itu, karena aku juga terkena imbasnya karena sudah terbiasa bersama caca, aku memaksakan diri ikut pindah kekamar pembantu yang tidak seberapa jika dibandingkan kamar tidur kami yang sebenarnya.


semua mewah benar saja mereka terima, mulai dari kendaraan sport yang sangat diidam-idamkan daniel, gold cart dengan dominal tak terhingga, debit plush debit sebagai pelengkap begitu pun Danisa, danisa mendapatkan sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan daniel namun mereka berdua malah menanggis tersedu-sedu bukannya bergembira karena terlepas dari semua aturan caca.


iya caca memberikannya dengan cara yang sangat sopan layaknya pelayan hal itu tentu saja terlihat aneh untuk mereka lalu ketika mereka ingin meminta maaf dan memeluk caca, caca memundurkan tubuhnya dan menjaga jarak dengan mereka.


ditolak secara tidak langsung tentu saja membuat mereka semakin meneteskan air mata. mereka berdua sudah sangat tergantung dengan caca dan kini caca menunjukkan jika dirinya sudah tidak punya kewajiban apapun lagi. aghh ingatkan jika caca itu keras kepala aku sudah beberapa kami membujuknya untuk memaafkan mereka. aku berkata


"kurang lunak apa aku selama ini?"

__ADS_1


"mereka masih sangat muda, sedang diambang ambisinya memang jadi tolong mengerti mereka ya?"


"kurang mengerti apa aku selama ini?"


"caca istriku adalah wanita terbaik yang ku punya tapi anak-anak kan tidak seperti istriku jadi bisa bersabar dan tuntun mereka sepertimu tidak?"


"mereka tidak akan jadi apa-apa kalo bukan dimulai dari kesadaran mereka sendiri"


"tolonglah ca, maafkan mereka ya?" bujurkku tapi caca malah berkata

__ADS_1


"aku sudah memafkan mereka, tapi aku takkan menggalah pada mereka"


semua itu berlanjut dibulan kedua. Daniel dan Danisa selalu menarik perhatian Caca namun hasilnya selalu sama yaitu diacuhkan oleh caca lagi, lagi dan lagi.


__ADS_2