NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
28. CACA P.O.V


__ADS_3

Daniel itu, anak yang sangat memuja laut. hal itu terjadi semenjak pertama kali kubawa iya pergi jauh meninggalkan rumah lalu kukenalkan tempat luas tak berdinding bernama laut, kala itu DanielĀ  seakan menggenal dunia lain hingga dirinya sangat mencintai pantai.


ketika kubawah tubuhnya ke bibir pantai Daniel akan duduk di pasir tanpa alas dirinya akan terdiam cukup lama memperhatikan gulungan-gulungan ombak yang mencoba menyapu bibir pandai tanpa bergerak sedikitpun.


Daniel tidak akan peduli dengan panasnya terik matahari atau ributnya suara ombak yang berbenturan dengan batu karang.


ya laut seakan menjadi kecintaan Daniel. laut seakan memanggil jiwanya yang penuh kebebasan dan seolah menantang Daniel untuk menghancurkan setiap gulungan ombak. dirinya bahkan pernah bercita-cita akan menjadi pelaut yang akan mengarungi dunia dengan kapal besar namun keinginannya itu kutepis sedini mungkin.


sedari keci daniel sangat suka pantai, bahkan jika keluar kota dan melewati pantai kami kudu dan wajib untuk singgah lalu membiarkan daniel bermain air, jika ditentang daniel akan menangis hingga keder lalu jatuh sakit jadi dengan terpaksa kami harus singgah lalu bermain air bersama daniel terlebih dahulu.


sebenarnya Dimas tidak suka kegiatan itu karena jelas menghalangi kegiatannya namun mau dikata apa, aku lebih suka membuat anak-anakku bahagia dibanding menuruti keinginan dimas jadi mau tidak mau dimas ikut dan membiarkan saja walau wajahnya nampak masam.



dari tahun ketahun kebiasaan dan keinginan daniel tetap sama, Daniel memang benar-benar egois jika sudah memiliki keinginan.




Daniel serasa punya dunia sendiri ketika telah berada di Pantai, dia sangat suka dengan suara ombak, aroma pantai dan pasir yang sangat banyak sehingga walaupun dimas yang menegur atau mencoba menghentikannya dia tidak peduli, dia akan tetap bermain, berlari juga mandi hingga benar-benar mentari telah terganti

__ADS_1



kian kemari kian menunjukkan karakter daniel, daniel adalah sosok yang suka keramaian, keindahan alam juga orang bebas dan laut yang luas adalah kebebasan menurutnya karena batasnya tak terjangkau mata.


dari kebebasan itu pula menjadikan Daniel anak yang nakal, manja, egois dan paling sulit diatur walau begitu diantara mereka aku paling perhatian pada Daniel.


baik aku, maupun Dimas terkadang di buat kalang kabut jika tak menggawasinya, jiwa pemberontak dalam daniel sudah terlihat jelas kala usianya 7 tahun dan semakin berkembang setiap harinya.


Daniel tumbuh menjadi lelaki gentel menurut teman-temannya, itu menurut mereka tapi menurutku dia itu sumber masalah, bagaimana tidak lah namanya pernah memenuhi buku ruang BK kok.


semua gurunya selalu mengeluh hal yang sama, entah itu Daniel yang selalu boloslah, daniel mempermalukan guru, Daniel berkelahi dengan kakak kelas hingga Daniel membuat anak gadis menanggis karena Ditolaklah, tapi yang lebih parah adalah saat daniel menceburkan seorang gadis di kolam renang sekolah, lalu sialnya sang gadis tidak tahu berenang dan hampir mati dan 1 lagi, dengan rasa tidak bersalahnya daniel pernah memandikan seorang gadis dengan air comberan yang seharusnya menjadi bahan terlitian mereka.


pokoknya macem-macem deh, bahkan ada momen dimana salah satu orangtua temannya datang dan menuntut anak gadisnya dinikahi oleh daniel.


Dimas malah tertawa bahagia bahkan dengan bodohnya Dimas berkata pada orangtua si gadis bahwa


"kau datang menggamuk karena tidak terima anakmu dilecehkan atau menyodorkan anak sebagai jaminan agar perusahaanmu bisa maju karena menjadi besan keluarga Adipatih?"


entah bagaimana hal itu terselesaikan pokoknya Daniel tidak menikah kala itu, Dimas bahkan memenjarakan orangtua si anak dengan tuduhan pencemaran nama baik dan peneroran pada anak dibawah umur.


Daniel itu bukan anak yang bisa tenang disuatu tempat, dia juga tipekal yang mudah bosan sehingga sedari SD dia beberapa kali lompat kelas dan usianya baru 12 tahun ketika dia sudah berstatus anak SMA kelas 3.

__ADS_1


bukan salah Daniel si sebenarnya yang suka tidak betah dengan pelajarannya, sedari dini Dimas sering mengganjarkan sesuatu yang bertolak belakang dengan tingkat sekolah mereka, selain itu juga guru les mereka kadang angkat tangan dan tidak menyangka jika anak seusia mereka mampu menggerjakan pelajaran anak SMA padahal kala itu mereka masih berseragam putih merah.


Danisa jelas marah karena kelakuan Daniel itu membuatnya harus meninggalkan teman-temannya lalu mencari teman baru tapi dengan keterpaksaan Danisa ikut juga bersama Daniel, Untung mereka cerdas jadi dia bisa mempertanggung jawabkan keinginannya jika tidak, duh baru masuk TK Daniel dah ngak mau sekolah.


Danisa dan Daniel sangat bertolak belakang, Danisa itu orang yang sangat menikmati kebersamaan dengan teman-temannya tapi mau tidak mau Danisa terpaksa mengikuti jejak Daniel melompati beberapa kelas karena katanya ngak suka kalo sekolah mereka berbeda dan harus menggalah untuk siapa yang lebih dulu diantar.


Kalimat Danisa yang membekas dimemoriku yaitu ketika dia dengan wajah sendu dan air mata yang sudah mengalir berkata


"Kau tidak tahu pentingnya masa sekolah Daniel, toh SMP - SMA itu cuman makan waktu 6 tahun, apa susahnya sih ngejalanin kayak orang normal?" lalu dibalas


"cuman katamu?"


"ya karena emang 6 tahun kan?"


"lo ngak bosan dengerin sesuatu yang jelas udah lu pelajari dan hatam pake banget dirumah tapi disekolah baru perkenalan ha?" jelas daniel angkuh


"gue tahu otak lo encer tapi sisa duduk tenang atau pura-pura mati dikelas kan bisa?"


"sorry itu bukan gue banget" kata Daniel


ketika kutanya kenapa harus cepat menyelesaikan pendidikannya dia berkata

__ADS_1


"biar bisa hidup bebas dan menjadi perselancar yang hebat"


nah hal ini jelas bertolak belakang dengan pemahaman dan impian masa depan yang telah kususun jauh-jauh hari untuk daniel dan dari hal inilah perdebatanku dengan Daniel dimulai.


__ADS_2