
Ini aku Danisa Dirga Adipatih, Kini usiaku beranjak 23 tahun. diusiaku saat ini aku memulai karirku dengan bekerja di perusahaan milik api bersama Daniel.
iya kami berkerja di tempat yang sama tapi bedanya daniel sudah bekerja sejak kami masih duduk di bangku SMA sesangkan aku baru memulai karirku di dunia kerja ketika aku telah menyelesaikan pendidikan S2 ku.
sekarang Daniel sudah menjabat menjadi CEO sedangkan aku hanya bekerja sebagai staf akuntan biasa, jika kalian bertanya irikah aku maka jawabannya tidak, kenapa? karena ada harga mati yang daniel bayar untuk berada diposisinya sekarang aku jelas tahu bagaimana jatuh bangunnya Daniel hingga berada di posisinya sekarang.
ditahun selanjutnya dia dipercaya menjadi pemegang kunci bagian gudang penyimpanan berkas-berkas penting, selanjutnya di tahun ke tiga dirinya menjadi staf bagian pemasaran dan berkat kerja keras dan semangat juang dan kerja kerasnya Daniel bisa membuktikan pada ati jika semua yang diajarkan padanya berhasil diterapkan dikehidupan dan hasilnya membuat kami sukses di usia yang masih tergolong muda.
oghh yaa jika kalian berpikir aku bekerja di perusahaan ini dengan mudah karena orangtuaku maka kalian salah. untuk masuk di perusahaan ini cukup sulit dan aku juga harus ikut memulainya dari awal seperti pencari kerja lainnya, cukup melelahkan memang tapi karena didikan dan titah sang ratu kebanggaan dimas adipatih itu semuanya terasa normal saja dimataku.
jika karir daniel sangat sulit maka hidupku malah terbilang mudah. ketika kutanya alasan ati menggistimewakanku dirinya malah berkata
__ADS_1
"seorang wanita harus cerdas tapi kecerdasan tidak berguna jika penampilan tidak menunjang, dulu orang-orang hanya bersaing dengan pelacur namun kini placur menggangkat drajatnya dengan sebutan plakor. jangan tertipu janji busuk laki-laki yang bilang kau cantik jika apa adanya karena hanya laki-laki kere yang melarangmu tampil lebih baik dari pada wanita yang tidak jelas. nikmati masa-masa jayamu jadi ketika kau menikah tidak akan ada lagi yang kau sesali. hidup seorang wanita itu singkat dan sempit" aghh aku mendengar perkataan ati kala itu seakan sangat jelas menjelaskan kehidupan rumah tangga yang dialaminya bersama api.
jika ati menceramahiku menggenai rumah tangga terkadang membuatku merasa jika ati terlalu mendramalitis segalanya.
bagaimana tidak, dirinya sekan wanita yang pernah disholimi laki-laki namun yang selalu kulihat adalah ati yang selalu mensholimi apiku. baik itu segi materi, fisik dan mental.
entahlah hingga kini aku tidak tahu apa yang membuat api sangat mencintai moster bersosok perempuan itu. sangat wajar rasanya jika kami anak-anaknya mempertanyakan hal itu karena kami anak-anaknya merasa jika ati adalah tipikel wanita terburuk untuk dijadikan istri, pertama karena gaya pakaiannya yang serampangan tidak modys dan berkesan jelek, kedua dirinya tidak menggerti brand-brand mahal, jika ku perlihatkan keluaran terbaru dari satu brand terkenal dirinya malah berkata
"aghh dipasar abang gitu juga banyak paling harganya 75 sampai 100 udah bagus nah itu 500 juta tapi isi dompetnya 5 ribu" selalu begitu jawabannya, aku sempat merasa jika atiku itu terlalu makrub akan harta buktinya rumah yang kami tempati atas namanya cabang perusahaan atas namanya, perkebunan villa dan mobil juga miliknya tapi kenapa ati tidak memiliki banyak barang mewah, itu pun jika dia punya masih bisa dihitung jari dari pada yang kumiliki. anehkan iya aneh jika ati tidak menghambur-hamburkan uang apiku terus untuk apa dirinya mengguras seluruh kekayaan api? .
bahkan karena pendapat ati itu kami sempat bersitengang selama sebulan hanya karena aku membeli tas yang harganya sampai 8 juta dengan hasil jerih payahku selama bekerja.
kala itu aku terus merutuki ati yang terlalu mengekang akan gaya hidupku, pertengakaran kami akhirnya dimenangkan olehku tapi sialnya walaupun aku menang aku tidak merasakan kebahagiaan tuh.
__ADS_1
faktanya ati memang membiarkanku melakukan semua yang kuinginkan saking membiarkannya ketika aku ketipu oleh situs online demi suatu brand yang limid edicion aghh sayang sekali sebenarnya dengan uang yang raib dibawah oleh penipu itu jadi kuiklaskan saja. tahu apa yang diutarakan Ati kala itu?, dengan santai dan masa bodohnya dia berkata
"nah kennakan?, kamu capek-capek kerja keras hanya untuk menghidupi orang lain? ahahaha enak kan Ica, sekarang nabung lagi ya terus beli tas lagi nyumbang lagi terus mati karena ketipu terus, hidupmu memang berfaedah sekali Ica" sindirnya menyelekit hingga menombak sukma jiwa.
"..." aku diam karena sadar kesalahanku. isak tanggis yang terjadi kini, namun dengan bodohnya Ati kembali berkata
"hanya orang-orang kaya yang jadi sasaran penipu, jangan sombong saat mampu karena semakin kau nampakkan kemewahanmu, bukan pujian yang menunggu melainkan penipu perampok egh satu lagi khusus buatmu yang suka pamer badan dimana-mana yaitu pemerkosa tunggu saja tanggal mainnya" ujarnya seolah menantang juga mendoakan hal yang buruk terjadi padaku.
"..." aku memilih diam karena malu karena tidak menuruti saran Ati, lalu sekali lagi ati berkata
"Dunia tuh sementara, yang hijab hingga berninja pun manusia tidak tahu sholat dan amalnya diterima atau tidak sedangkan kau, sudah bolong-bolong sholatnya, tebar dosa kemana-mana " ujarnya menyindir.
Sebenarnya yang disini aku atau dia sih? lagh kalo keluarga Adipati kaya mentereng namun tidak dimanfaatkan kan sayang.
__ADS_1
kami dari keluarga terpandang berkecukupan, jadi wajarlah kami bergaya glamor dan satu lagi, didikan ati itu terlalu kaku mendidik dan menbesarkan kami layaknya milliter.
dipersiapkan untuk perang tapi agh lihatlah kami ternyata bisa berdiri dengan bangga karena didikan itu.