NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
24 FATIH P.O.V


__ADS_3

FALSHBACK ON


Pernah ada kejadian dimana aku dan kak Daniel pergi membawa lari mobil Api, kala itu kak daniel baru berusia 15 tahun dan belum memiliki sim tapi kak Daniel tetap saja berani berkeliling kota menggunakan mobil api.


entah berapa lama kami telah berkeliling dan benar kak Daniel telah ahli menggunakan mobil sport keluaran terbaru dengan harga fantastic itu.


Didalam mobil kami memutar musik Rock dengan sangat keras, bernyanyi-nyanyi bersama bahkan kami sempat untuk singgah makan juga pamer kepada beberapa gadis secara abstrak, dan tahu apa yang terjadi? tante girang malah ayo-ayo aja saat kak Daniel godain malah tante girang itu ngajak kak Daniel ngehotel secepatnya.


untung ada aku yang menggingatkan jadi kami hanya menggoda lalu pergi begitu saja, setelah melakukan itu semua akhirnya kami memutuskan pulang, senang tapi ketika kami pulang dan kami telah sampai dirumah, yang kami dapat adalah tangisan histeris Ati.


kami dipeluk dengan erat lalu diperhatikan satu persatu dengan sangat intens lalu ketika sadar kami berdua baik-baik saja tanpa kekurangan apa pun ati sudah memukul kami, tidak hanya itu ternyata kasus kami juga menyeret api dan sehingga kami bertiga dihukum.

__ADS_1


Api jelas menolak kena sangsi wong dia saja baru bangun tidur kok. Api berkata


"ngak bisa gitu dong Ca, aku tidak tahu apa-apa jadi jelas aku tidak terlibat kesalahan mereka" protesnya, tapi ati berkata


"yang menggajarkan Iel menggemudikan mobil siapa?" nah disaat itulah Api tak bisa protes lagi dan dengan lesu Api berkata


"aku"


"..." api tak bersuara begitu pun kami. kami dikelilinggi oleh pekerja dirumah kami tapi mereka juga merasa tidak enak hati sebab mereka membantu kepergian kami.


hukumannya adalah kami harus menggantikan Ati memasak selama seminggu, untunglah ada pembantu yang sedikit meringankan hukuman kami walau begitu kami tetap saja harus bergelut di dapur walau waktu masih menunjukkan pukul 05:30.

__ADS_1


yaaa ada 4 asistent rumah tangga di rumah kami dengan adanya mereka dapur sudah ramai ditambah ada 3 laki dengan usia berbeda-beda agh entahlah aku tidak tahu kami sedang ingin memasak atau ingin meramaikan dapur.


jejadian itu hingga kini masih tertanam dalam benakku karena pada hari pertama kami belajar menggoreng ikan. yang kami kerjakan itu tidak hanya menggoreng saja tapi kami juga harus belajar menbedakan mana jahe, kunyit, ketumbar juga pala.


sebelum berakhir disitu karena siksaan sebenarnya ada pada saat kami menggerjakan ikan, ikan itu harus kami sisiki, keluarkan insan hingga memotong-motongnya.


3 biji ikan tersedia dan dari kami bertiga tetap harus menggerjakan satu, jadi setiap orang punya gilirannya sendiri. inginnya kami curang daj hanya menontong tapi bagaimana bisa jika sang ratu menggawasi dengan sangat galak, jadilah dapur itu layaknya rumah hantu yang sangat menyeramkan dan penuh dengan teriakan.



ati begitu niat menghukum kami, ati bahkan membeli 3 kompor kecil hanya untuk menyaksikan kami jejeritan layaknya waria dikejar kantip. jujur kala menggerjakan itu, aku merasa kehilangan jati diri sebagai lelaki, bagaimana tidak saat ikan turun ke wajan cipratannya menggenai lengan kami terus menerus.

__ADS_1


__ADS_2