NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
13. DIMAS P.O.V


__ADS_3

keperluan danisa itu seperti, pembalut dan keperluan yang bisa menunjang menonjolkan kecantikannya, Caca merasa jika hal itu harus diurusi oleh Danisa sendiri karena Danisa lah yang menetukan suka dan nyamankah dia dengan barang-barang tambahan yang bergender feminim itu.


Caca juga merasa jika Kecantikan Danisa itu tidak bisa dibiarkan begitu saja apalagi Danisa suka sekali dengan dunia modelling dan desainer.


caca memang terlihat sangat mendukung kegemaran Danisa itu hingga mentolerir kegiatan wanita sosialita jadilah mereka cukup rutin merias diri dua kali dalam sebulan tapi itu juga hanya di tanggal-tanggal tertentu.


Bahkan di usia Danisa yang ke 15 Danisa sudah diikutkan Private class Make Up dan diajarkan oleh orang-rang ternama di Indonesia. Caca tidak pernah tanggung-tanggung untuk mendukung setiap hobby anak-anaknya.


Terkadang aku juga binggung dengan Caca ini, Caca siap ikut dan membiayai hobby danisa di dunia modelling, mengantar Daniel berselancar ketempat-tempat impiannya, menemani Fatih ke Musium-musium bersejarah namun ketika selangkah lagi mereka menuju impiannya caca dengan kokoh berdiri dan menghadang bahkan menantang keras

__ADS_1


Namanya mereka masih tanggung jawab orangtua dan tidak memiliki kekuasan lebih akhirnya mereka hanya bisa pasrah dan tetap menggikuti kemauan atinya.


caca tahu anak-anaknya kecewa namun dengan sangat pandainya dia membujuk dengan kalimat


"Ati tidak pernah menghalangi keinginan kalian, Hobby tetaplah hobby dan silahkan lakukan namun jangan menjadikannya tujuan akhir karena bukan itu tugas kalian sesungguhnya"


"Ati sudah menyiapkan Danisa menjadi wanita yang tidak mudah dipermainkan lelaki, Daniel sebagai sosok pelindung untuk adik-adiknya baik itu dari kejahatan dan ekonomi sedangkan Fatih tetap berada di tengah sebagai pengamat juga pengontrol untuk kedua kakakmu"


"Diantara mereka, Fatih yang paling sulit untuk dipenggaruhi, tetap tenang walau sedang tertindas dan paling masa bodoh akan semuanya, dia akan membuat orang disekitarnya juga bersikap tenang sedangkan kedua kakaknya walau lebih dewasa tidak bisa menggatur ego mereka" dan kurasa memang benar seperti itu. dan itu terbukti disetiap perkembangan mereka bertiga

__ADS_1


usia mereka kian bertambah, akhirnya Daniel dan fatih hanya bisa pasrah dan mencoba iklas dengan apa yang mereka alami. Tentu saja aku merasa kasihan pada Daniel dan Fatih yang harus berjuang terlebih dahulu tapi apalah daya aku juga enggan kehilangan jatah ranjangku jadi kubiarkan saja caca dengan segala ajarannya toh aku tahu dibalik itu semua ada hal yang diajarkan caca pada kedua lelaki keturan adipatih itu.


untuk mereka yang tidak tahu mungkin itu tidak adil namun bagiku tidak. caca dan anak-anak memiliki kesepatan dimana dalam sebulan tanggal yang memiliki angka 5 adalah waktu untuk Quality time.


Quality time ini yang dimaksud hanya berdua jadi diantara daniel, Danisa dan Fatih yang akan pergi bersama caca. cara pemilihannya pun unik jadi, tiap awal bulan alias tangal 01 mereka akan berkumpul layaknya orang arisan.


dalam sebulan ada 3 angka 5 yang tertera dikalender yaitu, 05, 15 dan 25, nah mereka selalu mengadu keberuntungan akan siapa yang lebih dulu pergi di awal pertama kali.


kalian mungkin tidak mengerti apa yang spesial dari angka itu?, biar kujelaskan spesialnya angka 05 dimata anak-anakku. bukan angkanya tapi quality time yang mereka rebutkan, bagaimana tidak?

__ADS_1


saat giliran mereka tiba Caca mengisikan mereka membeli sesuatu yang sangat didambakan mereka. entah itu baju, tas atau sesuatu yang menunjang hobby mereka.


kok danisa ikutan bukannya danisa bisa saja beli semua keinginannya karena memiliki ATM pribadi? dan jawabannya tidak, mana bisa lah dalam sebulan danisa cuman dapat 500 ribu kok itu juga tidak cukup, sedangkan hasil quality time bisa sampai 2 juta bahkan 20 juta lebih.


__ADS_2