NASIP CAMPUR

NASIP CAMPUR
22. DANISA P.O.V


__ADS_3

Walau enggan kuakui tapi kurasa hingga sampai saat ini aku berterima kasih pada ati yang keras, tegas dan kejam karena berkat didikannya ketika kami merasa seseuatu yang sulit dan diremehkan orang lain kami bisa membungkam dengan bukti bukan perdebatan.


aku begitu salut pada ati sehingga banyak hal yang kucontoh dari prinsipnya tapi hingga saat ini aku dan saudara-saudaraku tidak menggetahui masa lalu pernikahan ati dan api, walau selalu kutanya ati hanya akan menjawab


"apimu menikahi ibu kandungmu terlebih dahulu, lalu ibu meninggal dunia saat melahirkan kalian, saat itulah ati masuk dalam kehidupan sebagai ibu sambung untukku dan daniel. kami menikah dan jadilah fatih" selalu seperti itu. entahlah rahasia apa yang terdapat dalam kehidupan rumah tangga mereka sebelumnya tapi aku berharap bisa menemukan laki-laki yang mencintaiku layaknya api mencintai ati.


kenapa harus seperti itu?, ya karena menurutku mereka sangat romantis, tidak jarang ati dan api bertingkah romantis layaknya anak abg dimabuk cinta dihadapan kami semua dan kemana pun ati, api akan menggekori saking tidak inginnya berpisah, ati selalu diikutkan dalam kegiatan bisnis api dulu, tapi itu dulu, dulu sebelum api pensiun dan menyerahkan tahtanya ke daniel secara mendadak.


aku seketika menggingat menggenai kisah naas api kalah itu.


flashback


pernah ada satu kejadian ati memilih tidak ikut dengan api yang harus bekerja diluar negeri karena pada saat bersamaan dengan waktu keberangkatan fatih jatuh sakit.


fatih hanya terbaring selama dua hari tapi pekerja api lebih dari seminggu jadi ati dan api melakukan LDR selama seminggu, dalam waktu seminggu itu pula api merasa kayak orang linglung.

__ADS_1


entahlah aku juga binggung dengan wanita itu, dia begitu kejam dan matrealietis tapi ketika lelaki dikeluarga kami sakit, mereka tidak ingin berpisah jauh dari ati.


begitu jugalah Api, Fatih tidak mau menggalah, pekerjaan Api juga semakin mendesak dan ya jadilah api berangkat sendiri dengan wajah lesunya.


Fatih hanya demam biasa karena kelelahan saja sebenarnya tapi tetap saja membuat ati khawatir, tapi bukan itu masalahnya karena ternyata api yang berada di negara orang merasa kesepian sehingga membuatnya tidak bernafsu makan dan tidurnya juga tidak seteratur tidak seperti jika api bersama ati.


hal itu membuat tubuhnya drop dan harus dirawat tapi api kekeh ingin dirawat di r.s di indoneasia saja dan jadilah keluar dari kawasan bandara langsung dibawah ke rumah sakit.


kami anak-anaknya tentu merasa terkejut namun ternyata tidak untuk ati. ati bertingkah biasa saja seolah semuanya biasa saja.


"astaga kupikir kami kesini sisa menggurusi jenazahmu" ujar ati galak.


"belum saatnya, tenang saja saat itu tiba kau orang pertama yang harus menyusulku" bapas api dengan suara lemah tapi masih terdengar jelas oleh kami semua


"agh kau ini, diranjang saja kuat kalo ditinggal kok kayak nasi basi?"

__ADS_1


"ini semua ulahmu nyonya" ujar api sarkis


"agh kau ini, merepotkan saia" ujar ati memukul dada Api


"kau memang harus menggurusiku sampai matikan?" tanyanya dengan lembut serta ada senyum dibibirnya. tahu apa balasan akan perkataan Api, Ati malah berkata


"kemarilah anak-anak perhatikan api kalian dengan seksama, tetap tunggu sampai malaikat izrail menjemput api kalian" ucapnya datar dan ekspresi biasa saja, walau begitu dirinya yang sudah tidak lagi muda masih saja bertingkah sesuka hati dan menggeser api agar memberinya ruang lalu Ati segera terbaring bersama api dikasur rumah sakit yang tidak seberapa itu.


saat itu api bukannya marah malah menanpakkan wajah bahagianya, Api tidak lupa merengkuh sang wanita hingga terbenam dalam pelukannya.


aku, Daniel dan Fatih yang sudah sering disuguhi kejadian seperti iti lebih memilih menyibukkan diri dengan kegiatan kami masing-masing.


dibalik rasa muak terpendam rasa iri dan harapan yang tinggi akan kehidupanku nantinya. Aku berharap aku akan menemukan lelaki yang lebih romantis dibanding Apiku itu.


YA SEMOGA DAN SEMOGA DISEGERAKAN.

__ADS_1


__ADS_2