
Sena merebahkan badan di atas kasurnya. Dia benamkan wajahnya ke bantal yang empuk. Biasanya jam 11 malam aku sudah tertidur, tetapi kenapa aku tidak mengantuk sama sekali ya? Apakah karena hari ini begitu menyenangkan? Pikirannya melayang membayangkan wajah Victor yang baru ia temui hari ini. Senyumannya. Tatapannya. Sikapnya.
Sena masih mengenakan mantel winter milik victor. 'Hangat'. Dia goyang goyangkan kakinya sambil bersenandung lagu favoritnya. Lalu dia menghirup aroma mantel lelaki itu, aroma lembut dan segar. 'hmm, aku suka aroma parfumnya, lelaki yang wangi, aku suka'. Sena merona mengingat kejadian di kafe saat jemari Victor menyentuh bibir Sena. Belum pernah ada lelaki yang menyentuh bibirnya seperti itu. 'ah, aku tak bisa tidur, gara gara victor, pikiranku jadi melayang kan'.
Sesaat kemudian terdengar suara pesan singkat dari ponsel Sena. Kemudian Sena membuka pesan singkat tadi yang berasal dari nomor seseorang. Sesaat dia menebak itu adalah pesan dari Denise, dan ternyata tebakannya salah. 'Ini kan nomor Victor'. Sena tidak dapat menyembunyikan perasaan dan senyuman lebar di wajahnya. Perasaannya senang mendapat pesan dari lelaki itu.
"Knocked knocked...Hai! Sen! ini Victor. Apakah kau sudah tidur?"
^^^"Oh Hai Vict. Tentu saja aku sudah tidur ;P.. "^^^
"Really? Aku tak percaya kau sudah tidur ;))
^^^"Kau sendiri kenapa belum tidur?"^^^
"Karena aku teringat senyummu ;)"
^^^"Hey, Ada apa dengan senyumanku?"^^^
__ADS_1
"*Y**eah, i love your real smile ;))..apakah besok kau ada waktu?? Bolehkah kita bertemu sepulang sekolah*?"
^^^"Tentu saja;D.."^^^
"Baiklah, see u tomorrow Sena"
Malam ini hati Sena bahagia, mungkin dengan perasaan hati yang senang ini bisa membuat mimpinya menjadi indah. Dia mengharapkan mimpi bertemu dengan seorang laki laki yang baru ia kenal tadi sore, meskipun besok mereka juga akan bertemu. Satu hal yang tidak pernah Sena lakukan sebelumnya, ia masih mengenakan mantel winter milik Victor saat ini di tempat tidurnya, tak mau lepas dari aroma parfum yang melekat di mantel tersebut, dan ia pun tertidur pulas sambil tersenyum. Ia tidak mau melepas mantel winter pria itu sampai terbangun besok, karena ia suka dengan aroma parfum yang melekat di jaket victor.
___________________________________________
Hari ini jadwal ujian kelas renang akan dilaksanakan di akhir jam sekolah, tepatnya setelah jam istirahat hingga sore hari. Semua murid di tahun akhir sekolah akan melakukan penilaian ujian dan salah satunya adalah penilaian renang dan gymnastic. Kelas Sena digabung dengan kelas lainnya kemudian dibagi dalam beberapa kelompok, dan Sena harus rela menunggu gilirannya tiba karena berada pada urutan terakhir.
Sena berjalan menuju ruang ganti wanita yang tergabung ke dalam shower room wanita. Tidak ada siapa siapa di sana. Kemudian ia menuju shower room dan membersihkan dirinya. Ia menyelesaikan semuanya dalam hitungan menit dan menuju ke lockernya dengan selembar handuk menutupi tubuhnya. Masih dengan kondisi rambut yang basah, ia keringkan rambutnya sambil mengambil seragamnya kembali, dan memakai pakaiannya.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari belakangnya. Saat dia menoleh ke belakang, seorang laki laki terpaku, sedang memandangnya dan memperhatikannya dari belakang. Sena kaget dan teriak. 'Kyaaaaaaaa!'
__ADS_1
"Apa-apaan kamu masuk ke dalam ruangan wanita! Ini toilet cewek!! Pergi kamu !!! Dasar Cabul!" teriak Sena ketakutan. Berarti dari tadi ia melihat sena sedang berpakaian. Bahkan saat ini Sena belum mengancingkan pakaiannya. Padahal tadi ia merasa tidak ada siapa siapa di ruangan itu. Dua orang temannya belum selesai penilaian, mereka masih di kolam renang bersama pelatih.
Lelaki itu bukannya pergi dari ruangan itu, melainkan dia berjalan semakin mendekati Sena dan berusaha menutup mulutnya Sena dengan tangannya. "Hhmmmph" Nafas Sena semakin cepat. "Diam kamu!! Tolong jangan teriak! Maaf, Ini salah paham! Akan aku jelaskan! aku salah masuk ruangan, aku pikir ini ruang ganti pria, karena toiletnya lagi perbaikan! Aku juga baru tahu saat di sebelah bilik showerku, terdengar suara wanita saat kamu bernyanyi tadi!" jelasnya sambil memandangi Sena yang ketakutan sambil melirik ke tubuhnya yang belum dikancing. Pakaian dalam bagian atas gadis itu terlihat jelas. Begitu juga dengan lekukan daging berwarna putih mulus yang menonjol di tubuh gadis itu.
Sena menepis tangan lelaki itu. "Jangan pegang-pegang!" Dia tidak mau terlalu dekat dengan lelaki itu yang sedang menutup mulutnya agar tidak teriak. Apalagi saat ini Sena sangat terkejut karena di hadapannya adalah Axton. Kenapa harus ada dia di ruangan ini?!
"Pergi kamu!!! cepat keluar dari ruangan ini!! dan jangan coba coba lihat tubuhku, kancingnya belum dipasang!!" teriak sena sambil memejamkan matanya dan mendorong badan Axton agar menjauh darinya. Tetapi tenaganya tidak membuat Axton bergeming. "Sssttttt!!" dia malah meletakkan jarinya di bibir Sena. "Bisa diam tidak?!"
Sementara itu, terdengar suara obrolan dan tawa dua orang perempuan dari luar ruangan. Ketika Lois dan Carla berada di depan pintu ruangan, mereka tersentak dan mata mereka membelalak spontan melihat Sena dan Axton sedang berduaan dengan posisi seperti sedang berciuman. Ditambah lagi dengan pakaian seragam Sena yang terbuka. Warna bra Sena terlihat jelas dengan renda tulle berwarna putih. Hal itu disalah artikan bagi mereka. Dan hal ini semakin bertambah runyam nantinya.
"H - Hey!! Sedang apa kalian berduaan di ruang ini?! Ini ruang ganti wanita!" ujar Lois sambil melihat pasangan di depannya. Sena terperanjat. Bibir dan wajahnya memucat. Sambil menggerak gerakkan tangannya dia menjawab "Bu-bukan! Bukan seperti yang kalian pikirkan! please jangan disebar ke orang lain! I-ini salahnya! Ia salah ruang!" Sena menjelaskan sambil terbata bata dan merengek serta menunjuk lelaki di hadapannya.
Axton kemudian berjalan dengan keangkuhan maskulinitasnya mendekati Lois dan Carla. "Ya, aku salah ruangan, Sorry! Kuharap kalian tidak salah paham" Axton berpaling dan berjalan menuju pintu. Kemudian Carla berceletuk dengan bola matanya menatap Axton tajam. "Hei, apakah kalian berdua sedang pacaran??kalian sedang berbuat asusila kan, mataku tidak pernah salah, aku melihat kalian akan melakukan tindakan seksual, kalian sedang ciuman kan, kalian tidak tahu tempat?!" ujar Carla.
"Kalau tidak percaya, ya sudah, silahkan saja percaya dengan penglihatan kalian" ujar Axton pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Tolong jangan sampai ada yang tahu kejadian ini, Please." ujar Sena "dan aku bukan pacarnya axton, kami juga bukan hendak berciuman, aku juga kaget kenapa dia masuk ke ruangan yang salah" ujarnya.
__ADS_1
"Bukan seperti itu Carla" kilah Sena terhadap Carla. Tragedi tadi membuat Sena stres dan akhirnya perlahan kepanikannya mulai reda ketika Lois mulai memahami penjelasannya, walaupun carla masih sedikit ragu. Sena dan Lois adalah sahabat, dan sena yakin Lois lebih percaya sahabatnya daripada Carla. Sedangkan Carla, ia tidak dekat dengan Sena. Semoga apa yang dipikirkan Sena tidak terjadi.
Sementara itu, Axton berjalan memasuki ruang ganti yang benar. Dia menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya, membayangkan seorang gadis yang sedang telanjang di hadapannya. Sesaat ia menelan ludahnya, ketika mengingat lekuk tubuh gadis itu sebelum berpakaian. Lekuk tubuh langsing seorang gadis, yang tidak terlalu berisi di bagian dada tetapi memiliki pinggul dan bokong yang padat. Dia lihat semuanya, dari belakang dan dari samping tanpa gadis itu tahu bahwa ia melihat tubuh gadis itu saat masih tertutupi selembar handuk. "Ah.. mataku ternoda" ujarnya.