
Sena berjalan menuju toilet di lantai atas cafe. Hah, banyak sekali yang antre, ada 6 orang wanita berdiri di depan pintu toilet. Dia berjalan mondar mandir di depan pintu, berada pada antrean paling belakang. Kenapa toilet di sini hanya berfungsi 1 saja. Sementara Sena meninggalkan Victor sejenak untuk menuntaskan urusan toiletnya. Perutnya saat ini bergejolak dan tidak bisa diajak kompromi.
...Sepertinya asam lambungku naik. Pasti gara-gara latte, atau karena aku telat makan....
Seorang wanita berbadan tinggi dan ramping, keluar dari pintu toilet wanita. Kemudian dia menuju cermin di salah satu sisi ruangan dan memoleskan lipstick berwarna merah ke bibirnya. Kemolekannya dan caranya berjalan seperti seorang model. Usianya sekitar 3 tahun di atas Sena.
Wanita itu berjalan melewati Sena yang sedang mengantre sedari tadi. Hingga beberapa langkah dari posisi Sena berdiri, wanita itu menghentikan langkahnya. Wanita itu terdiam sejenak, dan mengerutkan alisnya.
...Sepertinya aku pernah melihat gadis ini, dimana ya?...
Kemudian wanita itu membalikkan badannya dan menghampiri Sena. Sena yang sedari tadi menahan hasratnya untuk mengeluarkan urine, kaget dengan sosok wanita yang mengenakan high heel 5 centimeter di hadapannya. Sena merasa tubuh mungilnya semakin pendek di hadapan gadis ini.
"Hai, kamu yang berambut pendek, iya.. kamu" wanita itu berjalan semakin mendekati Sena.
"M-maksudnya saya?" tanya Sena sambil memperhatikan sekelilingnya yang tidak ada lagi wanita berambut pendek selain dia. Sena mengerutkan alisnya. Orang-orang di sekitarnya memperhatikan mereka berdua.
...Tunggu...Apa aku pernah mengenalnya sebelumnya? Sepertinya aku tidak pernah bertemu dengannya .. Siapa wanita ini??...
"Iya.. kamu.., Siapa namamu??, aku pernah melihatmu di Club NorthWing sebelumnya.. dan saat itu kau pergi bersama kekasihku!" wanita itu menatap tubuh Sena dari atas sampai bagian bawah Sena, mulai dari rambut, kulit hingga kaki Sena. Tangannya terlipat di dada dan dengan angkuhnya menatap Sena.
...Kenapa aku harus bertemu orang asing yang aneh seperti ini? Tatapannya seperti sedang membandingkan tubuhnya dengan tubuhku..aku tidak suka cara dia menatapku..bola matanya seperti mau lepas.....
"Sepertinya anda salah orang, saya tidak pernah pergi bersama kekasih anda" tutur Sena sambil menggoyangkan tangannya.
"Aku melihatmu pergi bersama Axton, Kau bersamanya malam itu kan??aku tahu semuanya... dia menggendongmu menuju parkiran dan meninggalkan Club Northwing dengan mobilnya, tolong jangan pernah dekati Axton lagi! karena dia adalah kekasihku!.." ujar Catheryn sambil mengarahkan jari telunjuknya ke dada Sena.
Catheryn berjalan mendekat ke arah Sena. Semua orang di ruangan toilet itu memperhatikan mereka. Suara Catheryn menggema di antara suasana yang hening. Setiap orang bahkan penasaran dengan perbincangan mereka dan bersiap membuka telinga mereka.
...Manusia saat ini teramat sangat ingin tahu urusan orang lain....
Sena berusaha menghindari Catheryn, dan berjalan keluar menuju lorong toilet. Pada akhirnya dia mengurungkan hasratnya.
__ADS_1
...Mengurungkan hasrat untuk membuang urine lebih tepat daripada harus berurusan dengan nenek sihir....
Catheryn mengikutinya dari belakang. Kemudian dengan kasar ia menarik pergelangan Sena. "Hei!Tunggu!" ujar Catheryn.
"Apa lagi sih?!" teriak Sena, sambil berusaha melepas cengkeraman tangan Catheryn, tidak butuh lama, warna merah di pergelangan tangan sena pun tercipta. Apalagi Catheryn berkuku panjang, sehingga bekas kuku terukir di kulit putih Sena.
"Aku ingatkan sekali lagi! kalau kau mendekati pacarku, kau akan tahu akibatnya!!" ancaman Catheryn menggema ke sepanjang koridor.
"Hei! aku tidak kenal kekasihmu! aku juga tidak berniat untuk mendekatinya! waktu itu aku juga tidak sadar karena kondisiku mabuk, dia yang pertama kali membawaku pergi dari Club! Harusnya kau tanya saja dia kenapa dia membawaku pergi dari sana?!" jawab Sena tegas sambil berusaha melepas cengkeraman tangan Catheryn yang bagaikan cakar elang itu.
Kemudian seorang laki-laki membantu Sena melepaskan cengkeraman tangan Catheryn. Tiba-tiba Axton yang sedari tadi melihat dan mendengar perbincangan mereka, berusaha melerai pertengkaran Catheryn dan Sena.
"CATHERYN!!" teriak Axton. "Apa yang kau lakukan terhadap perempuan ini?"
Tangan Axton meraih tangan Sena, hingga Sena sedikit melambung. Badan Sena yang mungil ikut terdorong ke sebelah badan Axton. Dilihatnya lengan tangan Sena memerah karena perilaku kasar Catheryn.
"A-aku hanya mengingatkan dia supaya tidak mendekati kamu Axton, aku tidak suka kamu bersama perempuan lain Axton" jawab Catheryn.
"Kamu tidak apa apa Sena?" tanya Axton. Sena tidak menjawab pertanyaan Axton. Dia hanya menatap wajah Axton dengan kesal.
Kemudian Sena pergi meninggalkan Axton dan Catheryn di koridor. Dia malas memperpanjang kejadian yang sudah lalu.
Aku merasa bersalah telah membuat Victor menunggu lama. Hanya karena hal yang tidak penting. Bahkan hasratku untuk ke toilet sudah tidak ada.
Sena turun ke lantai bawah menemui Victor yang sedang menunggunya. Dia menatap gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu. Seperti biasa senyuman manis tercipta dari sudut bibit Victor, mata teduh yang membuat wanita terpana dengan tatapannya. Sena pun membalas senyumannya dengan senyuman paling manis yang ia punya.
"Maaf Victor, aku membuatmu menunggu lama, ada masalah di toilet. Terlalu banyak orang sehingga aku harus mengantre panjang, sebaiknya kita pulang saja ya" ungkapnya.
"Okey, no problem" ujar Victor mengangguk.
________________________________________
Di dalam mobil Victor menyetel musik romantis berjudul Best part oleh Daniel Caesar. Diiringi rintik hujan yang mulai membasahi bumi. Victor dan Sena bersenandung, saling memandang dan bernyanyi bersama.
"You're the coffee that I need in the morning
__ADS_1
You're the sunshine in the rain when its pouring
Won't you give yourself to me
I Just wanna see how beautiful you are"
Di tengah hujan yang mulai deras, dan musik romantis yang mengiringi perjalanan mereka mengelilingi kota, Victor meraih tangan mungil Sena. Menggenggamnya dan mengecup tangan Sena.
Sena tertegun saat Victor mengecup tangannya. Jantungnya berdebar kencang. Hingga ia menyadari mereka sedang bergandengan tangan dan Sena pun membalas genggaman tangan Victor. Sentuhannya yang lembut membuat Sena merinding, menyadari Victor yang sedang membelai dan mengelus lembut tangan Sena.
Sena malu karena ia tidak mampu menahan rona merah di pipinya. Dia palingkan wajahnya ke arah jendela mobil, sedangkan tangannya masih terpaut di dalam genggaman Victor. Tak lama Victor pun menepikan mobilnya ke tepi jalan. Sena menoleh ke arah Victor, dengan penuh tanda tanya kenapa kita berhenti di sini, sementara di luar masih hujan deras.
Victor meraih sesuatu dari saku bajunya, ia mengeluarkan kotak kecil berwarna silver. Lalu kotak itu ia berikan untuk Sena.
"Bukalah kotak itu Sena. Ini untukmu. Kuharap kau suka" ujar Victor sambil tersenyum, dan berharap agar Sena segera membuka kotak itu.
Sena pun meraih kotak pemberian Victor. "Wah..apa ini?? terimakasih ya Victor, akan aku pakai" Sena terpana saat membuka hadiah pemberian Victor.
"Bagus sekali, aku suka Victor" Mata Sena berkaca kaca, terharu dengan pemberian gelang mutiara cantik dari Victor."
"Cobalah, atau jika berkenan aku pasangkan ke pergelangan tanganmu" pinta Victor. Victor meraih tangan Sena dan mengaitkan bracelet pearl berwarna putih. Simple dan cocok di tangan Sena. "Jangan dilepas ya" bisiknya.
Tentu saja Sena membalas dengan anggukan.
...Akan selalu aku pakai dan tidak akan pernah kulepas, karena ini adalah hadiah spesial untukku, dari orang yang spesial💜...
Victor mulai mendekatkan wajahnya ke Sena. Matanya yang tulus menatap bibir Sena. Dipegangnya dagu Sena. Sena terdiam, dan membalas tatapan Victor.
Semakin dekat bibir Victor ke bibir Sena. Semakin berdebar pula jantung Sena. Sena tidak pandai mengatur nafasnya saat ini. Sementara Nafas Victor makin terasa di kulit Sena.
Sena hanya bisa memejamkan matanya. Kecupan lembut pun menghampiri kening Sena. Ya, kecupan dari pria spesial di sampingnya. Kecupan dari lelaki yang baru pertama kali ia rasakan, walaupun hanya di kening. Dan hujan masih menambah suasana menjadi syahdu.
__ADS_1
Teruntuk hujan yang membasahi alam, terimakasih untuk hari ini, aku bahagia.. hatiku penuh bunga.. karena aku sedang jatuh cinta.💜