
"Astaga! Senaa.. Ada apa dengan matamu?? kau bisa bayangkan kelopak matamu itu seperti digigit lebah"
Denise teriak histeris melihat kelopak mata Sena yang membesar dan kemerahan di ruang kelas.
Denise yang sedang duduk di bangku kelasnya, merampas kacamata hitam yang menutupi mata sahabatnya itu. Sena pun pasrah melihat aksi sahabatnya yang sedang memperhatikan kelopak matanya. Ia pun menghembuskan nafas panjang.
"Entahlah Denise, sepertinya tebakanmu benar, ini memang digigit serangga"
Sena menyahut ucapan sahabatnya yang sedang histeris melihat kelopak matanya yang bengkak. Sena pun mengangguk dan berusaha menghentikan obrolan seputar mata itu.
Sebenarnya mataku bengkak akibat menangis semalaman. Aku tidak bisa tidur memikirkan ucapan mom semalam. Memikirkan nasibku yang akan dijodohkan, bahkan dengan orang yang tidak aku kenal. Bahkan dengan orang yang tidak aku cinta.
"Eh, tunggu! tunggu!... kalau diperhatikan bibirmu juga bengkak Sen! Kayanya lebih tebal dari biasanya" Denise menambahkan basa basinya.
Sena berdecak sambil menggelengkan wajahnya.
"Ah, kau sungguh memperhatikan sesuatu yang tidak penting ya denise.. bibirku baik baik saja.. aku sangat bangga memiliki sahabat yang sangat perhatian kepadaku" ujar Sena mencibir dan mengejek sahabatnya.
Kenapa aku jadi teringat tragedi kemarin sore ya.. saat Axton memeluk dan menciumku... dia merampas ciuman pertamaku.. tindakan yang sangat tolol.. apalagi dia melakukannya di perpustakaan sekolah.. kalau ketahuan dari cctv, hukuman apalagi yang harus aku terima..
Denise melambai lambaikan tangannya di depan wajah Sena. "Hei, Sen, kau pasti tidak mendengar perkataanku barusan kan...kau melamun" ujar Denise.
"Apa?? Oh, aku barusan memikirkan kado yang harus aku beri untuk ibuku, dia akan pulang minggu depan. Apakah kau ada waktu untuk menemaniku shopping?" sahut Sena berkilah sambil mengikat rambutnya kuncir kuda.
"Tentu saja. Dan kemarin Ben mengajak kita untuk Camping ke Star Mountain. Konon di sana tempatnya paling bagus melihat bintang, sekitar 2 malam dan... di sana juga ada Ben, Victor serta kawan kawan lain yang akan ikut hiking, kau mau ikut Sen?"
Mendengar nama Victor, mata Sena pun membelalak, terbuka lebar. Senyum sumringah terpancar di wajah Sena.
"Benarkah? Kau yakin dia juga ikut? dengan senang hati aku akan menerima tawaran ini my love, tentu saja aku mau ikuuut ..please" Sena memohon kepada sahabatnya.
"Walaupun aku tidak yakin apakah aku bisa hiking, karena ini pertama kalinya, dan aku tidak yakin apakah aku bisa mendapat ijin dari mom, hiks, tapi akan aku usahakan" Sena mengaitkan jari kelingkingnya kepada jari sahabat tercintanya. Dan obrolan mereka terhenti ketika Miss Debby sudah memasuki ruang kelas.
...************...
__ADS_1
Saat itu jam istirahat sekolah, Sena sedang menikmati lunch box sushi dan tamago pada menu makan siangnya bersama Denise dan Lois di hadapannya.
Di tengah tengah obrolan mereka, Sena tersentak dari kursinya ketika membaca pesan singkat dari Sellyna. Kemudian dia menghubungi kembali adik semata wayangnya itu.
"Sellyn, kau dimana??"
Sena panik mendengar suara adiknya yang sedang menangis.
"Sekarang aku di lapangan basket kak.. Kak Senaaa...toloong akuu..huhuu"
"Kau kenapa?? ceritakan padaku"
"Saat aku mau mengembalikan jaketnya Axton,..seseorang melempar jas laborku ke ring basket kak, jasnya tersangkut di ring, bagaimana ini kak?? mana sebentar lagi Sellyn mau presentasi di laboratorium, tinggal 10 menit lagi huhu"
"Baik, tunggu aku di bawah.. siapa yang sudah mengganggumu Sellyna?"
"Teman teman Axton kak"
Sena menggeram. Tangannya mengepal. Bibirnya menipis dan ekspresinya tampak marah.
Sena bangkit dari kursinya dan meninggalkan santapan siangnya yang masih tersisa di lunch boxnya.
"Kau mau kemana Sen?" Denise bertanya dan bingung dengan ekspresi sahabatnya yang terlihat geram.
"Ada apa??" tanya Lois.
"Aku harus segera ke lapangan basket sekarang, aku harus mencari seseorang"
Sena pun berlari keluar kelas menuju ruang kelas Axton, tetapi sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Dia pun berlari turun menuju lapangan basket dan dilihatnya adiknya sedang kebingungan berusaha untuk mengambil baju labornya.
"Kak Sena! aku di sini!" Sellyna melambai lambaikan tangannya, ia pun sedang bersama 2 orang temannya. "Tadi aku sudah menghubungi OB, sekarang petugasnya sedang membawa tangga untuk mengambil baju lab ku"
"Syukurlah, aku sudah tenang sekarang sudah ada yang menolongmu mengambilkan baju, asalkan nanti kau tidak telat presentasi Sell"
__ADS_1
Sena pun melihat baju laboratorium berwarna putih sedang tergantung di ring basket. Bahkan jas itu melambai lambai tertiup angin. Sena terlihat semakin kesal.
"Astaga! Kurang ajar sekali Axton! Aku harus mencarinya sekarang!" Sena pun langsung memutar badannya dan mencari laki laki yang sudah mengganggu adiknya itu.
"Kak! Kak Sena! Tunggu! Aku mau jelasin semuanya!" Sellyna memanggil kakaknya, tetapi tidak dihiraukan oleh Sena, dan petugas OB pun sudah datang membawa tangga. Perhatiannya pun beralih.
...***************...
Mata Sena tajam bagai mata elang yang sedang berburu mangsa. Dilihatnya wajah murid murid satu per satu di taman, tetapi tidak ada wujud Axton di sana. Kemudian dia pun ingat tempat favorit senior di sekolah itu berkumpul, termasuk Sellyna yang paling suka ke kantin belakang sekolah.
Kafetaria yang paling disenangi bersama teman teman adalah yang paling enak makanannya dan paling rindang suasananya karena paling banyak pepohonan.
Dia picingkan matanya mencari target operasinya. Dan ya! wujud laki laki blasteran dengan rambut cokelatnya sedang tertawa terpingkal pingkal bersama teman temannya. Kumpulan anak anak basket yang sedang asyik bercanda di pojokan kafetaria.
Sena pun menggeram dan kakinya melangkah mendekati Axton dan gerombolannya.
"HEI! AXTON!" Sena berjalan mendekati meja di depannya. Axton yang sedari tadi sedang bercanda bersama teman temannya, menghentikan tawanya dan senyuman lebarnya pun menghilang. Axton dan teman-temannya semua memandang gadis yang sedang emosi di hadapan mereka. Tatapannya tertuju pada gadis yang sedang berkacak pinggang dengan mata penuh emosi.
BRAK!!
Tangan Sena memukul meja di depan mereka. Mereka pun kaget.
"KITA HARUS BICARA AXTON!"
"WOW.. WOW... ada yang sedang marah hari ini.. kau tidak bisa kabur Axton" goda teman temannya.
"wah... apa kau selingkuh Axton" teman axton yang lain ikut menggoda kapten basket mereka sambil tertawa.
Axton pun menyahut. "Hai Sen.. ada apa? aku ketakutan melihat tatapanmu saat ini Sena" Axton menggigit bibir bawahnya, membuat ekspresi seolah olah ketakutan dengan kedatangan Sena.
"AKU TIDAK SEDANG BERCANDA!" Sena pun mengambil gelas sisa minuman strawberry punch di atas meja. Entah milik siapa minuman itu. Tanpa aba-aba Sena menuangkan minuman itu ke arah Axton.
SPLASH!!
__ADS_1
"JANGAN GANGGU SELLYNA!" Sena mengguyur Axton dengan minuman di depannya.