
Sellyna berjalan menuju ruang tengah dan mengambil segelas susu hangat yang telah disajikan Miss Jane di atas meja. Dia siap menginterogasi Miss Jane tentang jaket di ruang laundry.
"Miss Jane, terimakasih susu hangat dan cheese cakenya, Miss tahu sekali yang aku suka" Sellyna melahap cheese cake dihadapannya. Sepotong kue yang ia rasa belum cukup mengenyangkan perutnya dari aktifitas balletnya sore ini.
"Miss Jane, ada yang mau aku tanyakan, apakah miss tahu pemilik jaket yang berwarna biru silver di atas mesin pengering? Siapa yang meletakkannya di sana?" tanya Sellyna.
"Oh, milik nona Aksena, tadi siang nona Sena membawa pulang jaket itu dan meninggalkannya di ruang laundry. Nona Sena meminta saya untuk segera mencucinya agar lusa bisa dipakai ke sekolah" jawab asisten rumah tangga mereka sambil tersenyum.
"Ohya? jadi kak Sena sudah pulang? Semalam dia menginap dimana?" tanya Sellyna lagi. Di benak gadis paruh baya tersebut muncul banyak pertanyaan. 'Mengapa Sena bisa membawa jaket milik kapten tim basket sekolahnya? Itu kan milik Axton, kenapa bisa Sena yang bawa? Ada apa ini?'
"Nona Aksena mengatakan bahwa dia bermalam di rumah nona Denise. Sekarang Nona Denise sedang berada di kamar Nona Aksena" jawab Miss Jane sambil menyiapkan dua potong cheese cake dan susu hangat untuk Sena dan Denise.
Alis Sellyna berkerut, bibirnya melengkung dan membentuk sudut kerucut. 'Sepertinya aku harus menemui Kak Sena di kamarnya'.
..._________________________...
Sementara itu, di sebuah kamar bernuansa putih dan peach, terdengar suara gelak tawa dua orang gadis remaja. Denise menceritakan perihal bagaimana ia terpesona pada teman masa kecilnya yang ia jumpai di acara ulang tahun Michelle,
__ADS_1
"Jadi laki laki itu mengajakku dinner besok malam, tentunya bersama teman temannya juga. Aku pikir aku tidak banyak mengenal teman temannya, dan kurasa aku juga harus membawa seorang teman agar tidak sendirian di Butter cafe, kupikir mengajakmu ikut serta akan lebih baik.. " Denise menyatukan kedua telapak tangannya memohon kepada Sena untuk menemaninya besok sore, dan dibalas dengan anggukan kepala Sena.
"Dulu ia teman masa kecilku yang cengeng dan pendek. Tetapi kemarin aku terpesona dengan penampilannya yang tampan dan tinggi. Sangat berbeda dari yang aku bayangkan terakhir kalinya dan betapa senangnya aku saat dia mengajakku berdansa" Denise tersenyum lebar saat mengingat kejadian di klub.
"Sampai kau lupa denganku dan meninggalkanku sendiri di lantai dansa" ujar Sena menambahkan.
Di tengah obrolan mereka terdengar suara ketukan. Kemudian dari balik pintu muncul seorang gadis berambut panjang dengan rambut terurai melirik ke arah mereka. "Halo kak" sapa Sellyna sambil melambaikan tangannya. "Boleh aku masuk?" tanya Sellyna sambil berjalan ke dalam kamar dan duduk di atas sofa. Kehadiran Sellyna mematahkan perbincangan antara Denise dan Sena.
"Halo, Sel, bagaimana harimu?" tanya Sena kepada adik satu satunya.
Sena melirik ke arah Denise dan menjawab dengan terbata bata. "A-aku semalam bermalam di rumah Denise karena sudah terlalu larut. Y-Ya kan Denise?" jawab Sena serta ditambah anggukan Denise mengiyakan jawaban Sena.
"Oh..mungkin Kak Sena perlu menjelaskan Mom, agar beliau tidak khawatir. Ohya, ada satu pertanyaan lagi kak, aku penasaran dengan jaket yang kakak taruh di ruang laundry, bukankah itu milik Axton? aku melihat inisial namanya di ujung saku, kenapa jaketnya bisa dibawa kakak?" tanya Sellyna.
"Aah..itu ceritanya sangat panjang Sell, jadi dia meminjamkan jaketnya saat acara ulangtahun Michelle kemarin, karena... hmmm......aku...aku.. (Sena memutar otaknya mencari alasan) sedang tidak enak badan semalam" jawab Sena. 'ya kupikir alasan itu adalah jawaban yang tepat'
"Oh ya kak, Bolehkah aku yang mengembalikan jaketnya Axton? Sellyna ngefans banget sama Kak Axton. Dia tampan, pintar, keren banget olahraganya, sering menang liga basket dan terakhir dia juga tajir. Kakak tahu kan, kalau aku pernah ditolak cowok, ya dia orangnya. Walaupun Kak Axton tidak menyukaiku, tapi aku tidak masalah, hehe" ujarnya.
__ADS_1
"Silahkan saja Sellyna, nanti kalau sudah selesai di laundry kamu yang mengembalikan ya, lagian kakak juga tidak berminat bertemu Axton, terlalu angkuh bagiku. Bukan tipeku banget" jawab Sena tegas.
Denise menambahkan "Mungkin karena dia sudah punya pacar jadi menolakmu Sell, lagipula memangnya laki laki di dunia ini cuma dia seorang? masih banyak laki laki yang lebih baik dari dia kan, dulu gosipnya dia dekat dengan model yang usianya lebih tua, kalau tidak salah Catheryn namanya, dia itu terkenal galak. Profesinya model busana wanita, wajahnya sering sekali muncul di majalah ZW, aku tahu karena kakakku juga suka dengan Catheryn, dulu satu sekolah dengan dia, kakakku juga pernah ditolak dengan dia haha" jawab Denise.
Perbincangan mereka berakhir ketika Miss Jane mengantarkan dessert 2 potong cheese cake dan susu hangat untuk Sena dan Denise, serta Sellyna pun kembali ke kamarnya. Mereka kembali melanjutkan obrolan sambil menyantap dessert manis di piring mereka.
"Jadi, jelaskan padaku apa yang terjadi antara kau dan Axton semalam Sena?"
"Jelas tidak terjadi apa apa Denise, awalnya aku juga bingung kenapa dia membawaku ke Yellow Hills, kamu tau kan tempat itu terkenal sebagai tempatnya orang orang pacaran. Ternyata bukan cuma mobilnya saja yang terparkir di sana, mungkin ada banyak pasangan yang bermalam di sana sekitar 19 mobil sepertinya. Bahkan saat aku pulang tadi pagi, banyak pasangan yang sedang bermesraan di sana, dan kau tahu tadi malam begitu dingin"
"Bagaimana dengan Axton? Maksudku, sifatnya?"
"Sebenarnya dia maskulin, macho, dan ya agak tampan, penampilannya lumayan, tapi orangnya angkuh dan sepertinya kasar."
"Agak tampan?? bukankah wajah dan penampilannya di atas rata rata ya?"
"Ya, kalau saja sikapnya bagus pasti aku akan bilang tampan, tapi sayangnya sifatnya tidak selaras dengan wajahnya, bisa bisanya dia body shaming dan mengatakan bahwa tubuhku seperti papan kering, Haah menyebalkan! pokoknya aku tidak suka! Dan sangat disayangkan, adikku Sellyna begitu menyukainya, apa yang menarik dari laki laki itu? Ya kan Denise" Sena menepuk jidatnya dengan telapak tangannya.
"Baiklah baiklah tenang Sena..kau tidak perlu meluapkan emosi, hahaha bersabar saja karena kau satu sekolah dengan dia, kita sudah di tahun akhir sekolah kan, sebentar lagi kita juga lulus dan kau tidak akan bertemu dia lagi kan" jawab Denise menenangkan sahabatnya.
__ADS_1
"tentu saja aku akan bertahan dan tidak perlu menguras energiku untuk laki laki itu kan. Kuharap aku tidak bertemu dia lagi, aku tidak mau!" jawab Sena.