
BRAK!!!!!
Suara pintu dibanting dengan keras terdengar hingga ke ruang keluarga.
"Kesal! Kesal! Kesal! Aku benci! Hiks.. Benci banget sama Axton! Hiks.." Sena mengungkapkan kekesalannya.
Sementara dari ruang keluarga, Sellyna dan asistennya terkejut mendengar suara hentakan pintu sambil bertanya-tanya.
"Kak Sena kenapa miss jane? kok dia banting banting pintu kamar? sepertinya dia lagi kesal ya." ujar Sellyna.
"Nona Sena tidak seperti biasanya.. dia tidak pernah seperti itu non" ujar asisten rumah tangga mereka.
Sena duduk di depan meja riasnya dan menatap wajahnya di cermin. Hidungnya memerah, matanya berair, sembap, dan masih menangis terisak-isak, sudah banyak tisu yang dia habiskan saat ini.
"Hiks, kenapa?? Huuu...kenapa harus dengan dia? ciuman pertamaku.. ternodai..hiks Axton jahat" Sena menatap wajahnya di depan cermin. Tangannya menyentuh bibirnya. Dia masih bisa merasakan ciuman axton yang mendarat di bibirnya, begitu juga dengan lidahnya. Tidak! Tidak boleh!Kenapa dia mengambil ciuman pertamaku?! aku tidak rela.
"Harusnya ciuman pertama itu dari Victor.. Hissss kesaall! kenapa harus dia?? ini pelecehan namanya huuhuu"
Sena mengusap air mata yang jatuh di pipinya, sambil mengingat kembali kejadian tadi, dia kepalkan tangannya, dan meninju ninju boneka beruang coklat yang berada di sampingnya. Hingga mata boneka beruang tersebut terlepas sebelah dari jahitannya.
"Aku Kesal! Kamu menyebalkan Axton! aku enggak rela" teriak Sena.
TOK !! TOK !!
Suara ketukan dari pintu kamarnya.
"Kakaak..Kak Senaa..boleh Sellyn masuk kak? tanya adik Sena.
"Sellyn, maaf aku lagi lelah Sell"
"Kak, ini mom telfon, mau bicara dengan kak Sena, kak Sena tadi mom tidak bisa menghubungi kakak" ujar adiknya.
__ADS_1
Sena membuka kamarnya dan mengambil ponsel milik adiknya. Tanpa aba-aba adiknya sudah merebahkan badannya ke kasur kakaknya. "Aku masuk ya kak" ujar adiknya. Sementara Sena menjawabnya hanya dengan anggukan kecil.
"Hallo honey, bagaimana kabarmu?"
^^^"Hallo mom, just fine"^^^
"Do you miss me honey?
^^^"Sangat mom"^^^
"Ada apa dengan suaramu honey, apakah kau sedang sakit?"
^^^"tidak mom, hanya pusing sedikit"^^^
"mom rindu dengan princess princess kesayangan mom, kau membuatku cemas, minggu lalu kau tidur dimana??hmm? kau tidak bisa dihubungi"
^^^"aku juga rindu mom & dad, waktu itu aku bermalam di tempat denise, kapan pulang mom?"^^^
"diusahakan secepatnya pulang, honey ada hal penting yang ingin mom sampaikan, terutama untukmu, so .. honey jangan marah..granny minta kamu dijodohkan dengan cucu dari temannya, mom tidak begitu setuju sih dengan hal ini, tapi grandpa & granny sangat mendukung hal ini, sepertinya ada kepentingan di balik ini, entahlah"
kenapa hari ini begitu aneh? Rasanya tubuhku seperti disambar petir.
"tunangan honey..bukan pernikahan..pernikahan akan dilaksanakan setelah kau meraih gelar dan mengelola perusahaan dengan baik, katanya mereka ingin bertemu dengan keluarga kita honey, kita adakan pertemuan setelah mom&dad pulang okey?"
^^^"tidak mom! itu tidak akan pernah terjadi! aku tidak mau! never! jalanku masih panjang mom, aku bukan hidup di jaman purba mom, ini sudah jaman modern, setiap orang berhak menentukan pasangan hidupnya"^^^
"oh dear.., nanti kita bicarakan lagi setelah mom pulang y..mom paham posisimu sayang, see you next week honey"
Dan suara ponsel ditutup dari seberang sana. Sena bangkit dari kursinya. Sellyna yang dari tadi memperhatikan kakaknya, mendengar pembicaraan mereka.
"Kak, aku tidak salah dengar kan??"
__ADS_1
"Sel, apa kau mau menggantikanku dijodohkan dengan orang yang tidak kau kenal?" Sena menatap adiknya tajam.
Sellyna menggeleng gelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua tangannya. "NO WAY !" ujar Sellyna.
"Kalau perjodohan ini terjadi, lebih baik aku kabur dari rumah, aku akan pergi dari sini" ujar Sena. Nafasnya naik turun, tangannya berkacak pinggang, alisnya berkerut memikirkan ucapan ibunya yang masih terasa hangat di pikirannya.
"Kak, tapi kan kita belum tahu siapa laki laki itu, bagaimana kalau ia tampan bagaikan prince berkuda putih kak? bagaimana kalau ia setampan Logan Wade Lerman atau mirip Zac Efron, aku yakin kakak juga tidak akan menolak, bukannya sebaiknya pengenalan saja dulu ya, lalu kakak bisa mencari kesalahan dan kekurangannya kan??" ujar Sellyna dengan rasa penasarannya.
"dan bagaimana jika ia lebih buruk dari itu, atau ternyata dia berusia 40 tahun lebih tua dariku? atau dia punya kelainan seksual? aku takut Sell, jelas aku M E N O L A K!" Sena memijat dahi dan pelipis kepalanya seolah olah kepalanya mau pecah saat ini.
"Ha-ah... aku ingin melupakan kejadian hari ini" keluhnya.
"kak,.. boleh tidak jaket axton besok aku yang kembalikan?" ujar Sellyna.
Sena yang tadinya memejamkan matanya, terbelalak dan melotot saat mendengar nama Axton.
"Aku sedang tidak ingin mendengar namanya Sell, tolong jangan kau sebut namanya lagi, jika kau mau, kembalikan saja besok"
Andai kau tahu apa yang Axton lakukan terhadap diriku tadi sore, pasti kau akan membenciku Sell. Aku tahu kau menyukainya. Adikku yang sangat menyukai Axton.
"Serius kak?? asiiiiik... thankyou kakakku yang paling baik seduniaaa.. besok aku akan mengembalikan jaketnya hehe" Sellyna memberikan senyuman termanisnya, sambil berjalan keluar dari kamar kakaknya. Kemudian langkahnya terhenti, dan badannya berbalik ke arah kakaknya.
"Kak! Good night ya, mimpi indah kak Sena" kemudian melanjutkan langkahnya kembali menuju kamarnya.
...***********...
Sementara di sebuah kamar bernuansa abu abu, seorang pria sedang membayangkan wajah Sena. Malam ini dia belum bisa tertidur. Pikirannya melayang membayangkan bibir gadis yang ia cium sore tadi.
Aksena..
Apa yang harus aku lakukan bila besok bertemu kamu? Kau pasti marah akibat kebodohanku tadi sore...
__ADS_1
Bahkan kau tidak pernah tahu.. bahwa sorot matamu mampu membuat hatiku berdebar..
Senyummu mampu membuatku ingin memilikimu..