
Sena dan Denise menuju tempat yang nyaman untuk makan siang. Mereka mencari tempat duduk yang kosong di area taman sebelah timur sekolah. Area tersebut adalah tempat favoritnya siswa siswi menikmati jam istirahat. Selain tempatnya yang sejuk, pemandangan taman bunga yang asri terlihat indah dipandang, sehingga siswa siswi banyak berkumpul sambil bercengkerama di area ini.
"Sena, kita akan duduk di sana" ujar Denise yang menunjuk bangku kosong dekat kumpulan bunga aster kuning yang tertata rapi. Sena menganggukkan kepalanya tanda setuju. 'hmm, tempatnya nyaman', pikirnya. Posisi bangku tersebut berada di samping jendela gedung lantai 1. "Selamat makan Denise" ujar Sena.
Sena dan Denise sedang mengobrol dan bercanda ketika ponsel Denise tiba tiba berdering, serta terdapat notifikasi di layarnya. Sebuah undangan pesta perayaan ulangtahun salah satu teman mereka akan dilaksanakan nanti malam di sebuah klub terkenal di kota tersebut.
"Sena, apakah kamu sudah mendapat undangan pesta ulangtahun Michelle nanti malam? Apakah kamu akan hadir?" tanya Denise.
"Ya Denise, aku akan datang.. Bagaimana jika kita berangkat bersama Denise? " pinta Sena. Hmm.. pakai gaun warna apa ya acara nanti malam, pikirnya. Sena sudah membayangkan indahnya gaun hitam miliknya yang akan dia gunakan nanti malam.
"Baiklah, karena jaraknya lebih dekat dengan rumahmu, aku akan menjemputmu pukul 19.00 nanti malam, ok?" ujar Denise.
"Baiklah, aku akan menunggumu Denise" jawab Sena.
Saat mereka sedang membahas gaun apa yang akan dipakai di pestanya Michelle, sebuah benda kecil berwarna putih jatuh tepat di atas kepala Sena. Sena dan Denise kaget, sebuah permen karet yang lengket menempel tepat di rambut Sena. Ya, seseorang telah membuang permen karet bekas dari jendela di belakang mereka. Ew! Ew! That's so disgusting!
"Denise, siapa yang melempar dan membuang permen karet ini? Apakah kamu melihatnya?! Ew, rambutku jadi kotor!" ujar Sena kesal. Sena langsung membersihkan rambutnya dan berdiri dari tempatnya. Dia melihat ke jendela tersebut, seseorang terlihat berjalan menjauhi jendela di belakang mereka. Mata Sena terbelalak terkejut melihat ciri ciri pria tersebut. Lelaki itu kan yang berpapasan denganku di tangga pagi tadi!
"Denise, tunggu di sini, aku akan mengejar lelaki yang membuang permen karet ini di kepalaku" ujar Sena geram.
__ADS_1
---------------------‐---------‐-----‐-----‐
Sena berlari dan menyusuri lorong sekolah, ia berusaha mencari lelaki yang telah seenaknya membuang permen karet di kepalanya tadi. Dia berbelok menuju ruang perpustakaan sekolah.
Tidak sia sia Sena mengejar sosok misterius tadi, ternyata ia masuk ke ruang perpustakaan. Perasaan kesal Sena memuncak mengingat kejadian pagi tadi. Betapa kagetnya Sena, karena lelaki tersebut adalah orang yang sama dengan lelaki yang telah membuat dia jatuh di tangga.
Lelaki tersebut berjalan menyusuri rak buku science. Begitu juga dengan Sena, ia mempercepat langkahnya dan masih mengikuti lelaki tersebut. Sena berjalan tepat di belakangnya. Kemudian lelaki tersebut berbelok ke arah rak buku algoritma dan Kalkulus. Sena hanya bisa menatap punggung lelaki tersebut. 'Dia memiliki tubuh yang sporty dan tinggi', pikirnya. Meskipun dia memiliki fisik yang bagus, tetap saja Sena kesal dan geram dengan lelaki itu.
Dia harus menegur dan mengungkapkan kekesalannya dengan lelaki itu.
Saat Sena ingin memanggil lelaki tersebut, Sena menghentikan langkahnya. Sena mengintip dari rak sebelah, kemudian dia melihat sosok wanita sedang berbicara dengan lelaki tersebut. Sena melihat dari balik rak sebelah, seorang wanita berambut panjang sedang mengungkapkan perasaan ke lelaki itu. 'Sebentar, Apa mataku tidak salah lihat ya? Sena merasa tidak asing dengan sosok wanita itu'. Sena kembali mengedipkan matanya memandang mereka berdua. 'Bukankah itu adikku Sellyna?! Sedang apa dia?! Apakah dia kenal dengan lelaki itu?' pikirnya.
Sena menatap deretan buku chemical di hadapannya, seolah olah sedang mencari buku kimia. 'aku kan anak sosial, tapi kenapa berada di area buku kimia y' pikirnya. Sena semakin mendekatkan telinganya dan berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan. Sena mengernyitkan alisnya, betapa kagetnya dia mendengar adiknya menangis. Ya, perasaan suka Sellyna telah ditolak oleh lelaki tersebut.
'Berani-beraninya Lelaki sok Tampan itu menolak adikku yang cantik dan baik hati.. Baguslah Sellyna, lebih baik ditolak daripada kamu jadian dengan pria angkuh itu, aku tidak sudi berteman dengannya' pikir Sena.
Ketika Lelaki tersebut pergi, Sena mengurungkan niatnya untuk menemui lelaki itu. Ia memilih menghampiri adiknya, Sellyna. Sena melangkahkan kakinya mendekati Sellyna.
"Sellyna.. Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu menangis Sellyn? Siapa yang sudah membuatmu menangis?" ucapnya. Sena mengusap air mata di pipi adiknya. Dengan air mata berlinang di wajah Sellyna, Sellyna terisak.
__ADS_1
"K-kak Sena... aku ditolak oleh pria yang aku suka kak" ucap Sellyna. Sellyna tertunduk dan mengusap air matanya. Raut wajahnya masih terlihat sedih.
"Dia ketua tim basket sekolah ini kak, namanya Axton". Sena tidak banyak mengenal teman pria di sekolahnya, karena Sena adalah murid pindahan dari kota W dua semester ini. Dia hanya kenal beberapa teman wanita di sekolah ini. 'Jadi lelaki itu namanya Axton' pikirnya.
"Apa sih yang membuat kamu suka sama dia? memangnya laki laki di dunia ini cuma dia seorang Sell? masih banyak kok laki laki yang lebih tampan dari dia, lebih baik, lebih keren, lebih segala-galanya. Enggak perlu lah sampai ditangisin begini, air matamu ini lebih berharga daripada nangisin dia yang sudah menolak kamu" ucap Sena sambil menggenggam tangan adiknya.
"I-iya kak, aku paham, kak Sena aku balik ke kelas ya, sampai ketemu sore nanti ya kak, oya kak nanti pulang sekolah kak Sena balik duluan saja, Sellyna hari ini ada kursus bareng Winni" ucap Sellyna. "Okay" jawab Sena sambil melambaikan tangan ke adiknya.
Sena kembali ke ruang kelasnya dan disambut Denise yang sedang membagikan hasil tugas milik Sena. Denise dan Sena kembali melanjutkan percakapan mereka yang belum selesai saat jam makan siang tadi sambil menunggu pelajaran selanjutnya dimulai.
...---------‐------------------------------------------...
Gaun Pesta
Sena merebahkan tubuh ke kasurnya yang empuk. Matanya mulai mengantuk karena kelelahan mengerjakan tugas dan kuis di pelajaran akhir tadi. 'hah, empuk sekali kasur ini, ingin ku tidur saja' batinnya. Sena menoleh ke sebuah bingkai foto di meja sebelah tempat tidurnya, sebuah foto keluarga dengan formasi lengkap terpampang di dalamnya foto ayah, ibu, opa, oma, Sellyna dan Sena. "Haah..ku rindu Mommy, kapan ya mereka akan pulang?" ucapnya.
Tak lama sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponselnya. Sena membaca isi pesan yang dikirim oleh Denise.
...19:00 aku akan tiba di rumahmu, gunakan dress hitam ya ;) Lokasi acara di NorthWings. See u soon ;*...
__ADS_1
"baiklah, aku harus bersiap" ujar Sena. Sena bangkit dan berjalan menuju lemarinya. Dia mengambil sebuah gaun pesta pendek-Sleeve Tulle hitam yang sudah tergantung dan memikirkan sepatu apa yang akan dia gunakan nanti. 'Waktunya bersenang senang' ujarnya dalam hati.