
Sena mengembalikan ponsel yang dia pinjam dari Axton. Alisnya berkerut. Saat ini dia sedang memikirkan alasan yang harus dia jelaskan ke mom dan Sellyna. 'Apakah mommy tahu aku tidak tidur di rumah semalam? aku harus segera pulang, mom akan marah jika tahu aku tidak pulang semalaman'.
Sebenarnya orangtua Sena tidak melarang kedua puterinya bepergian kemana saja, asalkan bersama teman teman mereka, itu pun harus saat weekend ataupun libur dan harus tidur di rumah. Selarut apapun mereka bermain bersama teman, mereka harus pulang ke rumah.
Sena hanyut dalam pikirannya sendiri. 'Kamu sudah gila Sena! Bermalam di mobil laki laki yang tidak kamu kenal!' Sesaat setelah Sena larut dari pikirannya, dia tersadar oleh suara bariton pria di sebelahnya yang sedari tadi memanggilnya, dan perdebatan pun terjadi.
"hey, Sen! Sena!...apakah kamu baik baik saja?" ujar Axton.
"hmm..ya, aku sedang tidak baik baik saja. Sekarang aku butuh penjelasanmu, kenapa kamu membawaku ke tempat ini Axton? Kenapa tidak kamu tinggalkan saja aku di sana semalam?" tanya Sena.
"hey, bukankah kamu yang mabuk dan jatuh ke pelukanku? Bagaimana aku bisa meninggalkan seorang wanita yang pingsan bersamaku, sementara aku tidak tahu teman temanmu siapa saja? Apakah wajar seorang pria meninggalkan wanita mabuk begitu saja di lantai klub?"
"tapi kan kamu tidak seharusnya membawaku ke mobilmu, dan membawaku pergi ke tempat yang aku bahkan tidak tahu kemana tujuannya..harusnya kamu tinggalkan saja aku di sana.. bisa saja kan hal hal yang tidak diinginkan terjadi? Apalagi aku seorang wanita, tapi benar kan tidak terjadi apa apa tadi malam di antara kita?" tanya Sena.
"Hei! Pikiranmu buruk sekali y.. Tentu saja tidak terjadi apa apa! tidak mungkin! Apa kamu tidak sadar berapa kali aku mencoba membangunkanmu yang tidur seperti orang mati! Kamu pikir aku laki laki jahat yang bisa melecehkan wanita tak berdaya saat mabuk? Tipeku saja bukan seperti kamu, yang jelas aku tidak selera dengan tubuhmu yang pendek dan seperti papan kering" jawab Axton.
"Eh..kamu bilang apa tadi?! memangnya kenapa dengan tubuhku hah?! Memangnya kenapa kalau pendek?! Kamu juga bukan tipeku, laki laki yang banyak otot seperti itu.. iihh.. aku juga tidak sudi tahu!" ujar Sena kesal, bibirnya cemberut dan alisnya berkerut.
__ADS_1
Sekarang kepala Sena kembali pusing dan perut kosongnya mulai mual. Sepertinya efek samping dari mabuk semalam masih terasa, ditambah harus berdebat dengan lelaki ini. Sena mulai menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan asam lambungnya naik sampai ke kerongkongan. Sena mulai menahan rasa mualnya, tetapi tak berhasil.
"Aku juga tidak tahu kan apakah kamu benar benar pingsan atau hanya pura pura pingsan? hah!" tegas Axton. Axton menatap wajah gadis di hadapannya, dan mulai melihat gelagat aneh Sena yang seperti ingin memuntahkan isi perutnya. Tentu saja kekhawatiran dia benar terjadi. Sena memuntahkan isi perutnya di dalam mobil. Belum sempat dia buka pintu mobilnya, jaketnya sudah dipenuhi oleh muntahan milik Sena.
'Hoekk'
"Eww... Kotor sekali! Kamu muntah di mobil dan mengenai jaketku!" ujar Axton dengan mata membelalak. Dia melirik ke kaki Sena dan lantai mobil dipenuhi dengan muntahannya. Oh My...
"Oopss, Sorry" ucap Sena dengan wajah sedihnya sambil menahan tangis dan memohon maaf. "Air...aku perlu air, akan aku bersihkan Axton..maaf " ucap Sena dengan memelas. Axton pun memberikan air dan tisu miliknya. 'Duh, bagaimana ini, bisa bisanya aku muntah di mobilnya, mana kena bajuku dan jaketnya lagi..malu banget.'
_______________________________________
Jaket Axton dan gaun Sena penuh noda muntahan Sena, dengan perlahan Sena usap tisu dengan air di gaunnya berulang kali. Lengkap sudah penampilan Sena pagi ini. Penuh dengan kekacauan. Make up yang luntur, bibir kering dan belepotan bekas lipstik yang pudar, mascara luntur yang memenuhi bawah mata seperti orang yang habis menangis, serta gaun yang beraroma muntah bercampur alkohol.
Berkali kali juga Sena mengucapkan permintaan maafnya kepada Axton karena telah mengotori mobil dan juga jaketnya.
"Maafkan aku Axton, akan aku bawa jaketmu dan aku laundry, maaf sekali lagi, akan aku kembalikan jaketmu dalam kondisi harum dan bersih. Bagaimana jika kita ke tempat pencucian mobil? akan aku ganti...." ujar Sena.
__ADS_1
Belum sempat Sena menyelesaikan ucapannya, Axton pun menyangkalnya "Tidak perlu, sebaiknya kita kembali saja ke kota, aku akan mengantarmu sampai ke rumah" ujar Axton dengan ketus dan wajah dinginnya. Axton pun menyalakan mobilnya dan melaju menuruni perbukitan.
_____________________________________________
Empat puluh lima menit perjalanan mereka menuju rumah Sena. Bugatti Divo berwarna hitam milik Axton memasuki kawasan perumahan elite Atherton Valley. Kendaraan mereka juga sudah mendekati rumah nomor 101 milik keluarga Sena. Di sepanjang perjalanan hanya suasana yang begitu hening, mereka sama sama terdiam, kecuali Sena yang sesekali memandu jalan menuju rumahnya. Sena menoleh ke arah jendela di sepanjang perjalanan.
Dengan perasaan yang tidak enak, Sena berusaha memecahkan suasana yang dingin dan kikuk di antara mereka.
"Hmm, Axton... terimakasih karena sudah mengantarku pulang, atas tumpangannya, pinjaman ponselnya dan... maaf karena sudah mengotori mobilmu, sekali lagi maaf.. karena semalam juga sudah marah marah dan merepotkanmu Axton" ujar Sena sambil sedikit menunduk dan menoleh ke arah Axton tetapi tidak berani melihat mata Axton. Axton hanya melirik Sena dengan wajah angkuhnya.
"*Ya, memang merepotkan dan kuharap kita tidak bertemu lagi." jawab Axton dengan angkuhnya.
'Hah..sombong sekali dia.. siapa juga yang mau bertemu dengan dia lagi. Meskipun begitu aku juga harus mencuci jaketnya dan mengembalikannya ..mau tidak mau tetap harus bertemu Axton lagi kan, haah*' batin Sena.
Mobil Axton berhenti di depan sebuah rumah bergaya classic dengan taman yang tertata rapi. Sena pun turun dari mobil Axton dengan membawa jaket di tangannya "Terimakasih atas tumpangannya" ujar Sena sambil melambaikan tangannya. Tanpa melirik dan menoleh ke arah Sena, lelaki tersebut langsung pergi begitu saja meninggalkan Sena yang terdiam kesal.
__ADS_1
"Wah... dasar lelaki angkuh! aku tidak mau berteman dengannya!" teriak Sena sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.