
Malamnya di rumahsakit anton sedang duduk dan memikirkan bagaimana caranya biar ana berhenti kerja,dan dia ingat ana mau berhenti kalau dia hamil anton jadi ingin segera menghamili ana lalu tidak lama dia pulang dan sampai rumah ana sudah menunggu
"kak aku kira gak akan pulang, apa kakak sudah makan
"aku sudah makan",
"padahal aku nungguin kak anton untuk makan
"mulai sekarang makan duluan jangan nungguin ",ucap anton sambil pergi kekamar lalu mandi dan ana makan sendiri lalu masuk kamar dan anton sudah ada dikasur
"kak jangan marah lagi
"aku udah gak marah sama kamu
"terus kenapa diam terus dari tadi
"hanya lelah saja", lalu anton memeluk ana lalu mencium perlahan dan mulai dalam dan ana menikmati ciuman itu. tangan anton mulai membuka baju ana lalu mereka melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya . paginya ana bangun dan malu lalu anton bangun dan mengecup bibir ana " kamu dari tadi udah bangun kan" ,
"aku malu kak
"aku ini suami kamu
"kak pagi ini aku harus kerja, ya ampun aku kesiangan
"ini udah siang, kamu ijin aja hari ini kita terusin yang semalam
"gak bisa kak
"aku akan telepon atasan kamu", lalu anton menelepon atasan perawat dirumah sakit
"ya udah aku mau mandi
"gimana kalau kita bareng aja mandinya
"kak malu tau", lalu ana berlari ke kamar mandi pas dikamar mandi ana lupa tidak membawa handuk lalu berteriak memanggil anton, "kak bisa ambilkan handuk aku lupa "
"ya aku ambilkan", kata anton lalu ana keluar dari kamar mandi
"kak mandi dulu aku buatin sarapan". lalu anton mandi dan ana membuat sarapan, lalu mereka sarapan dan anton mengajak ana pergi kerumah bu floren, siangnya mereka sudah sampai disana.
"mamah
"ya ampun anak-anak mamah , kenapa gak bilang dulu kalau mau kesini. gimana kabar kalian
"kita baik-baik aja mah
"semalam mamah sama papah ngobrolin kalian , mamah kangen udah lama gak liat menantu mamah yang cantik ini
"maaf mah, kita baru sempet kesini sekarang
"kalian nginap kan disini
"ya mah kita akan nginap", ucap ana
"malam ini kita makan diluar, kita janjian sama papah disana, kalian istirahat dulu pasti capek", lalu ana dan anton istirahat. malamnya mereka makan diluar dan tidak lama sudah ada dirumah lalu mereka tidur
"kak
"apa
"apa kakak masih nyuruh aku untuk berhenti kerja
__ADS_1
"sekarang terserah kamu, aku gak akan ngelarang kamu kerja dan aku percaya kalau kamu itu istri yang baik dan gak akan macam-macam
"aku itu tipe orang yang setia, jadi aku gak akan macam-macam
"bagus, gimana kalau kita terusin yang kemaren malam
"kak jangan malam ini yah, aku capek
"kamu mau menolak ajakan suami", kata anton sambil menggelitik ana
"kak lepasin geli tau, ya udah aku mau". dan mereka melakukannya lagi, paginya mereka pulang karena siangnya sama-sama akan kerja dan mereka sampai dirumah lalu ada telepon dari rey tapi ana ragu untuk angkat telepon itu karena ada anton disebelahnya,
"kenapa gak diangkat, siapa tau penting", ucap anton lalu ana angkat telepon itu
"hallo
"hari ini kamu masuk kerjakan
"ya , ada apa
"tidak ada apa-apa hanya memastikan saja, soalnya reni hari ini tidak akan masuk kerja
"oh ya, aku akan masuk kerja hari ini", lalu telepon pun ditutup dan ana takut anton marah lagi
"siapa
"rey
"oh ,
"kak anton gak marah kan
"nggak lah sayang , aku percaya sama kamu
"hallo ren
"ya an ada apa
"apa kamu sakit, kata rey hari ini kamu gak akan masuk kerja
"nggak ana, aku hanya gak enak badan aja
"ya udah nanti sebelum kerumah sakit aku mampir kerumah kamu
"gak usah ana aku gak apa-apa
"aku mau mastiin aja keadaan kamu, pokoknya aku akan kesana dah", lalu telepon pun ditutup, tidak lama ana sudah siap-siap untuk kerja lalu ana berangkat dianterin anton dan sampai dirumah reni
"kak nanti jemput aku kan
"ya sayang nanti aku jemput
"ya udah aku turun dulu
"kamu gak mau aku temenin
"gak usah kak, aku mau ngobrol dulu takutnya lama habis dari sini aku naik angkutan umum berangkat kerumah sakitnya
"ya udah kamu hati-hati
"ya kak dah". ucap ana dan anton sudah pergi ana langsung masuk kerumah reni
__ADS_1
"ana", kata reni sambil memeluk ana dan menangis
"kamu kenapa ren, kalau ada masalah cerita sama aku dan kamu keliatan pucat sekali
"aku hamil an
"apa, kamu jangan becanda ren
"aku hamil ana, dan aku bingung harus gimana
"setau aku kamu gak punya pacar, terus siapa yang melakukan itu sama kamu
"dokter rey
"apa, rey. gimana itu bisa terjadi apa selama ini kalian pacaran
"nggak an aku gak pacaran sama dia
"terus kenapa ini bisa terjadi ren,
"sebulan yang lalu dia ngajak aku makan untuk ngobrolin kamu karena dia masih cinta sama kamu , dan sesudah itu rey minum dan mabuk lalu aku anter dia pulang kerumahnya dan dia melakukan itu sama aku dalam keadaan mabuk dan dia minta maaf", kata reni sambil nangis
"maafin aku ren, karena aku kamu jadi seperti sekarang
"kamu gak salah ana, aku yang bodoh
"kamu harus ngomong sama rey dan minta pertanggung jawaban dia
"aku gak bisa ana
"kenapa, apa kamu akan tanggung semua ini sendiri
"aku takut
"aku yang akan ngomong sama rey
"jangan ana,
"ren , dia udah ngancurin masa depan kamu. dan aku berangkat sekarang takutnya kesiangan sampai rumah sakit, kamu tenangin diri kamu jangan pikirin yang nggak-nggak ada aku yang akan selalu ada untuk kamu,
"makasih ana
"aku berangkat ren", lalu ana berangkat dan sampai dirumah sakit dan langsung keruangan rey
"ana kamu sudah sampai
"aku mau bicara", lalu ana langsung menampar rey
"ada apa
"kamu tega yah ngancurin masa depannya reni, kenapa kamu melakukan itu sama dia
"maksud kamu apa
"reni hamil
"apa hamil
"dan kamu harus bertanggung jawab , masa depan dia sudah hancur karena ulah kamu
"aku nggak sengaja melakukan itu
__ADS_1
"kamu harus nikahin dia