
Siangnya mereka sudah sampai dirumah Ana dan bu floren sangat senang karena bisa berkumpul lagi dengan cucu cucunya.
"Haris terimakasih karena kamu sudah mau menjadi supir saya"
"sama sama Bu Ana"
"Hari ini kamu tidak usah masuk kerja"
"tidak apa apa bu, saya kan masuknya siang jadi masih ada waktu untuk istirahat,bu saya permisi pulang "
"hati hati Haris", lalu Haris pulang. Besoknya Salma dijemput Rendi untuk sekolah dan Salbi ikut dimobil Rendi lalu mereka sampai pas istirahat sekolah Rara nyamperin Salbi
"aku mau bicara"
"ada apa"
"kita bicara ditaman", mereka langsung ke taman
"ada apa sampai kita harus bicara disini"
"akhir akhir ini kenapa kamu ngejauhin aku"
"kamu kan yang mau kita seperti ini Ra"
"emang aku gak suka sama kamu, tapi gak harus ngejauhin juga Bi pas ada aku dikantin kamu langsung pergi apa kamu benci sama aku"
"kenapa kamu jadi mempermasalahkan ini, kamu pikir dengan kamu tolak aku dan aku akan bersikap biasa aja seolah tidak ada apa apa"
"aku gak mempermasalahkan"
"ya terus apa Ra"
__ADS_1
"aku gak mau kamu menjauh seperti ini, aku terus kepikiran Bi". lalu Salbi senyum mendengar ucapan Rara
"berarti kamu mau kita pacaran"
"aku gak tahu"
"aku kekelas dulu Ra"
"Bi tunggu"
"apalagi sih Ra"
"ya udah sekarang kita pacaran"
"beneran, kamu serius kan"
"ya aku serius"
"yes, akhirnya "
"ya aku gak akan ganggu belajar kamu"
"kita kekelas bentar lagi masuk ", lalu mereka pergi kekelas masing masing. sorenya Rara pulang sekolah bareng Salbi dan Salma pulang sama Rendi, lalu Ana telepon Salma
"ada apa mah"
"nak kamu langsung pulang aja gak usah ke toko, kasian omah gak ada temen dirumah"
"ya mah aku langsung pulang", telepon ditutup dan Salma langsung pulang kerumah. ditoko Haris tidak melihat salma padahal dia ingin ketemu dengan Salma. Dirumah Salma selalu nemenin omahnya dan Ana selalu pulang malam lalu Ana ditegur oleh bu floren
"Ana kenapa pulang malam"
__ADS_1
"aku memang selalu pulang jam segini Mah "
"kamu itu seorang ibu masa pulangnya malam mentang mentang anton tidak tinggal disini"
"papahnya anak anak sudah mengizinkan kalau aku pulang malam, Mamah jangan khawatir"
"Mamah gak khawatir, cuman punya dua menantu tapi sama sama sibuk"
"maaf Mah mulai sekarang aku akan pulang lebih awal, kalau gitu aku masuk kamar dulu Mah". Ana langsung kekamar dan langsung menelepon Anton
"ya sayang"
"Pah , udah makan"
"udah , kamu udah pulang"
"aku baru nyampe rumah, kapan Papah pulang"
"besok pulang, kamu udah kangen yah"
"Omahnya anak anak tadi bilang kalau aku suka pulang malam"
"Omah mungkin khawatir sama kamu sayang"
"ya pah, aku mau mandi dulu Papah besok hati hati"
"ya sayang ", telepon ditutup . besoknya Anton pulang kerumah Ana, Boy selalu nangis karena kangen sama Omahnya
"kenapa kamu selalu nangis jam segini Boy", ucap Intan
"aku kangen sama Omah"
__ADS_1
"Omah itu cuma sayang sama kakak kakak kamu, ngapain nangisin perempuan tua itu. lebih baik sekarang kamu tidur". lalu Boy tidur sambil nangis
"semakin kesini semakin aku tersiksa", ucap intan lalu ada telepon dari dokter dirumah sakit Intan bekerja dan langsung pergi