Nikah Terpaksa

Nikah Terpaksa
,,


__ADS_3

Ana sudah menjual rumah ibunya dan peninggalan ibunya dikirim kerumah neneknya ana.


Beberapa tahun pun berlalu dan sikembar sudah mulai sekolah TK, anton masih menjabat sebagai kepala rumah sakit. pagi-pagi sekarang ana sibuk dengan rutinitas nya menyiapakan anak anak untuk berangkat sekolah dan anton pergi kerumah sakit, mba nur masih bekerja dan bu floren sudah sering sakit karena penyakitnya. dan intan masih mendekati anton dan berharap jadi istrinya,


"sayang aku berangkat dulu, salma salbi disekolah jangan nakal yah


"ya papah aku gak akan nakal, dadah papah


"hati hati kak", anton berangkat dan ana lalu mengantarkan anak anak sekolah diantar supir. malamnya para dokter makan malam bersama dan intan juga ikut ,


"aku harus pakai cara terakhir sekarang", lalu intan memasukan obat diminumnya anton dan anton meminumnya tidak lama anton pusing lalu pamit pulang ke dokter yang lain.


"dok biar saya aja yang nyetir


"ya udah kepala saya pusing


"dok, nanti mampir dulu kekosan saya mau ambil sesuatu


"terserah kamu", lalu mereka sampai dikosan intan dan anton juga ikut masuk dan tiduran lalu anton bangun dan melihat intan sebgai ana


"dok, minum dulu aku buatin teh hangat


"sayang",


"dokter anton kayaknya melihat aku sebgai istrinya",kata intan dalam hati " dokter saya intan", lalu anton mencium intan dan intan tidak menghindari ciuman itu lalu mereka melakukan hubungan suami istri karena anton sudah dipengaruhi obat dari intan dan intan merasa puas karena sudah memiliki anton. paginya intan pura pura nangis dan mereka hanya memakai selimbut saja dan anton bangun lalu kaget


"intan, kenapa saya ada disini


"kenapa dokter menghancurkan masa depanku


"aku gak ngerti dan aku juga gak tahu dengan apa yang terjadi semalam", dan anton kaget karena tidak memakai baju sehelai pun

__ADS_1


"dokter udah merenggut kesucianku semalam", kata anton sambil nangis


"beneran aku gak inget kejadian semalam


"dokter mengira aku istri dokter, dan anda memaksa aku untuk melakukannya padahal aku sudah menolak tapi anda terus memaksanya


"saya minta maaf intan", lalu anton mencari ponselnya dan ada beberapa panggilan dari ana semalam karena khawatir anton tidak pulang.


"gimana kalau aku hamil dok


"tapi saya sudah punya istri dan anak


"jadi dokter tidak mau tanggung jawab kalau aku hamil,


"aku juga gak tau


"ya udah aku akan melupakn kejadian ini semua dan kalau pun nanti aku hamil, aku akan membesarkan anak ini sendiri. dan dokter jangan salahkan saya kalau istri anda tahu tentang kejadian ini


"saya mohon jangan kasih tahu istri saya , nnti kita obrolkan lagi saya pulang dulu". lalu anton pulang pas dimobil dia langsung menghubungi ana


"sayang


"aku minta maaf sayang, semalam aku ada urusan dan ketiduran diruanganku


"syukur kalau kak anton baik baik aja


"aku pulang sekarang sayang


"ya kak", lalu anton pulang. dikosan intan sangat senang karena bisa mendapatkan anton


"ternyata mudah mendapatkan kamu dok, dan aku juga udah punya sesuatu kalau seandainya kamu lari dan menjauhi aku".

__ADS_1


lalu anton sampai rumah dan langsung mandi ,


"kak aku anterin anak anak sekolah dulu


"aku anterin sayang


"gak usah kakak istirahat aja,


"gak apa apa sayang, aku ambi konci mobil dulu


"hore dianterin papah ", kata salbi sambil lompat lompat. salbi anaknya aktif dan salma tidak seaktif salbi , di mobil anton keliatan gelisah dan ana memperhatikan anton dari tadi


"kak , ada apa


"gak ada apa-apa sayang,


"papah nanti jemput salbi yah


"salma juga jemput ya pah


"ya nak nanti papah jemput lagi", lalu sampai didepan sekolah dan anton lngsung pulang lagi . dirumah anton sangat gelisah dengan kejadian semalam dan kenapa dia sangat bodoh .


"aku mengulangi kesalahan lagi, maafkan aku sayang. gimana aku akan menjelaskan nya kepada kamu, dan gimana nanti kalau dia hamil",ucap anton ngomong sendiri


Dirumah sakit intan bertanya tanya kenapa anton tidak masuk kerja lalu dia menelepon anton


"dok, kenapa tidak masuk


"saya ada urusan, kamu hendel saja semua kerjaan saya kalau ada meeting batalkan saja.


"apa karena kejadian semalam dok

__ADS_1


"saya mohon kamu jangan ngomongin kejadian semalam kepada siapapun dan jangan ngomongin itu lagi kepada saya. saya juga gak akan lari kalau terjadi apa apa sama kamu


"saya juga gak mau ngomongin kejadian yang bikin masa depanku hancur, saya pegang omongan anda dok". lalu telepon pun ditutup


__ADS_2