
Malamnya mereka makan bersama termasuk Haris ikut makan, Intan terganggu dengan adanya ana dan anak anak dirumah karena perhatian anton pasti pada Salma dan Salbi. sampai sekarang Anton masih dingin sama Intan dan menganggapnya bukan sebagi istrinya tapi sebagai ibu dari anaknya Boy.
"Salma papah mau ngomong sama kamu"
"ada apa pah"
"papah minta maaf karena selama ini kurang perhatian sama kamu dan Salbi"
"selama ini aku bahagia pah, papah sibuk juga kan buat keluarga"
"kamu rencana mau kuliah kedokteran kan"
"aku gak tau pah, aku kurang berminat jadi dokter"
"kenapa nak, papah dan kakek kamu juga seorang dokter"
"aku belum memikirkannya pah, lagian kan ada salbi yang akan kuliah kedokteran"
"apa kamu sudah punya pacar nak"
"sudah"
"tadinya papah mau ngenalin kamu sama anaknya temen papah"
"papah apaan sih, aku sudah punya pacar dan juga satu sekolah"
"ya udah nak, papah kekamar dulu"
"ya pah". Salma masih belum ngantuk lalu dia pergi kedepan rumah dan disitu ada Haris
"mas belum tidur
__ADS_1
"saya belum ngantuk
"mau aku bikinin kopi"
"boleh", lalu Salma pergi kedapur
"kopinya mas"
"makasih, panggil saja haris"
"kak haris kuliah dimana"
"di universitas.................... "
"jurusan apa"
"kedokteran, aku pikir kamu tuh karyawan ditoko soalnya kamu sering diem dikasir eh ternyata kamu anaknya bu ana"
"ya"
"hallo beb , kapan kamu pulang"
"besok aku pulang"
"aku kangen sama kamu"
"nanti juga disekolah kan ketemu"
"ya udah, kamu tidur yah beb dah"
"dah", telepon pun ditutup lalu Salma melanjutkan ngobrol dengan Haris sampai larut malam dan ada Anton nyamperin mereka lalu menyuruh tidur. paginya mereka pulang dan bu floren nangis karena tidak mau ditinggal sama anak anak
__ADS_1
"mamah nanti kita kesini lagi, mamah jangan nangis lagi yah"
"iya omah nanti Salma kesini lagi", tapi bu floren terus nangis
"pah gimana mamah nangis terus"
"mamah pasti masih kangen sama anak anak sayang"
"Anton mamah pengen ikut sama ana". ucap bu floren
"mamah kan ada Intan dan Boy disini" ucap Intan
"ya udah pah biarin mamah ikut sama aku"
"gak bisa kak, biarin mamah disini aku juga bisa ngurus mamah, aku juga kan menantunya" ucap Intan
"ya Intan aku tahu, tapi mamah pengen ikut dulu pulang. nanti juga pasti kesini lagi" ucap Ana
"kak kasian Boy gak ada temennya dirumah selama aku kerja kalau mamah ikut kesana"
"Intan biarin mamah ikut sama Ana dulu, Boy kan ada bi sumi "
"Kak anton selalu pilih kasih, Boy juga anak kamu kak" ucap Intan
"cukup Intan" ucap Anton dengan nada tinggi lalu Intan masuk kekamar dan Ana langsung menyusul Intan
"Intan aku harap kamu mengerti keadaannya mamah sekarang dan Kak Anton juga gak pernah pilih kasih sama Boy maupun sama Salma dan Salbi
"Kak intan jangan pura pura gak tahu, kak Anton dari dulu gak pernah sayang sama aku dan Boy.
"Intan kalau kak Anton gak sayang sama kamu dan boy, kak Anton pasti udah ninggalin kamu dari dulu. aku pulang dulu dan aku akan tetap bawa mamah" lalu Intan keluar kamar dan lngsung pulang dengan bu Floren
__ADS_1