
"tapi kenapa"
"diawal pacaran aku kan udah bilang sama kak rendi kalau aku gak mau lebih dari pegangan tangan atau pelukan"
"aku lupa , maaf"
"kak Rendi gak marah kan"
"aku gak marah", lalu ada telepon dari Haris dan Rendi melihat itu
"mau ngapain dia telepon kamu"
"gak tau kak, aku jawab dulu", lalu salma menjawab telepon dari haris
"kak Haris ada apa"
"apa kamu sudah pulang sekolah"
"sudah kak", lalu Rendi mengambil handphone Salma dan mematikan panggilan dari Haris
"kak aku belum selesai"
"apa dia sering telepon kamu beb"
"gak pernah kak, balikin handphone aku kak"
"awas yah kalau kamu teleponan sama dia lagi, sekarang aku anterin kamu pulang". lalu mereka pulang dan dimobil tidak ada yang bicara, malamnya Salma menelepon Rendi tapi tidak dijawab.
Hari ini acara kelulusan Rendi dan Rara, Salma ingin menemani Rendi diacara kelulusannya tapi Rendi masih marah dan belum baikan. lalu Rendi telepon Salma
"hallo beb"
"kak Rendi udah gak marah lagi"
"ya , apa kamu sudah siap siap"
__ADS_1
"siap siap kemana kak"
"ya nemenin aku, apa kamu gak mau "
"aku mau kak"
"ya udah ,kita ketemu disana aja soalnya aku sama ayah dan ibu"
"ya kak dah". Salma langsung siap siap dan Salbi juga mau menemani Rara
"Bi kamu mau nemenin kak rara"
"ya dong aku kan pacarnya, kamu mau kesana juga"
"ya , aku ikut sama kamu yah"
"ok ,tapi aku jemput dulu Rara.
"ya ", mereka lalu berangkat dan sampai. Rendi memperkenalkan Salma sama ayah dan ibunya, acara pun selesai Salma pulang sama Rendi
"gak beb, maaf yah aku udah diemin kamu"
"gak apa apa, kak Rendi berhak marah. aku juga minta maaf gak keberatan kan dengan hubungan kita yang seperti ini"
"aku gak keberatan beb, pacaran sehat ya seperti ini kan"
"makasih ya kak"
"sama sama ".
Rendi sekarang sudah mulai kuliah dan sibuk, Haris selalu menelepon Salma tapi tidak pernah dijawab karena Salma gak mau hubungannya rusak dengan Rendi yang cemburuan dan Salma sangat cinta dengan Rendi.
Dirumah sakit Anton bertemu dengan temannya bernama jerri yang seorang direktur rumah sakit,
"Anton apa kabar"
__ADS_1
"saya baik bagaimana dengan kamu Jer"
"saya juga baik"
"sudah lama kita gak ketemu"
"kita sama sama sibuk, gimana tentang perjodohan anak kita"
"anak kita kan masih sekolah jadi nanti aja kita bahasnya"
"terserah kamu , aku berharap kita bisa besanan seperti harapan almarhum istri say"
"ya Jer , saya juga pengennya seperti itu. apa kamu sudah makan siang"
"belum , kebetulan saya juga belum makan. bagaimana kalau kita makan diluar "
"ide bagus", lalu mereka makan siang diluar dan disana Anton melihat Intan dengan dokter dirumah sakit tempat Intan bekerja. Anton sangat marah karena sudah berani berdua biarpun Anton tidak memperdulikan istrinya dengan pria lain, malamnya Anton sudah dirumah menemani Boy belajar lalu Intan pulang
"dari mana kamu baru pulang jam segini"
"aku pulang kerjalah kak". lalu intan kekamar dan Anton juga masuk kekamar
"kamu udah berani berdua dengan pria lain diluar "
"apa perduli kamu kak, selama ini kamu sudah tahu aku memiliki hubungan dengan lelaki lain tapi kamu bersikap biasa aja"
"aku seperti ini karena ingin melihat sampai mana kamu akan melakukan hubungan itu dan ternyata kamu sudah jauh melakukannya"
"aku minta maaf kak,
"apa kamu mau kita berpisah"
"itu bukan kemauan ku kak, tapi itu kemauan kamu kan"
"terserah kamu ngomong apa, besok aku akan ajukan perceraian kita"
__ADS_1