
Hujan dan petir memenuhi langit Kerajaan Terbit, benar benar seperti badai.
"ini takdir kamu Anaku, terimalah" kata seorang paman bersama seorang anak di atas altar.
anak itu memiliki ekspresi datar dan wajah yang pucat, dia menatap Ayah di depanya dengan kebencian dan penuh dendam.
Raytios adallah seorang transverser, terlahir kedunia ini sebagai anak seorang Raja kerajaan Terbit, namun sayangnya dia di tunjuk oleh peramal kerajaan sebagai wadah Spirit selanjutnya.
Spirit adalah Monster Kuno yang di kabarkan tidak akan pernah mati atau menghilang, hanya bisa di segel dalam tubuh manusia atau benda benda ajaib tinkat tinggi.
Raytios yang masih kecil tidak bisa berbuat apapun pada takdirnya, bahkan ayahnya tidak menolak sedikitpun, Toh kan anaknya banyak.
"Ayahh Bangsss..." Ray mencoba mengatakan sesuatu, namun kata katanya berhenti setelah sebuah panel muncul tiba tiba di depanya.
[ Mengikat host dengan System Dewa ninja...]
[ Pengikatan Berhasil...Tunggu!!]
Suara itu seperti seorang wanita kecil yang mengomel di kepala Ray.
[ System telah salah memasuki Dunia... Aturan Sistem tidak berlaku... Mohon maaf untuk host dengan sistem yang tidak berguna di dunia ini. ]
[ System memutuskan kontrak dengan host...sebagai kompensasi host mendapat clone system dan semua barang, skill, dan harta harta di shop akan di gratiskan. ]
[ Mohon maaf dan selamat tinggal. ]
Ray mendengar semua ocehan itu dengan kondisi yang lemah, saat dia tau bahwa System telah salah memilihnya, diapun tersedak kaget dan pingsan seketika.
Ayah Ray hanya menatapnya dengan dingin, dia tau bahwa anaknya akan menghujatnya, namun ayah Ray tidak peduli dan malah pergi tanpa ekspresi sedikitpun.
"Pada akhirnya kamu hanya sebuah alat Anakku"
Kemudian dia menunjuk salah satu penjaga untuk membawa Ray dari sini.
...
Sebuah Villa yang cukup besar dengan pagar besi yang tinggi di sekelilinya, Villa itu berdiri di atas tebing yang memperlihatkan pemandangan kota di bawahnya, di belakang Villa akan ada hutan dan bukit bukit kosong tanpa bangunan.
Ini adalah Villa Ray yang cukup jauh dari istana yang berada di ujung sisi lainya, Ray yang di tempatkan di sini oleh Ayahnya, tinggal seorang diri tanpa pembantu atau pun penjaga lain.
Ray," Dunia macam apa ini, aku di jadikan wadah mosnter oleh Ayahku dan di kucilkan ke ujung kerajaan"
[ DIAM... aku bukan Monster ] Sebuah suara bergema di pikiran Ray
Ray" Lalu kamu apa?"
__ADS_1
[ Aku adalah Spirit God, ingat aku adallah Dewa...] Kata suara itu.
Ray hanya terdiam, Spirit itu terus mengatakan dia adallah Dewa kepada Ray, namun Orang Orang mengatakan dia adallah Monster Kuno.
Ray juga sedih pada nasibnya yang di tinggalkan oleh System Ninja dan menyisakan panel panel tanpa suara.
"System" Panggil Ray.
Tiba tiba sebuah panel muncul di depan Ray, panel itu terdiri dari Bilah status miliknya, inventory, Shop, Dan missi.
Nama: Raytios [16]
Title: wadah siluman [ Spirit ]
Lvl: Non [ Membutuhkan Chakra ]
Jutsu: Non [ Membutuhkan Chakra ]
Bloodline: Non
Catatan System: Dunia ini tidak memiliki chakra, host tidak dapat menggunakan apapun, mohon carilah energi cakhra agar dapat di gunakan.
Ray mengehelah nafas, dia sudah di tinggalkan dengan clone sistem tanpa otak ini, dan juga monster yang mengomel di tubuhnya.
[ Lebih baik Kita jalan jalan, bagaimana? ] Suara kejam itu terdengar lagi di kepala Ray.
Ray mengabaikanya dan pergi ke jendela kamar untuk melihat pemandang kota.
Ray,"Hmm Daerah yang tenang dengan kejahatan di mana mana"
[ Heyy... kau mengabaikan aku BOCAH ] Teriak suara itu didalam kepala Ray
Ray mengerutkan kening, dia sudah bersuaha mengabaikan orang ini, tapi ketika orang itu berteriak membuatnya sedikit takut.
" Ok dewa yang terhormat, tolong jangan berteriak, aku akan keluar jalan jalan" Ucap Ray dengan pasrah.
...
Di jalan utama kota, Ray berjalan dibawah tatapan takut Warga Kota, mereka akan menjauh jika melihat Ray di jalanan.
"Hey lihat, itu wadah monster generasi sekarang"
"Siall, kenapa dia kesini. Biasanya wadah spirit sebelumnya sangat kejam, mungkin dia juga sama"
"Apakah kamu tahu bahwa dia adallah seorang pangeran?"
__ADS_1
Orang orang kota berbicara tentang Ray, dengan suara keras mereka, tentu Ray mendengar omongan itu dan hanya menunduk saat dijalanan.
Ray melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan omongan warga. Tujuan Ray saat ini adallah Akademi Sihir dan Pedang Ibukota Kerajaan Terbit.
Akedemi ini adallah milik kerajaan yang bertujuan melatih dan memilih bakat dalam masyarakat dari kecil, dan Ray adallah murid di sini selama satu bulan, namun karna kejadian penyegelan Spirit membuat Ray belum pernah masuk sekalipun.
Ray ingin melihat dulu ke dalam akademi, dan melihat apakah dia masih bisa belajar. perjalanan itu memang cukup memakan waktu, karna Ray hanya pejalan kaki, namun Ray tidak memikirkan capeknya berjalan, akan tetapi ejekan dari orang orang mematahkan mental Ray dari waktu ke waktu.
"Aku tidak jahat tapi kenapa mereka memperlakukan aku seperti itu" Gumam Ray dengan sedih.
[ Memang begitulah manusia, aku sudah melihat berbagai macam manusia dan berbagai wadah aku, semua di perlakukan sama ] Balas Spirit dalam pikiran Ray.
Ray,"Tapi jika terus seperti ini, apakah mereka tidak takut aku membenci mereka?"
Pertanyaan Ray membuat Spirit itu diam, Ray tidak menunggu jawabanya dan hanya melanjutkan perjalanan.
Di dalam Istana Kerajaan, Sang Raja mendapat laporan tentang Ray yang keluar dari Villa.
"Anak itu mengarah ke akademi?" Ucap raja pada seorang Asassin berpakain hitam di depannya.
"Benar raja" Asassin dengan hormat.
"Sepertinya dia mau belajar sihir, jangan halangi dia" Raja melambaikan tangan dengan perintahnya.
Asassin itu mengerti dan menghilang dari sana, meninggalkan raja dan seorang yg di tutupi kerudung di sampingnya.
Raja," akan banyak yang mengincar dia nantinya, karna spirit itu merupakan senjata pemusnah masal untuk sebuah kekuatan. Tetap awasi kemanan dia dan biarkan dia beraktivitas semaunya"
"Tapiii... kita juga perlu membuat anakmu itu menjadi kuat agar tidak mudah dikendalikan oleh Spiritnya" Kata orang berkerudung.
Raja,"Aku sudah memikirkan itu, tapi kita juga perlu melihat bakatnya dan bagaimana prilakunya pada kita. jika dia dendam dengan kerajaan dan ayahnya, maka dia perlu kita kekang"
"Kalau begitu biarkan anggotaku yang mengujinya" Orang berkerudung itu menjawab sambil mengankat tangan kanan.
Di belakang orang itu akan ada sosok yang berkerudung lain berlahan ditelan portal aneh dan menghilang dari sana.
Raja" Ingat ini pesanku penyihir, jangan sampai spiritnya melepas segel oleh kamu"
" Tentu" Seringai penyihir itu.
Raja berlahan beranjak dari singgasana dan keluar dari ruangan, penyihir menyambut dengan hormat saat kepergianya.
Setelah raja pergi sang Penyihir juga menghilang dengan cara misterius dan elegan.
...
__ADS_1