
Vier," Reaksi yang lumayan "
Ray," Oh..."
Ray meledak menjadi asap dan memecah menjadi tiga. Tiga Ray dengan pedang menyerang Vier yang hanya satu orang.
"Ciih...Main jumlah hah, cukup aneh"
Vier menari nari dengan tiga Ray secara bersamaan.
"Sing, sing...Peng" Teknik berpedang mereka tidak kalah satu sama lain.
"Tarian Tombak Es"
Vier yang terdesak dengan hanya satu orang membuat tiga tombak di sekelilingnya dan menyerang Ray dan Clone.
Satu orang dan tiga tombak es seperti pedang dan tuan, saling melengkapi saat menyerang, bertahan dan menyerang, tombak tombak itu akan mengerti situasinya.
Tiga Ray dan Clone tertusuk dan meledak menjadi asap. Namun semua Ray tidak ada yang asli.
"Wow...teknik yang hebat" Ray duduk di atas pagar kapal dengan malas.
"Hoaamm...Lanjut" Sambil menguap Ray mengeluarlan sepuluh Clone.
Sepuluh Clone berdiri dengan pose mafia yang garang.
"Kakak...hati hati" Teriak nona Allse tak jauh dari pertarungan.
Vier mengangguk dan bertambah semangat, dia maju seperti seorang kesatria pemberani.
Ray di sisi lain tercengang.
"Oh tidak... ternyata itu kakak ipar" Semua klon berbicara secara bersamaan.
"..."
Semua orang Terdiam...seorang yang toxic benar benar bikin malu.
"Ahaha, maaf itu hanya bercanda, aku sangat bosan sebagai pemuda yang berdiam diri di hutan selama berbulan bulan" Balas Ray.
Nona Allse mengengam tanganya di dada, dengan marah dia berteriak.
"Kakak...hajar pria mesum itu"
Ray, "..."
"Duh, sekian lama saya tidak melihat wanita yg menarik, tetapi mengapa tingkah saya seperti anak kecil didepanya" Pikir Ray.
"Hay orang gila..."
Vier maju dengan tiga tombak di sekelingnya, tanpa gentar melihat sepuluh Ray. Dia melambai dan semua tombak itu menyerang Clone Satu persatu.
"Fross Claw"
Vier berhenti di tengah dan mengambil posisi menebas dengan penuh kekuatan, lalu melepas tebasan dengan aura dingin yang menyambar.
Semua Ray dan Clone tersambar oleh udara dingin dan terhempas ke laut.
"Dinggiinn..." Ucap Ray yang tiba tiba muncul di belakang Vier.
"Booomm..."
__ADS_1
Vier terlempar keluar kapal dan jatuh kelaut, dan juga semua Clone Ray menghilang di laut.
"Hmm...apakah generasi sekarang selemah ini...!!!" Gumam Ray di atas kapal.
Vier muncul di atas laut dengan es sebagai pijakan. dia menatap Ray dengan marah.
"Pengecut hanya berani menyerang dari belakang" Vier berteriak.
"Oh ya..." Ray mengulurkan tangan kearah Vier.
"Rayton...Srigala"
Petir berbentuk serigala keluar dari tangan Ray dan meraung seperti guntur.
"Boomm"
Srigala Melesat dan menghantam laut hingga menciptakan gundukan air yang sangat tinggi. Setelah tenang, air itu akan mengalirkan listrik dari waktu ke waktu.
"Kakak..." Putri Alse menangis dan ingin melompat ke laut.
Sebelum putri itu melompat, seseorang dengan pedang besar di punggungnya mengendong Vier keluar dari laut langsung naik kekapal.
Dia meletakkan Vier di lantai dan menoleh Ke arah Ray dengan marah.
"Heeyy orang gila pulau Mull, Kami Dari guild Blue Dragon masih membiarkan kamu di sana selama dua tahun, namun apa yang kamu lakukan pada murid kami...hah"
Pria itu mengambil pedangnya dan mengacungkan ke arah Rai, auranya memancar dengan ganas dan berat,
Lioner
Lvl :35
Gelar : Spirit Hunter{Golem singa}
Job :Berserker
Bakat :Cahaya emas{HERO}
Skill : Sword Dance, Wind Strike, Stone Body, Meteror Strike...
Equip : Big Sword{rare}, Armor Standar{rare}, Gauntlet Standar{rare}.
Di dunia ini, para penempa juga memberi rank kualitas untuk setiap senjata atau alat alat ajaib, hanya Ray yang tidak peduli itu semua karna dia sudah punya barang barang hebat dalam system.
"Tunggu...Spirit Hunter??" Gumam Ray saat menatap Lioner dengan rumit.
Tentu Ray tau apa itu spirit Hunter dari sekian buku yang dia dapat dari keluarganya.
Barang barang dari keluarganya masih banyak yang belum terpakai di inventory Ray, dia belum bisa mengunakan semaksimal mungkin, jadi lebih baik di simpan untuk masa depan.
[ hehe... sepertinya kamu mendapat lawan yang seimbang] Cindaku berbisik dalam pikiran Ray.
"Oh, kamu sudah bangun" Ray tersenyum.
[ Kangen...!!! ]
Ray,"Tidak"
[ Hmm ]
Lioner yang berada di sisi berlainan menunggu dengan sabar jawaban dari Ray, namun Ray termenung Cukup lama di hadapanya.
__ADS_1
"Hey...apakah kamu mendengarkan aku?" Teriak Lioner.
Ray menatap lawan dengan senyum tulus.
"Oh maaf, aku tidak berniat seperti itu...hanya saja orang orang kamu yang menyerangku duluan" Jawab Ray.
"Bedebah, setelah satu orang mati dan yg lainya sekarat, kamu bilang masih kami yang menyerang duluan?"
Ray menghela nafas,
" Maaf soal itu teman, aku hanya bertujuan menumpang di kapal kalian menuju kota ikan kakap, disana ada sebuah guild naga biru dan aku ingin masuk guild itu. tapi tidak di sangka akan menjadi seperti ini" Ucap Ray dengan sedih.
"Kamu ingin bergabung dengan kami...jangan harap"
Lioner mengayunkan pedang ke arah Ray dari jarak jauh, tiba tiba hempasan angin kencang menghantam Ray.
[Wind Strike...Badai]
Ray Tidak bisa mengelak dan di pukul terbang, dan terpaksa mendarat di laut dengan baju yang sobek oleh serangan Lioner.
"Hmmm...selalu saja di serang, apakah dunia ini benar benar membenci aku" Pikir Ray dengan tatapan sharinganya.
Dia menatap kepal dimana orang orang dengan pandangan asing dan hina ke arah Ray.
Lioner kemudian di dukung oleh rekanya di kapal dan menyerang Ray dari atas kapal dengan serangan jarak jauh.
"Boomm..." Serang api, air atau angin menerjang Ray bersamaan.
Ray menghindari itu dengan bantuan sharingan, mengelak ke kiri dan kekanan
"Tatapan itu...aku sangat benci"
Serangan terus berlanjut, dan Ray menjauh dari jarak serangan mereka.
"Cara mereka mengucilkan aku...aku benci"
Lioner terbang ke udara dengan kekuatan anginya dan menerjang Ray yang di laut, serangan lioner sangat kuat dengan pedangnya yang di lapisi aura angin.
"Boomm" Air mengepul.
Ray keluar dari ledakan air, kemudian di tanganya tiba tiba muncul kipas besar berwarna merah dan putih.
"Senjata Bashosen, Ombak"
Ini adallah kipas senjata di anime naruto milik Haguromo bernama Bashosen, dapat mengubah cakra menjadi serangan lima elemen.
Ombak naik di depan Ray sangat tinggi dan menerjang kedepan, Lioner yang masih di atas Laut Segera mundur melihat ombak raksasa.
"Hey semua, yang bisa terbang maka terbanglah..." Teriak Lioner ke arah kapal, lalu dia terbang ke langit.
Orang orang di kapal pada panik dan melompat ke langit, ada yang memakai sapu untuk terbang dan ada yang seperti memanjat ke langit, berbagai cara mereka lakukan.
"Aku tidak bisa terbang..." Orang yang tidak bisa terbang hanya bisa panik di sana.
Ombak menghantam Kapal Pesiar yang besar itu. Kapal itu oleng kesamping dan hampir saja terbalik.
"Serangan dengan senjata ini benar benar menguras mana" Gumam Ray yang memegang Bashosen.
Beberapa menit kemudian, ombak kembali tenang dan kapal juga telah Kembali stabil. Orang orang di langit bisa kembali ke kapal, sedangkan orang yng terkena ombak akan terluka atau jatuh kelaut. Mereka sibuk menolong Rekan rekan mereka.
Lioner menatap rekan rekanya, dia tidak menyanka bahwa orang gila pulau mull yang hanya di level master dapat memiliki serangan seperti itu.
__ADS_1
Sekarang tujuan mereka untuk berlibur dan berpesta telah berubah menjadi hari kesialan.
...