Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 13 : Bergegas.


__ADS_3

Di ruang harta, Ray menatap sebuah benda aneh seperti batu yang di letakkan di atas sebuah meja batu. Batu ini bersinar Biru seperti permata yang berkelap kelip.


"Apa itu"


Ray meletakkan kegiatan mengumpulkan semua emas sebelumnya, dia sudah mengemas semua barang di rak ke dalam penyimpanan, dan hanya tinggal bagian ini yang cukup jauh dari pintu.


Ray melangkah mendekat tanpa memperhatikan jalan. Namun tiba tiba langkahnya terhenti di tempat dan tidak bisa maju.


Angin menerpa dan sebuah portal muncul tiba tiba di depan Ray.


"SIAPA ITUU...." Dalam portal seseorang berteriak marah.


Ray terkejut dan ingin mundur namun mendapati dirinya tidak bisa bergerak bebas.


Di tempat ayah Ray yang sedang mantap mantap ronde yang ke sekian, tiba tiba dia berhenti melakukan mantap mantap.


"Kenapa sayang..." Gumam lemah selir sang raja.


Raja merubah warna wajahnya dan bangun langsung dari tempat tidur.


"Sayang jangan dulu...kita belum selesai"


Raja mengabaikan selir, dan bergegas memakai piamanya lalu berlari kencang keluar.


"SEMUA PLAJURIT BERKUMPUL DI DEPAN PINTU GUDANG HARTA...." Panggilan raja dengan marah.


Mendengar seruan itu, dua sijoli yg melakukan freestyle gaya dogy di pojokan terkaget dengan raut wajah penuh keringat.


"Ohh God...Mati kita"


...


Raja datang kedepan pintu harta dengan cepat dengan para plajurit yg berbondong bondong di belakangnya.


"Tidak tidak tidak...Sang leluhur marah di dalam" Raja dalam hati.


Di dalam ruangan harta.


Ray yang kaku melihat seorang berlahan muncul dari portal. Dia memandang orang itu dengan gemetaran dan keringat dingin.


[ Gawat, dia punya aura seorang di ranah epick glori ]


"Siapa kamu" Teriak Ray.


"Siapa kamu...!!" Balas orang tua aneh tanpa pakaian atas itu.


Jenggotnya sangat menjijikan, dan badanya berkilau seperti di oles minyak goreng.


"Kamu pencuri dan masih bertinkah bodoh di depanku...tunggu, kamu berdarah Jeger...!!!"


Ray hanya Diam tak bicara dan terus mengerakkan tanganya.


"Harus pergi...harus" Ray sudah penuh dengan keringat.


Sang leluhur mengulurkan tangan dan sebuah cahaya keluar dari tanganya,


"Piiinnnggg" Sinar itu menuju Ray dengan cepat.


"Ahhh...bergeraklah, Hiraisin"


Jary Ray membuat segel dengan susah payah, lalu dia menghilang di tempat.


"Woshh...." Cahaya melewati Ray, namun bukanya untuk menyerang, sinar itu bertujuan mengikat seperti tangan, Benar benar seperti tangan menggengam.

__ADS_1


"Hah...Generasi sekarang cukup uniq dan pemalu" Gumam orang itu dan mengangguk.


"Akhirnya akan ada secercah harapan untuk Jeger kembali ke kancah internasional"


...


Raja panik dan membuka pintu dengan cepat. saat masuk dia mendapati rak barang dan emas di lantai tersapu bersih.


"Tidaaakkk....Siapa ituu" Teriak Raja.


Note: Berteriak mulu nih raja, lama lama gua band juga nih.


Raja maju ke depan dan bergegas kehadapan sang leluhur.


"Ampun leluhur"


Leluhur hanya diam sambil senyum senyum.


Saat raja meminta maaf dia membuka mata dan melihat raja bodoh berkeringat dingin.


"Jangan meminta maaf, semua yang hilang adallah investasiku kepada keturunan yang berkualitas" Jawab leluhur.


"Si...siapa??" Raja kaget.


"Yaa, generasi sekarang berhasil masuk tanpa di ketahui oleh kamu, dan dia menginjak garis domainku untuk mengambil batu kristal mana ilahi" Leluhur.


Raja berpikir cepat untuk menebak siapa pencuri ini.


"Ray..." Hanya dia Ray dalam tebakan Raja yang memiliki banyak trik akhir akhir ini.


"Ohh jelaskan tentang dia" Kata leluhur.


Raja," Dia anakku, anak ketiga dari istri sah aku, dan pewaris wadah Cindaku yang di wasiatkan oleh kekaisaran pada kita di generasi ini"


Raja hanya diam dengan ketakutan.


"Kenapa kamu tidak membicarakan ini pada aku dulu...!!!"


Raja," akuu..."


"Poft" sebelum raja bicara, dia di tempar oleh tangan cahaya dengan cepat, raja terbang ke samping dan menabrak dinding, namun dinding itu tidak retak sedikitpun.


"Huhh, energi aku tidak banyak dan hidup aku mungkin berakhir lebih cepat. Jika kamu bicara pada aku sebelumnya, mungkin solusi baik bisa di capai" Leluhur.


"Bagai mana tidak jika generasi kamu dan kakek kamu seperti ini, hanya memilih ke egoisan dan mengabaikan peluang besar"


Saat kata kata itu berakhir sang leluhur juga masuk ke portal kembali.


"Aku akan beristirahat, dan kamu jangan ulangi kesalahan yang sama" Sang leluhur menghilang dari portal.


Raja memperbaiki dirinya dan membersihkan darah di kepalanya.


" RAY...." Tatapan raja seperti harimau yang kelaparan.


...


Ray kembali ke Villa.


"Aku harus pergi"


Ray bergegas mengemas barang barang yang di perlukan dan ingin pergi dari kota ini segera, jika tidak dia akan pasti mati.


" Apanya yang senjata, jika sebelumnya wadah bisa di ganti, maka wadah sekarang pasti bisa di ganti" Gumam Ray.

__ADS_1


Ray akan melangkah keluar Villa lewat jendela, namun tiba tiba seseorang menyerangnya. Ray kembali masuk ke Villa karna serangan itu dan menghantam dinding. Kakak kedua Ray dan kakak pertamanya masuk lewat jendela kamar Ray.


"Kami dari tadi mencarimu bajingan kecil, aku belum impas dari tadi"


...


Raja yang melihat harta kerajaan telah kosong benar benar marah, dia mengambil pedangnya dan memakai baju zirah dengan aura mengerikan.


Seorang Blood Knight lvl 50 puncak epick benar benar seperti pedang yang akan menebas siapa pun yang di lihatnya.


Mata merah terpancar dari helemnya.


"Maju ke Villa Raytios jeger dan tunjukan padanya bahwa aku bukan ayahnya lagi. kematianya sudah aku putuskan" Teriak raja pada bawahanya.


...


Villa Raytios.


"Kalian lagi..." Teriak Ray dengan marah.


"Hehe..." Mereka berdua menyeringai.


Kakak kedua mengeluarkan belati dan mendekat pada Ray. Kakak pertama tidak maju dan hanya menyaksikan kelakuan adik adiknya.


Sans,"Ray... mari kita selesaikam duel kita"


Saat Sans mulai dekat, tiba tiba Ray mengubah postur tanganya dengan cepat.


"Jutsu Seribu Bayangan"


Lima Klon terbelah di depan Sans, namun tidak berhenti di sana, mereka melakukan segel yang sama bersamaan.


"Katon gokakyu no jutsu"


Semburan api dari lima orang secara bersamaan menuju ke arah sans. Api menyembur dan melahap lawan di depan.


Sans tidak siap dan hampir saja terkena serangan sebelum Zen menyelamatkanya dengan cepat.


"Bomm" kamar Villa Ray meledak.


Zen membawa Sans melompat keluar, namun serangan Ray tetap saja mengenai di bagian punggung Zen dan dia terlempar.


"Rayyy..." Zen meledak dan masuk lagi ke kamar Villa dengan cepat tanpa menghiraukan api yang berkobar.


"Keluar bajingan" Teriak Zen.


...


Ray sudah berlari di hutan belakang Villa dengan melompat dari pohon ke pohon. Dia juga berhenti dan memasang jebakan dengan benang dan bahah peledak.


"Ninja terkenal dengan jebakanya yang handal"


Setelah Ray memasang jebakan,tiba tiba Assasin pemantau muncul tanpa stealth di pandangan Ray.


"Mau kemana hah..." Teriak assasin.


Ray tidak basa basi, Ray mengeluarkan dua buah gulungan entah darimana dan memutarnya di udara sebelum menankap.


"Tarian senjata, Soshoryuu"


...


Note: Hallo pemabaca, chapter untuk besok saya upload sekarang, dan besok saya berencana libur sehari.

__ADS_1


jika kalian bisa mengerakkan hatiku mungkin bisa di update besok...Menyeringai.


__ADS_2