
Istana istana megah tergantung di atas langit, ini bisa dikatakan sebuah Kota terapung.
Disebut sebagai kediaman para dewa, kokoh dan tidak pernah dihancurkan.
Namun sekarang istana megah ini sedang mengalami badai yang dahsyat. badai di langit, sunami di laut dan topan di darat berada di sekitar area Kota terapung.
"Hentikan ini Dewa pelindung Cindaku" Teriak sorang laki laki tampan berambut panjang yang sedang melayang di atas kota terapung.
Dewa matahari legendaris bernama Zing Bersinar adallah dewa zaman dahulu di dunia spiritual mana.
mendengar teriakan orang tersebut tiba tiba langit yang gelap gulita terbuka seperti pusaran. Makhluk raksasa turun dari langit dengan aura yang sangat berat untuk di terima seluruh kota terapung.
Bentuk Cindaku adallah harimau raksasa sebesar bukit, berwarna putih perak,corak pada tubuhnya berwarna emas. Taringnya yang sangat menakutkan dan cakar hitam yang ganas di kaki.
Kota terapung bergetar hebat saat kedatanganya, namun pemuda itu tetap tenang di tempat dan hanya menatap Cindaku.
[ Kerajaan Dewa kalian benar benar menghancurkan sampai sampai menyentuh sarangku ]
"Lalu apa!!...itu semua karna kekuatan kami yang hebat" Ucap Zing itu dengan angkuh.
[ Kalian orang munafik berkedot Dewa, tidak layak berada di dunia ini ]
"Boom..." Saat Cindaku masih berkata, ada serangan mendadak dari depan dan meledakan tempat berdiri Cindaku dengan dahsyat.
Langit menderu dan baday bertambah ganas setelah Cindaku diserang.
"Mari kita bunuh eksitensi kuno ini yang di katakan abadi dan kuat" kata pemuda itu.
Satu persatu para rekan datang di belakang pemuda itu. sepuluh, dua puluh, seratus.
[ KALIAANN.... ] Cindaku keluar dari area serangan dengan ledakan cahaya, setelah cahaya hilang, Cindaku berbuah ke bentuk baru.
Dengan bentuk humaniod mode Cindaku. tubuh berotot, cakar tajam dan panjang, ekor melambai, taring panjang dan mata harimau pupil merah, di kepala Cindaku ada satu tanduk selaras dengan warna bulu badanya.
Lututnya masih bengkok kebelakang tapi itu tidak terlihat lucu, melainkan benar benar tidak bisa di remehkan.
" Seraaangg...." Teriak dewa Zing dan seluruh pasukan di belakangnya.
Cindaku menghilang di tempat dan muncul langsung di depan Zing. Cakar Cindaku langsung merobek kedapan sehingga ruang pun bergejolak.
"Aku Dewa matahari Zing tidak semudah itu di bunuh"
Zing yang jadi target cakar ganas Cindaku melebur menjadi cahaya dan menghilang.
__ADS_1
[ Hmm ]
Cindaku yang berada tepat di depan krumunan menjadi target empuk skill AOE para rekan dewa.
Ratusan Skill di tembakan pada satu titik dan membuat area itu terguncang hebat.
" Kena kau..." Seringai Zing yang muncul di salah satu kota terapung.
Saat orang orang berpikir Cindaku akan hancur, namun tubuh yang utuh muncul di tengah serangan tanpa terluka.
[ Cacing tanah... ]
Cindaku menghilang lagi, dan mucul acak di dekat rekan dewa lainya.
Kemunculan Cindaku sangat menakutkan bagi orang malang ini, sehingga membuat dia tidak bisa bergerak.
Dengan santai, Cindaku menusuk orang itu. alih alih tertusuk, badan orang itu meledak menjadi kepingan darah efek dari kekuatan Cindaku yang sangat kuat.
[ Seperti lumpur ] Kata Cindaku.
"Klang" Langit terbelah oleh suara itu.
Sebuah senjata berhenti di leher Cindaku. pelaku berhasil menebas dari belakang, namun sayang seribu sayang dia masih bodoh dalam menilai kekuatan.
itu sangat cepat sehinggal reflek tinkat dewa legendaris pun tidak dapat berkutik dan hanya terlihat seperti dimakan tanpa perlawanan.
[ Puaahh... Rasanya hambar ] kata Cindaku sambil meludah.
Zing yang menyaksikan dari kota terapung tercengang.
"Kuat, benar benar...kuat" Suara gemetaran dan ketakutan dewa Zing.
pembantaian berlanjut, orang orang yang melihat senjata dan serangan mereka tidak mempan mulai menjarak dan berlari.
[ Domain Tornado ]
Seluruh kota terapung yang berjumlah puluhan tiba tiba terkurung oleh domain berbentuk angin.
jika di lihat dari luar domain, itu akan terlihat seperti badai topan raksasa yang menggulung segala apapun di sekitar.
Dewa Zing mulai khawatir dengan situasi, dia tidak habis pikir akan terkurung di kandangnya sendiri, rekan rekanya ketakutan oleh target mereka.
[ Tangan Neraka ]
__ADS_1
Orang orang yang berlari tiba tiba di kejar oleh tangan aneh berwarna merah gelap yang keluar dari tubuh Cindaku. tangan ini seperti keluar untuk menarik orang ke jurang maut.
" Defend Love Armor" Seorang wanita yang di kejar oleh tangan Neraka, tiba tiba membuka perisai love merah muda transparan di depanya.
Berpikir bahwa perisai itu akan bisa menolak tangan yang datang kepadanya.
" Ahhkk" Namun nyatanya perisai itu di tembus oleh tangan neraka, dan mengenggam lehernya
"Tidaakkkkk...." Teriakam Zing bergema di seluruh area.
"Cindaku bangs*t, itu Calon istriku" Zing berteriak dengan sedih, dia ingin menghentikan itu, tapi sudah terlambat.
Namun Cindaku mengabaikanya dan hanya fokus membunuh semua pasukan itu, tidak ada perlawanan, hanya pembantaian sepihak oleh Cindaku.
Terkadang akan ada seorang pemberani yang menyerang dengan jurus andalanya,
" Mantra terlarang, Soul Fire" Tak jauh dari Cindaku, salah satu dewa yang masih berjuang melakukan serangan paling kuat yang dia punya.
Soul Fire adalah mantra penyihir yang sangat kuat. Bukan karna ledakan atau serangan dahsyat, tapi efek kebakaranya yang abadi seperti Amaterasu dalam anime.
[ Wind Shock Hand ] Cindaku melambaikan tanganya untuk melakukan Skill perlawanan.
Wind Shock hand, serangan tipe angin yang benar benar kuat, guna sebenarnya dari skill ini adallah mengembalikan serangan lawan.
Api tumbuh di telapak tangan lawan dan terus membesar seperti matahari. Serangan Soul Fire benar benar cocok di jadikan mantra terlarang.
lawan melempar ke Cindaku seperti lemparan bola, kecepatanya sangat cepat.
Namun bola itu terhenti tiba tiba oleh perlawanan angin yang sangat kuat sehingga menyebabkan bola api itu melebur dan berbalik melawan arah.
"Dooaarr" Api meledakkan tuan yang telah memanggilnya.
"Kakaaakk..." Zing menangis di kota terapung, dia menyaksikan keluarga,kekasih dan teman temanya mati oleh Cindaku.
Hanya butuh beberapa waktu, seluruh pasukan yang menyerang Cindaku di musnahkan. Cindaku melihat ke laut yang penuh oleh darah dan mayat.
Zing sang dewa matahari berada di gengaman tangan Cindaku sudah tak bernyawa.
[ Dunia ini benar benar kacau ]
...
Note: Ini pertama saya membuat Chapter Spesial, jika suka tolong beri jenpol dan komen.
__ADS_1