Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 8 : Pertarungan II.


__ADS_3

Ray yang telah membangkitkan sharingan tamoe tinkat 1 memiliki beberapa skill.


yang pertama tentu membaca gerakan lawan, tidak hanya sekedar gerakan, tapi juga aliran energi yang di alirkan dalam tubuh. dengan arti kata bahwa Rai bisa menembus ke titik terdalam tubuh seseorang.


yang kedua ilusion eye yang dapat mengelabui lawan dengan ilusi, syarat utama adallah harus menatap mata sharinggan terlebih dahulu sebelum ilusi berhasil.


ketiga adallah melihat lebih cepat dari manusia normal, semua gerakan di depan sharinggan akan lebih pelan dari biasanya. ini akan di lebih kuat jika tamoenya bertambah.


...


"Jadi akan aku apakan kamu?" Ucap Ray pada guru smile.


Guru yang terbaring lelah di tanah dengan menyedihkan kembali tersenyum.


"Hahaha... Kamu telah menjadi kuat, pergilah ke sekolah dan temui kakakmu, dia ingin aku membawa kamu kepadanya" Jawab guru smile


"Hmm apakah kamu benar seorang guru?" Tanya Ray.


Orang lain menggeleng dan menarik nafas dalam dalam.


"Aku hanya pekerja di sekolah yang mendapat tip untuk menjemputmu" Balasnya.


Ray menyeringai.


" Bagus"


Tiba tiba tangan Ray menusuk ke jantung lawan, dengan kunai tajam di genggaman Ray menusuk ke dada lawan.


"Klang" Suara benturan terdengar. kunai Ray berhenti di badan lawan yang sangat keras.


"Apa yang kamu lakukan...!!" Orang itu panik setelah di tusuk Ray, walaupun di tangkis oleh armor, namun tempat lain masih bisa jadi incaran empuk untuk di gores.


"Tidak..." kata katanya belum selsai namun serangan kedua Ray telah menggores leher lawan.


"Jangan salahkan ketika ular telah dewasa memangsa kamu"


Setelah orang itu mati, Ray membawa mayat ke hutan belakang dan menguburnya. dia tidak ingin repot, namun jika bau busuknya masuk ke Villa akan membuat Ray tidak nyaman.


Di kejauhan saat Ray mengubur lawan, Sang assasin pengawas menyaksikan semua kejadian.


"Kekuatan dan strateginya sudah kuat walaupun hanya lvl 9, jika di biarkan maka dia pasti bisa setara dengan seorang jenius."


Asassin itu pergi dari sana setelah berkata.


"Hmm... jadi dia yang mangawasiku selama ini" Dengan sharinggan, Ray tau posisi assasin tersebut yang masih dalam keadaan stealth.


[ Jangan hiraukan dulu, dia bukan lawan kamu sekarang ] Jawab Chindaku dalam pikidan Ray.


[ Lebih baik temui kakak mu, sepertinya kakakmu punya kejutan untukmu ]


Ray dan Cindaku menyeringai.


"Hehe...menarik"


...


Akademi sekolah,Lapangan platihan siswa.


"Spell...Water Gun"


"Summon... Rock Man"

__ADS_1


Sebuah peluru menghantam Batu di tengah arena, ini pertarungan atara murid murid sekolah yang di adakan secara masal.


walau begitu, murid murid sangat antusias disini, apalagi para murid yang berprestasi, mereka akan sering menggunakanya untuk membanding bandingkan kekuatan.


Di luar arena, area stadium, kakak ke dua Ray seorang assasin bernama Sans menatap pertarungan dengan bosan.


"Huh di mana adik kecilku...lama sekali" Kata dia dengan malas.


"Tenang pangeran...Orang gila yang tersenyum itu pasti bisa membawa dia kemari" Balas rekan Pangeran yang penuh peralatan dan armor.


Sans,"aku menantikan dia bertarung di sini..."


"kami juga" Rekan Sans mengangguk setuju.


Di gerbang sekolah, Ray datang sendirian. tatapan orang orang masih sama padanya.


Masuk dan berjalan, Rey di hentikan oleh seorang gadis cantik berbaju sarjana muda.


"Pangeran ketiga, pangeran kedua sudah menunggu di stadium bertarung" Ucapnya dengan sopan.


"Hmm... di mana itu" jawab Ray.


"Ikuti aku" Balas gadis itu.


Ray di tuntun ke stadion pertarungan, Cukup besar seperti coloseum. Saat Ray di tuntun, juga banyak orang yang mengikuti dengan ekspresi aneh.


"Hmm jebakan ya..." Pikir Ray.


[ Kamu takut?] Cindaku.


" Cuman waspada, bukan takut" Gumam Ray dalam hati.


"Hmm... Kakak" Ucap Ray ke arah kursi penonton.


"Ray..." Balas Sans.


Mereka saling menatap cukup lama, lalu sans tersenyum dan membuka mulut.


"Aku tau kamu kekurangan uang dalam pelatihan, bagaimana kakak bisa membantu kamu?"


Ray masih diam.


"Hahaha...aku lupa bahwa adikku ini bisu" Kata pangeran, dan orang orang sekitar tertawa mendengarnya.


"Apa?... Kamu marah?" Teriak kawan di samping Sans ke arah Ray.


Ray menunjuk Kakaknya dan berkata.


"Kalian semua...maju sini"


Mata Ray berubah, dan sebuah pedang keluar entah dari mana di depanya, pedang kusanagi milik uchiha sasuke. Ray memegang pedang dan menghilang di tempat.


"Ternyata adikku seorang pendekar pedang seperti kakeknya" Teriak Sans yang masih tenang di posisi duduknya.


"Maju Kerl" Ucap Sans


Teman Di samping yang berarmor penuh menghilang dari tempat setelah kata Sans.


" Sing..." Benturan dua senjata antara Ray dan Kerl terjadi di udara di atas pagar area penonton dan arena.


Kerl yang memakai belati dua tangan menatap Ray dari dalam helemnya seperti pemburu menatap mangsa.

__ADS_1


Setelah benturan, mereka terpental ke belakang karna efek benturan.


Ray salto kebelakang dan langsung mengambil posisi saat jatuh. Kerl juga melakukan hal yang sama.


Tangan Ray memegang enam suriken di jari jarinya secara tiba tiba, lalu melempar ke depan.


Kerl yang masih berada di area penonton melihat aksi Ray.


"Cara bertarung yang aneh" Pikirnya.


Belatinya melambai dan akan menangkis suriken yang datang, namun suriken itu berbelok dan melewati belatinya.


"Ting ting tingg.." Tiga suriken berhasil lolos dan menghantam armornya yang kuat dan selebihnya berhasil di atasi.


Sayang suriken itu hanya menggores armor tersebut.


"Cihh..." Ray mendecak di arena lalu bergegas melangkah maju ke depan.


Para penonton yang berada di dekat Kerl berlari mengelak.


"Kerl...bawa ke tengah arena" Teriak seorang penonton.


Kerl mengabaikan itu dan hanya fokus pada Ray.


"Tarian bunga belati"


Belati kerl menebas ke depan, efek tebasan mengeluarkan Belati transparan yang melayang di udara, empat belati berputar mengelilingi Kerl.


Ray datang kedepan kerl dan menebas vertikal, namun belati kerl juga menebas kedepan untuk menghentikan tebasan Ray.


" Sing..."


Saat kedua Senjata bertemu, Ray buru buru mundur kembali. Belati yang mengelilingi Kerl bergerak menuju Ray yang saat ini mundur.


Ray menangkis dan mundur, satu tangkisan dan mundur, satu tangkisan lagi dan mundur lagi. Namun satu belati berhasil lolos dan melukai bahu kiri Ray.


Serangan itu tidak berhenti di sana, Serangan ganda juga di siapkan di udara oleh belati yang berkumpul kembali, Ray mengabaikan lukanya dan membuang sebuah bom asap.


"Bom" Bom asap meledak


Kerl mengulurkan tangan saat Ray membuang Bom asap


" Serang"


Belati belati melesat masuk menyerang saat bersamaan kedalam asap.


Para penonton menatap kumpulan asap dengan tegang.


"Apakah kena?"


"Munkin dia tidak berhasil"


"Aku menebak dia sudah mati"


Para penonton berkomentar di stadium, asap yang semakin sedikit membuat mereka juga gugup, padahal bukan mereka yang bertarung.


Sans," Dia sudah tumbuh dan bisa bertarung sengit dengan Kerl"


"Cara dia bertarung cukup aneh, dengan pisau terbang khusus yang muncul entah dari mana dan gerakan apa itu, bisa secepat itu untuk melompat" Balas rekan Sans.


...

__ADS_1


__ADS_2