
Asap yang mengepul kembali normal, orang orang di stadium menyipitkan mata untuk melihat keadaan Ray.
"Hah...apa itu?"
"Siapa yang menaruh itu..."
"Bagai manabisa..."
Para penonton tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, sebuah batang pohon yang terpotong dan tertusuk oleh skill belati milik Kerl.
"Di mana orang bodoh itu...!!"
Saat kebingunan para penonton, tiba tiba sesuatu yang sangat cepat melesat di udara dan menghantam tubuh Kerl.
Tubuh Kerl yang di tutupi armor penuh, masih ditembus oleh benda itu, benda itu tidak berhenti setelah menembus tubuh Kerl dan menghantam tanah dengan keras, tanah berlobang dan retak.
"Akh..."
Kata kata Kerl yang terakhir sebelum meninggal di tempat. tubuh Kerl runtuh dengan darah memercik di punggungnya.
Semua orang diam beberapa detik sebelum terdengar teriakan histeris di antara penonton.
"Kakaaak...."
Gadis yang berpakain sarjana, penuntun Ray tadi maju dengan wajah panik. Dia memeluk tubuh Kerl yang roboh dengan isak tangis.
"Kakak...Tidak tidak tidak....kakaaakkk" Teriakan tangis seorang gadis di atas stadium.
"Kerl..." Teriak pangeran Sans.
Dia berdiri dari tempat duduk dan mendekat dengan cepat kilat.
"Heyy... kamu masih hidup kan?"
Sans mengabaikan adik perempuan Kerl dan memeriksa tangan Kerl untuk melihat denyut nadinya. Sans tersintak dan mundur dengan wajah jelek.
"Dia sudah mati " Kata sans pada kerumunan.
Sans memandang benda yang membunuh Kerl sebelum menoleh melihat arah asal benda tersebut.
"Rayyy...." Teriak Sans.
"Kakak" Balas Ray di pintu Arena
Ray memandang kayu di arena dengan senyum cerah
"Teknik pengganti tubuh...Sukses" Gumam Ray.
Saat Ray akan di hancurkan oleh belati, dia bergegas menggunakan jurus pengganti tubuh, setelah itu dia datang kepintu arena, tempat titik buta semua orang dan melempar kunai dengan teknik Asuma, lemparan pisau cakra.
Agar tidak terlihat oleh kebanyakan orang, Ray menggunakan teknik ilusi pada matanya dan ternyata sangat membebani tubuhnya.
"Hah...Kekuatan ini sepertinya tidak perlu di pakai jika tidak terdesak" Gumam Ray sambil menstabilkan nafas.
Kembali ke pangeran Sans di podium, amarahnya memuncak atas kematian sahabatnya yang telah lama bersama.
"Raytios Bangs*t"
Sans berteriak dan maju mengejar Ray di pintu Coloseum. Tidak hanya Sans, tapi dua teman Sans juga mengikuti. Ray memandang mereka dengan rumit.
__ADS_1
Ray,"Kakak...aku saudaramu, apakah lebih rendah dari sahabatmu?"
Sans tidak berhenti,dia mengambil belati dari pinggangnya, sebuah belati hitam tajam.
"Kamu bukan siapa siapa sampah" Balas Sans.
"Guai, Fert...mundur" Teriak Sans pada rakanya sebelum melompat menyerang Ray.
Yang lain tiba tiba berhenti maju sesuai perintah Sans.
Ray mengayunkan pedang dan menangkis serangan yang datang.
"Sing" Satu benturan membuat Ray mundur kebelakang.
Saat Ray tidak stabil, Sans tidak diam dan terus menyerang, hanya butuh satu detik untuk Sans datang lagi menyerang Ray.
Ray telah membaca gerakan Sans dengan sharingan dan menangkis lagi dengan pedang. Ray dan Sans bertukar senjata lagi dan lagi.
"Sing...Sing...Sing"
Pertarungan mereka membuat desingan besi merubah suasana petarungan.
"Dia bisa menankis semua serangan Sans"
"Kecepatanya Hebat dan setara dengan pangeran kedua"
Para penonton berseru di stadium, pertarungan epick yang jarang mereka lihat terjadi saat ini.
Sans,"Teknik tebasan...Cabikan"
Sans mengeluarkan tekniknya. Belati itu mengeluarkan aura gelap, dan belati di ayunkan dengan sengit pada Ray.
Ray mengeluarkan empat bunsin dan pergi ke arah yang berbeda. Sans tidak goyah dan menebas yang paling dekat.
Belati itu sangat cepat hingga Ray clone tidak tau bahwa sans sudah menebasnya.
"Poff" Clone menghilang.
"Teknik apa itu" Pikir Sans dengan bingung.
Ray dan Clone berpencar dan menjauh ke arah yang berbeda. Saat bergerak, Masing masing dari mereka melempar kunai dan suriken ke arah Sans.
"Sing..."
Sans menangkisnya dengan cepat, lalu mengelak jika tidak bisa di hindari.
"Hentikan teknik bodohmu" Teriak Sans.
"Kunai Mana"
Ray dan klon saling melempar satu kunai lagi setelah Ray bicara. kunai ini berbeda dari sebelumnya yang lebih cepat dan mengerikan dari sebelumya.
Sans menyadari bahwa ini teknik lemparan yang sama untuk membunuh Kerl.
" Water dagger....Whirpool"
Tubuh Sans tiba tiba di gulung air entah dari mana, walau begitu sans tetap tidak terpengaruh oleh air yang menggulung dibadanya.
Kunay Ray yang amat cepat itu melesat dan menyerang pusaran air milik sans, saat kunai menyentuh air yang berputar di tubuh sans, kunai itu terpental kesamiping mengikuti arah arus putaran air.
__ADS_1
" Hebat, itu salah satu skill Sans yang terkenal"
" Apakah Sans sudah serius..."
" Berisik...." Teriak Sans mendengar para penonton yang ribut.
"Cihh...Andai aku bisa menyelesaikan latihan jutsu api kemarin" Gumam Ray yang melihat teknik baru Kakaknya yang berhasil membelokan seranganya.
Selama sebulan penuh, dia belum bisa menggunakan jutsu yang baik, dia hanya melatih kontrol mana,fisik, keahlian senjata dan jutsu termudah.
Dia berpikir untuk menyempurnakan dasarnya dalam jalan ninja dulu, tapi tidak di sangka saat medesak untuk jutsu yang lebih kuat terjadi sekarang.
"Apa aku coba saja?" Gumam Ray.
Dia telah membaca dan memahami konsep jutsu yang beragam di dalam buku, hanya perlu mencoba untuk dilatih.
[ hahaha...kamu sangat lemah ] Kata Cindaku dalam pikiran Ray.
"Itu benar"
Ray tidak membuang waktu, tanganya pelan pelan membuat segel. Sans yang sudah mengeluarkan skill bagusnya menatap Ray dengan angkuh.
"Kamu Ray...Bahkan ayah tidak memberimu Skill yang layak, jika kamu mau melawan dengan skill atau mantra yang ada di akedemi...jangan harap" Kata Sans.
Ray masih melanjutkan segelnya.
" Ular - Domba - Monyet "
" Tidak apa adik...aku tidak akan membunuhmu selagi ayah tidak mengizinkan itu. tapi melumpuhkanmu tidak ada dalam perjanjian" Sans berlahan berjalan medekat ke arah Ray dengan kata kata yang mendominasi dan intimidasi.
[ Hey anak gila, kamu mau apa dengan nama nama hewan itu.!!] Cindaku dibuat heran dengan Ray yang bertindak aneh.
"Babi Hutan - Kuda"
Ray masih membaca segel dengan pelan agar semua dilakukan dengan mantap.
"Apakah dia gila..." pikir para penonton yang tidak mengerti apa yang di lakukan Ray.
" Harimau "
Ray menarik nafas dalam dalam dengan dua tangan membentuk segel di depan mulut.
" Katon Goukakyuu No Jutsu "
Api menyembur keluar dari mulut Ray, seperti sebuah nafas yang terbuat dari api dengan cepat mengejar ke arah Sans.
"Semburan naga..!!" Sans bingung di tempat.
Para penontot kagum dengan raut wajah aneh, lalu bertiak histeris.
"Itu semburan naga"
"Wow semburan naga"
"Tidak...Pangeran kedua, bertahanlah"
Para penonton ini hanya bisa berteriak dan heboh, mengganggu konsentrasi pertarungan yang menegangkan.
...
__ADS_1
Note: Lain kali saya akan Banned sementara para penonton ini jika kalian setuju :v