
Istana kerajaan, aula raja.
"Ayah...biarkan aku menghajarnya" Teriak pangeran yang di tarik kembali oleh kekuatan aneh Jemet.
"Tenang lah Zen, jika kamu memukul pasti dia akan sekarat dan tidak bisa mengikuti ujian, ayah sangat malu jika hal itu terjadi lagi"
Zen hanya diam setelah ayahnya berbicara, dia kembali menenangkan diri.
"Kamu Ray, Sans, Zen akan ikut dengan aku. Semua orang akan bubar" Perintah raja.
"Baik yang mulia" Semua orang setuju dan berdiri pergi. mereka tidak menghilang atau semacamnya karna tau itu bukan hal yang sopan dengan status mereka.
Aula hanya menyisakan Jamet, Raja dan anak anaknya.
"Jamet, prediksi kamu untuk yang terkhir dalam setengah tahun lagi pakai lah sekarang, terawang tentang Guild gelap itu" Perintah raja.
kekuatan meramal masadepan milik Jamet hanya bisa di lakukan empat kali setahun dan hanya dua kali setengah tahun.
"Dan kalian, ikuti aku" Perintah raja.
Ray dan kakak kakaknya mengikuti raja dengan patuh, walaupun kakaknya sedikit kesal saat berjalan bersama.
Melewati aula dan memasuki sebuah Koridor yang sempit dengan patung patung di sisi kiri dan kanan, seperti menyambut kedatangan orang yang datang.
Di ujung koridor ada sebuah pintu besar dengan gambar aneh di pintu dan tulisan aneh disekelilingnya, pintu itu tidak terbuat dari kayu, tapi seperti di ukir oleh batu hijau gelap.
"Ini gambar Cindaku di zaman dahulu, seekor harimau raksasa yang menakutkan, dan di depanya ada seorang laki laki yang berdiri menatap Cindaku adallah leluhur kalian sang penasehat kekaisaran" Kata raja.
Ray menatap gambar dengan aneh.
"Jadi kamu Harimau, kupikir kucing..." Dalam hati.
[ Kamu pulang lewat mana hah... ] Cindaku meledak di pikiran Ray.
Ray hanya tertawa kecil.
"Leluhur kita itu seperti apa...!!" Tanya Ray pada raja.
"Leluhur kalain itu orang yang hebat, dikatakan bahwa dia telah mencapai lvl legendaris. bersama dengan penguasa kekaisaran dan raja raja lainya, mereka berhasil menyegel Cindaku di sebuah wadah"
Raja memandang pintu dengan kagum pada leluhurnya.
[ Cih...aku bahkan tidak ingat wajah leluhur kalian ] Bantah Cindaku di pikiran Ray.
"Lalu siapa yang menyegel kamu jika bukan leluhurku" Balas Ray dalam hati.
[ Seseorang sepertimu yg punya kekuatan aneh lainya... iblis dunia lain ]
"Apa itu benar, orang seperti aku...!!!"
[Aku tidak tau pasti, yang jelas dia memiliki kekuatan aneh yang bukan milik dunia ini ]
Ray," Dimana dia sekarang,"
[ Aku tidak tau, semua wadah yg telah aku miliki tidak bisa mencapai untuk bertemu denganya ]
" Bahkan bertemu saja belum..." Gumam ray dengan Rumit.
__ADS_1
Ada secercah ketakutan di hati Ray yang mulai mengubah pikiranya tentang dunia ini.
"Dunia ini benar benar berbahaya..."
...
Ray dan kakaknya di tuntun masuk oleh raja, saat datang ke depan pintu, mata para patung bersinar sebentar sebelum kembali hilang.
"Ayah, patung ini aneh" Kata Ray.
Pangeran kedua dan pertama tertawa melihat tinkah Ray yang tidak tau.
"Ray bodoh, itu adallah pelindung tempat ini yang di ciptakan oleh leluhur, jika kamu bukan berdarah bangsawan Jeger,munkin kamu akan mati melewati patung pertama" Bantah pangeran pertama.
Ray hanya diam.
Raja tidak menghiraukan itu dan meletakkan tangan di pintu, tiba tiba pintu mengeluarkan cahaya di garis garis tulisanya dan terbuka perlahan.
"Masuk"
Raja melangkah maju dan di ikuti oleh yang lain. Di dalam ruangan akan ada rak rak buku yang tidak hanya di isi oleh buku, ada toples berisi sayur,gingseng,batu,buku buku.
Di bawah rak akan ada emas yang berserakan hingga ke ujuang rak benar benar banyak. di ujung hanya emas yang berserakan dengan harta harta berkilauan di sana seperti tombak,pedang,panah, dan lain lain.
Raja," Di rak ini akan ada buku milik keluarga kita yang langka, semua isinya mengandung skill atau konten yang berharga di dunia, hasil penelitan dari generasi ke generasi juga ada di sana"
Ray memandang sekitar dengan teliti, dia sudah membaca buku tentang harta dan sejarah dunia ini secara umum.
Berdasarkan cerita buku, benda benda ini cukup langka di daerah Ray kerajaan cerah.
"Pilih lah yang mana kalian suka, untuk Ray...kamu hanya punya satu untuk di pilih"
Ray mengangguk, dia tidak menghiraukan kasih sayang ini lagi, toh dia sudah menghapus nama mereka dari orang yang di lindungi.
Ray berjalan berkeliling dan melihat lihat, Dia menghiraukan senjata senjata itu dan fokus ke harta alam dan buku buku.
Saat berada di titik buta mereka, Ray mengeluarkan sebuah kertas entah dari mana dan menguburnya di dalam tumpukan emas.
"Apakah aku dapat mengambil emas ini sedikit"
Ray Bicara pada ayahnya.
Ayah Ray menoleh dan melihat Ray yang memegang tumpukan emas.
"Hmm...Ambilah sebisa kamu menyimpanya" Kata ayah Ray.
Ray menyeringai
"Bagus" Gumam Ray
Ray kemudian memilih buku Berjudul Alkemisku di rak, lalu memuculkan gulungan aneh entah dari mana.
"Hehe...gulungan penyimpanan senjata Tenten"
Tiba tiba gulungan itu menghisap emas di sekitarnya dengan cepat, kecepatanya tidak ngotak dengan membabi buta melahap emas emas itu.
Satu kilo, dua kilo...seratus kilo, satu ton
__ADS_1
"Hey Ray... apa yang kamu lakukan" Teriak para pangeran.
"Kamu Ray..." Raja memerah.
"Hehe...katanya sebisa aku menyimpan, lain kali jagalah ucapan jika berhadapan denganku" Balas Ray
"Hmm jak..." Raja ingin berkata tapi itu di telan kembali, jika dia memakan kata katanya, itu akan membuat dia di pandang rendah oleh anak anaknya jika mengikari kata katanya.
"Ray...jangan serakah" Kakak kedua angkat bicara.
Ray mengabaikanya dan membuka gulungan kedua setelah dua ton koin tersimpan.
"Ray cukup..." Raja mulai marah.
Dia maju dan menarik Ray secara kasar.
"Kamu bisa membuat kita miskin" Kata raja.
Raja membawa Ray keluar dan meninggalkan dua pangeran di dalam.
"Hmm sepertinya dia punya banyak rahasia."
Bahas kakak pertama.
"Itu benar, Tekniknya sangat aneh, bahkan dia bisa memakai nafas naga yang kitaketahui di kota ini tidak ada" Kakak kedua membalas.
...
Ray di bawa ke lapangan istana.
"Ray...dari tadi kamu sangat kelewatan, aku sudah muak dari tadi"
Raja membanting Ray kedepan, Ray hanya bisa menurut karna kekuatan raja sangat kuat.
"Plajurit..." Panggil Raja.
Para plajurit kerajan datang dengan cepat.
"Cambuk dia..." Perintah raja dengan marah.
Para plajut mengerti dan memakai cambuk ke arah Ray.
"Jangan harap kali ini..." Balas Ray.
Bom asap muncul entah dari mana dan di lempar ke tanah.
"Bomm..." Asap mengepul.
"Ray...." Raja mengamuk dan masuk ke dalam asap. namun Ray sudah pergi ke gerbang dengan cepat dan keluar.
Raja tidak mengejar, dia menatap Ray dengan mata nostalgia.
"Dia sangat mirip dengan mu istriku, keras kepala" gumam raja dengan sedih.
....
Note: Saya bayar lunas untuk hari ini.
__ADS_1