Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 15 : Musuh Yang Mengerikan.


__ADS_3

Di hutan belantara.


Tiga orang sedang terbang, seorang kesatria penuh armor dengan seorang anak di kakinya dan seorang laki laki berambut singa tak jauh dari sana.


"Hahh jadi dia pria ini target kita..."


Rontok of Demon menatap Raja yang ada di tanah, Tapi menatap tanpa mata membuat bulu kuduk siapapun yang di tatapnya merinding.


"Roarrrr...tanpa basa basi mari kita mulai"


Rontok menggeram dan mengulur tangan ke arah raja, tangan hitam aneh itu yang di penuhi kuku tajam, memunculkan lingkaran segel sihir berwarna hitam di depanya.


"Gawat, itu segel sihir..." Gumam kapten legium di darat tak jauh dari raja.


"Mantra... Dinding abadi"


Jamet juga bergerak dan melapisi Area sekita raja dengan dinding pelindung.


Rontok menyeringai, Tiba tiba energi gelap yang dahsyat menyembur dari dalam segel dan menuju raja dan Ray.


Ray masih kesakitan di tanah dan tidak memperhatikan apa yang terjadi.


"Blood Aura"


Raja mengarahkan pedang ke depan dan pedang itu mengeluarkan cahaya merah darah untuk melawan energi gelap yang datang.


"Boom..." Ledakan.


Bumi berguncang dan pohon pohon berterbangan oleh efek ledakan. Kapten legium cerah sedikit kesusahan menahan dampak ledakan di sisi lain.


"Epick puncak memang beda, apalagi orang yang sudah lama berada di epick" Gumam Kapten.


Rontok of Demon mencibir di udara.


"Ahahaha...sepertinya ada cemilan rasa darah. biar aku yang bergerak sekarang Zomblo"


"Sudah aku bilang, nama aku Perto" Balas Perto dengan suara dingin.


"Terserah..."


Rontok melompat kebawah menuju sang raja di tanah. Ray yang ada di bawah sang raja tersadar oleh ledakan dan melihat situasi terkini.


Melihat orang yang terjun bebas ke arahnya dengan aura yang mematikan, dia panik.


"Fu*k"


Ray buru buru membuka segel saat berbaring, Raja tidak memperhatikan Ray dan hanya fokus pada lawan berbahaya di atas.


"Hiraishin..."


Ray menghilang di tempat, Orang orang hanya mengabaikanya.


"Boomm..." Ledakan di area pertarungan, dengan tanah naik ke atas saat rontok menabrak raja.

__ADS_1


...


Di ruang harta kerajaan cerah, yang sekarang hampir miskin dengan hanya satu sudut ruangan yang terisi.


Ray muncul entah dari mana dan mengambil kertas yang di selip di sebuah rak.


"Ternyata aku tidak sia sia meletakan ini disini"


Sebelumnya kertas ini ada di bawah koin, namun Ray memindahkanya untuk kembali kesini lagi jika perkerjaanya belum selesai. Ray menghela nafas, saat dia terpergok oleh leluhur, dia tidak sempat mengambil kembali kertas ini sebelum pergi.


Ray sekarang masih tidak mengambilnya, dia berencana pergi dari kota dan suatu saat benda ini pasti berguna di sini seperti sekarang.


Lalu Ray beristirahat sebentar dan tidak kemana mana, hanya memandang sudut yang terisi oleh koin emas dan sebuah batu diatas meja.


"Pasti ada garis pemicu untuk orang itu mengetahui aku telah datang, karna itulah dia tidak ada di sini...pertanyaan pertama, bagaimana aku keluar dari sini...!!!"


"Sharingan"


...


Di tempat lain, pertarungan raja dan Rontok of Demon.


"Boom..."


Raja dan Rontok saling membalas, Rontok hanya memakai cakar untuk menebas raja, dan raja akan menebas Rontok dengan pedang.


"Klank, Sing...klank"


Benturan pertearungan bergema di hutan, dan efek pertarungan mereka melemparkan pohon atau tanah di sekitar.


"Boom..."


Zomblo perto memperhatikan jamet, namun tidak melakukan sesuatu padanya.


"Baguslah dia tidak bergerak" Gumam Jamet.


"Blood Skill, Pedang Darah Gila"


Raja memutar pedangnya dan menebas dengan cepat pada Rontok, kecepatan itu tidak bisa di imbangi Rontok dan badanya tercabik cabik oleh pedang raja.


"Haaahh"


Rontok meregang badanya, dan semua benda di sekitar terpental kembali termasuk sang raja. Lalu tubuh Rontok membenkak sebentar sebelum kembali ke bentuk semula, tanpa luka sedikitpun.


"Huh...munkin menambah kekuatan sedikit" Gumam Rontok dengan gigi tajam itu di pamerkan untuk menyeringai.


Rontok menghilang di tempat, saat Rontok muncul dia sudah memukul sang raja. Raja terbang jauh kebelakang, efek dari terpentalnya raja membuat tanah terkikis di sepanjang jalan, dan pohon pohon berterbangan.


Lagi lagi rontok muncul di atas Raja yang masih terpental, dan memukul kebawah dengan dua tangan bersatu.


"Boomm..."


"Mantra, Paralyzing Arrow"

__ADS_1


Jamet menembakan mantra panah ke arah Rontok, tentu jamet sudah membidik dengan baik agar tidak melenceng ke arah raja yang ada di tanah.


Panah itu mengenai Rontok yang tidak mengelak sama sekali. tidak ada ledakan, hanya panah yg masuk ke tubuh Rontok dan berkelap kelip seperti aliran listrik.


"Gelii...tau" Gumam Rontok.


Rontok mencakar udara ke arah Jamet, sebuah serangan berbentuk cakaran melesat ke arah jamet semakin besar dan besar seiring perjalanan.


"Pelindung abadi"


Cakar menghantam lapisan pelindung transparan yang mengelilingi jamet.


Jamet,"Kuat sekali"


Pelindung Jamet bergetar hebat oleh serangan itu, namun Jamet masih selamat. Jamet yang selamat tiba tiba merasakan detak jantungnya semakin cepat.


"Pelepasan sihir...energi kematian"


Rontok sudah ada di depan matanya dengan segel lingkaran sihir hitam, itu sangat dekat dan lingkaran sihir itu terasa lebih kuat dari pada sebelumnya.


"Ahh..bangs*t" Teriak Jamet


"BOOMM"


Segel Rontok menyemburkan energi gelap dan melahap Jamet Buckland. serangan itu terus melesat hingga meledak di ujung hutan.


"Cihh...orang desa yang bahkan tidak bisa melepaskan mantra dengan sempurna, bisa mencapai level epick glory awal, itu sudah batasan" Kata Rontok menatap tempat jamet yang hancur lebur.


"Sing..."


Namun Rontok tidak menyangka kepalanya terputus dari lehernya, tebasan itu juga menebas angin di sekitarnya. Raja muncul di belakang Rontok dengan posisi berlutut setelah menebas. Armornya hancur dan menyisakan retakan pada bagian yang masih tertutup.


"Hmm, dasar bodoh...kamu lengah" Gumam raja.


Badan Rontok tidak mengeluarkan darah sepersen pun dan hanya berdiri di tempat, kepalanya terbang dan jatuh ketanah.


Zomblo perto hanya diam tidak ada tanda tanda bergerak. kapten legium di tempat lain mengepal tinjunya, di satu sisi dia bahagia oleh raja dan disisi lain dia khawatir dengan Jamet.


Pertarungan ini jauh di batas kekuatanya, yg hanya di lvl epick awal.


...


Ruang harta kerajaan.


Ray yang duduk beristirahat, memindai lokasi dengan sharingan, Ray memindai tembok dan lokasi tempat batu kristal itu.


"Hmm dinding ini terdapat rune aneh, yang terhubung satu sama lain seperti kabel. Dan apa apan batu itu...!!!"


Ray memandang sekitar lebih detail lagi, ruang ini di penuhi mana aneh berwarna emas, berbeda dengan warna mana di luar.


Mata Ray bisa melihat energi dalam tubuh seseorang, tentu dia juga bisa melihat kepadatan mana di udara, tapi awalnya itu tidak berguna karna kepadatan mana di kerajaan itu sama di seluruh daerah.


"Hey hey...menarik" Gumam Ray.

__ADS_1


...


__ADS_2