Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 5: Kebencian.


__ADS_3

Dalam aula Rapat raja,Orang orang menatap seorang anak yang terbaring penuh luka di depan mereka.


Ray terbaring penuh luka dan darah mengalir di sekujur tubuhnya. Tiba tiba para plajurit datang masuk berbondong mengawal seseorang. seorang pemuda usia dua puluhan yang tampan dan aura yang kuat.


"Ada apa ini ayah" Ucap pemuda itu.


Raja yang sedang dalam keadaan marah, kembali tenang setelah melihat pemuda itu.


"Oh Zen, Kamu datang. lihat adikmu yang menyedihkan selalu saja mengganggu ayah" Ucap raja


Zen memandang Ray yang terbaring menyedihkan penuh luka, lalu mendekat ke tubuh ray.


"Adik aku yang bodoh... kenapa kamu tidak tenang saja di Villamu"


Setelah berbicara, Zen menendang tubuh Rey hingga membuat dia berpindah posisi cukup jauh.


"Ahhh sakit bangs*t"


Ray ingin membalas tendangan Zen namun dia sedang sekarat sekarang dan tidak bisa berbuat apa apa.


...


Flash back"


Ray di kamarnya menyelesaikan semua bukunya dan mengehela nafas.


"Hmm cakhra perlu banyak latihan agar bisa meningkatkan control dan kapasitasnya" Gumam Ray.


"Pelatihan ini akan sangat membutuhkan Dana.


Hmm...Apa perlu aku meminta pada ayah bodoh itu?" Pikir Ray.


"Hmm mari kita coba, toh aku kan senjata Rahasia mereka, tidak mungkin mereka membunuhku di tempat saat meminta uang kan?" Ray berdiri dan pergi dari kamarnya.


...


"Sial... aku tau ini akan terjadi" Gumam Ray dalam kesakitan.


Dia benar benar tidak bisa bergerak bebas sekarang dan di tambah tendangan kakaknya, itu hampir menghilangkan kesadaranya.


Raja," Zen...sudah lah, jangan urus anak bajingan ini lagi"


"Kenapa ayah selalu menjaga dia agar hidup, kenapa tidak kita bunuh atau buang saja dia" Ucap Zen dengan marah.


"Bagai manapun Rey tetaplah adikmu. Walau dia telah membunuh ibumu, tapi kita tetap harus menjaganya karna Cindaku didalam tubuhnya" Kata raja


"Cih...aku Rindu ibu, tapi dia malah membunuhnya" Ucap Zen dan berbalik.


"Aku butuh sesuatu ayah. Pelatihanku sudah mencapai Rank master puncak, aku butuh sumber daya yang lebih besar untuk test masuk Guild nanti"

__ADS_1


Raja senang mendengar perkataan Zen, sambil tersenyum cerah dia memandang Zen.


"Bagus lah anakku, sumber daya itu jangan kamu khawatirkan, berlatih lah tanpa khawatir" Ucap raja.


Zen mengangguk dan pergi dari sana. Raja juga meminta Rey di bawa kembali ke villanya, lalu rey di bawa oleh plajurit dengan tandu ke Villa rey.


Dalam Villa.


"Bukan salahku dengan kamatian ibu kalian, ibu mati karna melahirkan aku,namun kalian menyalahkan aku karna dilahirkan tanpa pilihan. " Pikir Ray saat dia berbaring lemah di kamarnya.


"Lagian kalian bukan keluarga asli aku. jika aku berhasil menjadi kuat, kupastikan kalian merasakan penderitaan yang lebih dari aku" Kata Rey yang saat ini matanya berubah sangat gelap.


Malam terus berlalu, Rey yang tidak mau membuang waktu, mengambil buku dari Sistem


"Ambil buku Jutsu pemula ninja" kata Rey pada Sistem panel di depanya.


[ Heyy...aku mengerti kamu sekarang ] Cindaku Bicara dalam pikiran Rey sebelum dia membaca.


Rey"Apa yang kau tau?"


[ Kamu seorang iblis dunia lain ]


"Hah??" bingung Ray.


[ Iblis dunia lain...Seorang pengacau dunia yang bukan berasal dari dunia ini. di takdirkan di benci oleh dunia. kamu memiliki ciri ciri yang sama denganya ]


"Hmm itu..." Ray ingin menolak tebakan Cindaku, tapi dia juga tidak menolak dengan ciri ciri yang sama seperti kata Cindaku.


[ Jangan khawatir, aku tidak peduli dengan itu. toh dunia ini juga membenci aku, walau aku bergelar dewa pelindung ]


Ray," Dan kamu masih di kurung di sini walaupun bertugas melindungi mereka"


[ Hmm...manusia memang makluk yang aneh. mereka pantas di musnahkan ]


Kata kata Cindaku membuat Rey mengerti perasaanya.


"Jika begitu kenapa kamu tidak memberi aku kekuatan untuk melakuaknya?" jawab Rey.


[ Jangan bercanda, Tidak ada yang bisa mengendalikan kekuatanku, sudah lebih dari puluhan wadah penampungku dan mereka sangat kuat di antara manusia, tapi tidak ada yang bisa menerima kekuatanku ]


Rey" hmm...Tidak bisa di terima yaa"


Ray mengingat kembali, ada sebuah metode yang di gunakan naruto untuk menerima kekuatan milik Jincuriki miliknya. mungkin Rey bisa menggunakanya.


" Biarka aku mencoba itu" kata Rey.


[ Ahahah...serakah, benar benar seorang iblis dunia lain yang serakah ] Cindaku tertawa jahat di dalam pikiran Ray


[ Akan ada waktunya kamu mencoba itu, namun saat ini lebih baik kamu melankah lebih kuat ]

__ADS_1


Ray tersenyum mendengar kata Cindaku. Setelah itu Ray membaca buku itu sebelum tidur.


...


Hari hari Ray di habiskan dengan membaca dan meditasi, sekarang dia sudah di lvl 2. luka lukanya cukup parah dan membutuhkan waktu untuk sembuh.


" Taju Kagebunsin no jutsu"


Ray mencoba jutsu terlarang para ninja, sekian lama belajar membuat Rey mahir dalam pengunaan jutsu. jutsu ini akan membagi mana pada Ray menjadi dua untuk klon barunya.


seorang yang mirip Rey muncul di sampingnya dengan utuh tanpa kehilangan semangat.


" Apakah kamu bisa bergerak bebas?"Rey bertanya pada klon.


Klon tersebut mengangguk dan berdiri untuk memeperlihatkan gerakan bebasnya.


"Bagus, sekarang pergi ke pasar dan carilah Ramuan penyembuh luka di sana" perintah Rey sambil memberi kantong uang pada klon.


Yang lain mengangguk dan pergi dari sana.


saat klon pergi, Ray tidak menganggur, dia melihat lihat Shop System dengan santai.


"Aku tidak perlu membeli kunai ataupun senjata, semua sudah tersedia di shop, namun sumber daya latihan sihir tidak ada didalam shop System"


karna tidak adanya sumberdaya penyihir didalam system membuat Ray nekat meminta uang pada ayahnya.


mata uang dunia ini adallah koin emas dan perak yang merupakan standar masyarakat.


10 emas dapat membuat orang biasa hidup nyaman selama satu bulan. Rey membutuhkan uang untuk membeli ramuan sihir meditasi yang dapat melancarkan meditasi dan menambah efek meditasi.


harga ramuan ini setidak nya 30G perbotol tingkat rendah, cukup mahal. Namun karna luka, ray membutuhkan Ramuan penyembuh terlebih dahulu seharga 10G perbotol tinkat rendah.


...


klon mengoles ramuan ke punggung Ray, Semua lukanya benar benar memburuk karna ada bekas luka lama di sana, karna Ray memang sering di cambuk sejak dulu.


"Hmm Hmmm" Mulut Rey di tutub dengan kain,


Olesan itu tentu sangat perih bagi Ray.


Setelah di oles, Ray duduk di atas kasurnya, dia memandang Bunsin yang menunggu perintahnya.


Ray" Mana aku akan habis, jadi pergilah"


Klon yang mendengar itu mengangguk lalu meledak menjadi asap putih dan menghilang.


"Besok adalah pelatihan sebenarnya," ucap Ray dengan mata kebencian.


[ Jangan teralu terbawa emosi...orang yang termakan emosi akan mati menyedihkan di dunja ini ] Cindaku.

__ADS_1


"Hmm...kamu benar, dan aku juga pernah mendengar kata itu dulunya" Kata Ray saat menahan amarahnya.


...


__ADS_2