Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 10 : Berkumpul Keluarga.


__ADS_3

Api mengepul dari mulut Rai dan menyerang Sans yang di lapisi Water Degger. Sans sangat tidak menyadari serangan Ray akan seperti ini Dan dia terlambat menghindar.


" Water Degger....Dance Water"


Air yang mengelilingi Sans berputar penuh dan menari nari di sekitar Sans sebagai pelindung. Api Ray datang dan melahap Sans dan Dance Waternya.


"Boomm" Pembakaran terjadi.


Api mengepul yang melahap Sans mulai reda dan meninggalkan asap yang tebal di arena.


Ray berlutut di tempat dan terengah engah.


"Huff...penggunaan mana yang boros, sepertinya masih belum cukup hanya dengan lvl sembilan" Gumam Ray.


Ray memandang arena yang penuh asap, dalam pandanganya saat asap mulai menghilang, pangeran sans yang di kelilingi air masih utuh tanpa terluka.


"Bodohnya kamu melawan air dengan api..." kata Sans dengan dingin.


"Haah...itu lebih baik dari pada tidak" Balas Ray sambil berdiri kembali.


"Ray, kamu cukup kuat dengan hanya lvl 9 dan aku yang sudah di lvl 15"


Ray memandang kakaknya dengan kebencian, begitu juga kakaknya yang membenci Ray.


"Hanya itu seranganmu?...maka jangan salahkan aku melumpuhkan kamu tanpa perlawanan"


Ray hanya menyeringai.


"Ini teknik terakhirku, hanya untuk pelarian. jika gagal aku tidak tau apa yang terjadi" Pikir Ray.


Sans melambai belatinya dan semua air di tubuhnya berputar dan bergerak melapisi seluruh dagger.


"Water Dagger...Tornado Slash"


Air menggulung dari lengan ke degger Milik Sans.


"Ilusion eye...Chought"


Ray muntah darah, keadan tubuhnya tidak memedai untuk melakukan ilusi eye.


"Ahhh..." Dia memegang matanya dengan sakit.


"Apakah skill itu gagal...ahaha" Teriak Sans.


Sans melambai degger kedepan di kuikuti oleh air yang menggulung. Air itu menggulung dan menggejar Ray yang kesakitan.


"Mana aku habis karna serangan balik..."


Ray berpikir cepat, dia kehabisan mana karna serangan balik miliknya, dan mata sharingan kembali normal dengan nyeri.


Air itu datang kedepan Ray dengan ganas dan mematikan.


"Ugh...lagi lagi lemah" Gumam Ray dengan lemah dan bersiap menerima serangan.


"HENTIKAN...."


Tiba tiba serangan Sans terbelah dua di depan Ray dan melewati tubuhnya dari kiri dan kanan. di tengah serangan Sans ada seseorang yang berdiri diam dengan tenang.


Serangan berhenti dan memperlihatkan kakek tua berjubah abu abu.


"Sans...kamu berlebihan, megapa kamu lupa dengan janji " Gumam orang itu yang tidak lain adallah jamet.


" Penasehat jamet"


Sans yang berada di seberang kaget dan malu.

__ADS_1


"Maaf..." jawaban Sans pada Jamet.


Jamet menghilang dan datang ke samping sans dalam sekejap.


"kalian berdua ikut aku..."


Kemudian sans menghilang dari sana, setelah itu Ray juga menghilang dari arena. Para penonton di tinggal tanpa jawaban.


"Ituuu sang ketua peramal...dia hebat dengan aura yang mengerikan"


"Kamu lihat tadi...Penasehat raja hanya berdiri dan serangan sans mengelak ke samping"


Para penonton berbicara satu sama lain, hanya satu gadis yang berbeda dari mereka meratapi kematian kakaknya.


"Kakak...ayah pasti membalas kematian kamu" Kata dia sambil memegang mayat Kerl.


...


Di istana kerajaan, banyak orang aneh berkumpul di samping kiri dan kanan aula raja, seperti pasukan pasukan yg memiliki pakaian dan senjata berbeda. Di samping raja ada kakak pertama Ray berdiri di samping singgasana.


Ray dan Sans muncul di tengah lingkaran orang orang, dan Jamet Hadir di sebelah lain sisi Raja.


"Kalian...Ahhh memang seperti itulah kelakuan para pangeran" Gumam raja dengan menopang dagu di tempat duduknya.


Raja,"Biarlah masalah ini dulu, ada hal yang lebih penting untuk kalian ketahui."


Ray mengerutkan kening, jika masalah dia akan di bunuh oleh kakanya di biarkan, berarti itu tidak akan pernah di bahas.


[ Sepertinya kamu sudah kehabisan memberi mereka kesempatan...Ray] Cindaku bergumam.


"Memang" Balas Ray.


Ray memandang sekeliling dengan serius, jika dia nanti berniat membalas dendam, tentu dia perlu melawan orang orang ini.


Pertama di barisan kiri ada seorang berbadan kekar dengan Gunlet di kedua tangan, ber alis tajam dan Rambut Singa.


Di ikuti oleh wakill ketua dan anggota terkuat dengan total sepuluh orang.


Sebelah kanan akan ada pria Rapi bertampilan bangsawan dengan tombak di sisinya.


"Kapten legium Rahasia Cerah"


Mereka seperti terang dan gelap yang melindungi kerajaan dari dua sisi.


Raja,"Informasi pertama bahwa kalian darah dagingku para pangeran harus waspada setiap waktu mulai sekarang"


"Ada sebuah Guild yang bernama Suci Dalam Debu yang sedang marak di kekaisaran Pharaoh, mereka di ketahui ingin memberontak dan menguasai kerajaan kerajaan dari kekaisaran paraoh"


"Dan mereka telah menguasai lima kerajaan, jadi kita harus waspada pada masalah ini"


Raja menjelaskan panjang lebar tanpa ada orang lain yang menggangu.


"Masalah kedua adallah ujian masuk Guild di kekaisaran, ujian masuk hanya di lakukan sekali tiga tahun dan kalian bertiga akan masuk bersamaan. kakak pertama kalian tidak ikut dalam ujian pertama karna sesuatu hal yang menghambatnya dulu, jadi dia melakukanya sekarang bersama. syaratnya pasti kalian sudah tau..."


"Tidak..saya belum" Bantah Ray sambil melipat tanganya.


"Heyy sarung dulu pedang kamu nak" Setelah Ray bicara ketua legium cerah berteriak pada Ray.


Ray memandang orang yang membantahnya dengan sirus, lalu menyarungkan pedang disamping tempatnya dan mengikat ke belakang pinggang dengan ikat pinggang.


"Ray...kamu anakku yang paling kecil, yang sah aku umumkan di negri ini, banyak saudara di bawahmu yang tidak kamu ketahui karna mereka anak selir selir aku" Kata raja dengan wajah jelek.


Dia tidak ingin mengakui Ray sebagai anaknya seperti anak anak selir lainya, tapi dia tetap lah anak dari istri kesayanganya.


Raja,"Namun mengapa kamu tertinggal dari orang orang bodoh itu"

__ADS_1


Ray tertawa mendengar kata kata raja.


"Anak yang bodoh belum tentu karna dia bodoh, tapi didikan orang tua yang bodoh pasti membuat anak yang bodoh..."


Orang orang tercengang mendengar jawaban Ray, tidak ada yang berani menyindir raja bahkan anak pertama, tapi Ray terang terangan di depan semua orang.


"Rayy..." Raja ingin marah tapi dia juga menahan sebisa mungkin agar tidak terlihat bodoh seperti yang di katakan Ray, Raja yang pemarah adalah raja yang bodoh.


"Kamu mungkin kekurangan kasih sayang ibumu..." Kata raja dengan tenang.


"Hah mereka juga sama denganku, apa mereka juga bodoh karna kurang kasih sayang ibu...!!"


Pangeran pertama dan kedua kaget di tempat dan memandang Ray dengan ganas.


"Adikk...kata kata mu membuat hatiku sedih mengingat ibu" Balas pangeran pertama sambil meremas tanganya.


"Adiikk, jagalah kata katamu di depan ayah dan kakak pertama" Pangeran kedua di samping Ray juga membalas.


Ayah dan anak saling menahan emosi karna di katakan bodoh oleh seorang anak yang mereka benci.


Suasana diam terjadi beberapa detik sebelum Raja kembali berbicara.


"Jadi Ray...mungkin kamu butuh sedikit didikan, bagaimana dengan melihat lihat ruang harta, jadi tolong jangan bersisik di sana"


Ray mengangguk


"Itu baik"


Arti kata Raja yang di sampaikan sangat mudah di mengerti, artinya raja menyuruh Ray diam dan Raja mengijinkan Ray untuk memilih sesuatu di ruang harta agar dia tidak berulah sekarang.


Raja,"Datang lah nanti setelah ini"


"Kamu pikir aku bodoh bags*t" Pikir Ray dalam hati. jika dia mengikuti kata kata raja menagih janjinya nanti, itu tidak akan pernah terjadi.


"Hmm... sepertinya aku ngantuk, mungkin aku akan tidur dalam waktu satu minggu dan malas pergi kembali, bagaimana kalau kita selesaikan urusan sekarang dan aku akan kembali untuk tidur setelahnya"


Kata kata Ray membuat Raja mengepal tinjunya.


Raja,"Ray...apakah kamu tidak tau kita sedang Ada di mana dan dalam situasi apa"


"Oh, bukan kah ayah sudah menyelesaikan semuanya dengan dua informasi yang telah anda perlu sampaikan kepada kami..!!" Jawab Ray sambil memegang dagunya.


Ray,"Ohh aku lupa, semakin tua anda akan semakin pikun anda. aku jadi takut ayah akan melupakan semua janji itu"


"Baamm..."


Pangeran pertama menginjak kaki di tempat hingga membuat lantai retak dan melompat ke arah Ray dengan cepat.


"Sudahi ini anak bodoh, tolong hargai ayahku selagi dia mengakui kamu sebagai anaknya" Teriak pangeran pertama di udara.


Ray tidak kaget dengan situasi ini, namun tidak menyangka bahwa yang marah adallah kakak pertamanya yang bodoh.


Sayang bahwa Ray tidak memakai mata sharingan hingga tidak melihat lintasan pergerakan kakak pertama Ray yang terlalu cepat.


Saat Ray sudah sadar, sebuah tinju berhenti di depanya karna tertahan oleh sesuatu.


Pangeran pertama berhenti di udara dan hanya kaku ditempat.


"Cukup...pindahkan pangeran kembali, jamet"


Perintah raja.


Ray menghela nafas melihat serangan itu berhasil di tahan, jika tidak maka dia akan lumpuh dan tidak bisa berlatih nantinya.


"Orang ini punya teknik yang hebat" Gumam Ray dalam hati memandang Jamet di sisi lain.

__ADS_1


...


Note: Mohon maaf atas keterlambatanya, saya cukup subuk akhir akhir ini


__ADS_2