
Pulau ikan kakap adallah pulau yang sangat besar, Alasan di katakan pulau ikan kakap karna banyak tulang tulang raksasa di bagaian timur pulau tersebut.
Tulang tulang itu adallah tulang ikan kakap raksasa, di katakan itu adallah makanan naga sewaktu masih di sini.
Apa yang terjadi pada pulau ini dan sejarahnya hanya orang orang tertentu yang tau. Di pulau itu berdiri megah sebuah kota yang amat indah dengan bangunan bangunan ala eropa tengah dan istana besar di bawah patung seorang dewi raksasa.
Dari patung raksasa terlihat jelas rantai rantai yang di ikat pada patung, seperti takut bahwa patung itu akan kabur.
...
Guild Blue Dragon, terletak di bagian timur dekat dengan tulang ikan ikan raksasa itu.
Markas Guild itu seperti istana lain di pulau ini, benar benar megah dengan banyak pilar dan sebuah patung yang lebih kecil di istana tersebut.
Ray yang sudah sampai di depan pintu markas Guild blue dragon Melihat pemandangan itu dengan takjub.
"Bahkan kerajaan cerah sudah kalah dengan hanya arsitektur bangunan..." Gumam Ray.
Lioner Tersenyum dan merangkul Ray kedalam
"Tak usah takut teman Raytios, kami sudah menganggap kamu sebagai rekan..." Senyum Lioner.
Ray di kawal masuk oleh orang orang, beberapa orang berpisah dari Ray dan menyisakan dia dengan lioner. Berjalan di jalan yang terbuat dari batu kapur, Ray merasa kembali ke dunia fantasi dalam imajinasinya.
"Benar benar, sesuai ekspektasi..."
[ Cih...Hanya itu dan kamu terlalu kagum, kamu bahkan belum melihat bangunan para dewa ]
"Bacot..."
[ Haiii...Bocah masih saja bocah ]
...
Lioner mengajak Ray melihat ke sebuah bangunan di ujung jalan yang terletak di tengah cabang jalan.
"Ini adallah kantor registasi, dan di samping adallah bangunan perhotelan untuk anggota guild beristirahat" Pentunjuk lioner.
Ray mengangguk mengerti.
[ Hay Ray, aku ingat tempat ini...kamu mau tau? ]
"Ohh...kamu tau sesuatu, jelaskan di jalan"
Ray memandang sekeliling, namun masih belum menemukan orang orang di sini.
Lioner,"Lalu mari kita pergi ke sebelah kiri dulu, di dana banyak anggota guild yang berkumpul, area sini terbiasa sepi di siang hari"
Ray masih di tuntun untuk melihat lihat, dan lioner menjelaskan dengan antusias. Namun dalam perjalanan Ray semakin mengerutkan kening.
"Kamu bilang asosiasi Yang membenci iblis dunia lain...!!!"
[ Yaa...ini adallah pulau milik kenalan aku dulunya, dan pemujanya para manusia di sebut asosiasi pembasmi iblis dunia lain. pada masa itu adallah masa perang melawan iblis dunia lain yang memimpin sebuah peradaban.]
__ADS_1
"Apakah itu Neterhills?"
[ Benar]
Ray mulai ragu dengan keadaanya sekarang, apakah lioner mengetahui bahwa dia adallah iblis dunia lain.
Akhirnya Mereka sampai di mana orang orang sangat ramai, mereka berkerumun dan saling bertengkar harga.
"Ini adallah pasar guild, semua Ranket di guild akan menjual dan membeli di sini. dan bangunan besar itu adallah rumah lelang guild kami"
Ray melihat lihat isi pasar ini dan barang barang yang di jual, Namun Ray masih belum tau semuanya dan bahkan ada hal aneh yang mereka jual.
...
Ray telah sampai di area pusat keramaian guild yang dimana akan banyak berbagai ranked disini beristirahat, sibuk atau semacamnya.
"Ini area tugas dan area pertarungan, lihat bangunan colosseum itu...itu arena bertarung disini"
Ray di ajak masuk untul melihat Colosseum, saat masuk Ray juga di tatap heran oleh banyak orang.
"Kenapa kamu tidak mengenalkan aku dengan mereka?" Ucap Ray untuk lioner.
Lioner berhenti di pintu masuk.
"Nanti mereka akan tau" Balas lioner dengan senyum dan terus masuk.
Ray sebenarnya tidak butuh di tuntun karna dia punya System map, namun takut akan kecurigaan dan Ray terpaksa pura pura tidak tau.
"Mereka...Spirit Hunter"
[Kamu bisa melihat mereka...!!!]
"Yap...mereka sama dengan aku seorang wadah spirit."
Ada sekitar tiga orang yang di tandai sebagai spirit hunter di Colosseum, dan mereka juga melihat kearah Ray, terkadang mereka juga tersenyum ke arahnya.
"Ini aneh...mereka tau bahwa aku juga spirit hunter bukan?" Ray mulai tidak enak.
Hari pun beranjak sore dan Ray mengakhiri tour di Colloseum dan di minta menghadap ke istana dulu.
"Hey...aku hanya anggota biasa, kenapa harus ke istana?" Bantah Ray yg di ajak oleh lioner.
"Yap...kamu perlu tau dengan ketua dan senior guild"
Suasana hati Ray mulai tidak wajar, dia mulai curiga dengan sikap lioner ini.
[ Lebih baik kabur sekarang...] Kata Cindaku.
"Tapi jika kabur, mereka akan memusuhi aku" Ray.
[ Sudah aku bilang bahwa ibllis dunia lain seperti kamu tidak akan memiliki tempat di dunia ini ]
Ray hanya diam, dia tidak habis fikir dengan aturan dunia seperti itu. lalu bagaimana cara orang hebat itu bertahan sewaktu seumuran dengan dia.
__ADS_1
"Aku masih ingin mencoba..."
[ Manusia bodoh...]
...
Ray masuk ke istana yang di bangun di bawah patung dewi raksasa, Mereka masuk tanpa di hadang oleh siapapun dari guild.
Saat masuk, Ray datang di aula raksasa dengan bangku bangku raksasa di sekelilingnya yang mengikuti lingkaran aula.
Lioner berlutut dan berteriak.
"Ketua...Lioner sudah datang"
Tiba tiba di bangku raksasa itu muncul beberapa orang di masing masing bangku, hanya tiga orang dari sekian banyak bangku yang ada.
"Lioner...Apa informasi kamu itu benar?" Suara serak seorang yang duduk di tengah, kepalanya di tutupi helem polos dan auranya benar benar berat.
Bahkan Ray sedikit terintimidasi olehnya.
"Benar ketua..."Balas lioner dengan semangat.
"Maka tinggalkan kami" Perintah sang ketua itu.
Lioner mengangguk dan berjalan pergi dari sana, Raytios mengikuti lioner untuk keluar.
"Hay nak...tetap di sini" Ray terdiam di tempat.
Ray di tekan di tempat oleh kekuatan aneh, kepalanya sakit dan matanya mulai berdarah, Tiba tiba Ray berubah menjadi asap.
Di dekat arena Colosseum, seorang dengan gaya rambut aneh dan baju compang camping.
Raytios jeger yang menyamar menjadi seorang Ranket lain di sini tersadar saat bayanganya hancur.
"Benar benar jebakan..." Gumam Ray.
[ Sepertinya mereka sadar siapa kita]
"Dari mana mereka tau...!!!"
[ Menurutku mereka sudah lama mengawasi kamu, jadi setelah di pantau cukup lama tentu mereka akan mengetahui aku dan kamu, juga skill aneh kamu ]
"lebih baik kita pergi secepat mungkin" Balas Ray pada Cindaku.
Sedangkan di tempat Lioner berada, mereka bingung dengan tubuh Ray yang meledak.
"Benar benar aneh...Kecurigaan kita sekarang bisa di konfirmasi" Angguk salah satu dari mereka bertiga.
"Lioner...kejar dia" Dengan marah, sang ketua berhelem memerintah Lioner dari tempatnya.
...
Note : Kali ini benar benar menguras imajinasi aku, Butuh like kalian agar saya sembuh :v
__ADS_1