
Aula raja
" Jameeeett...." Teriak raja.
Jamet seroang mage berjubah abu abu itu terlihat tenang walau raja berteriak padanya.
" Maaf tuanku raja, tapi ada hal mendesak yang perlu aku sampaikan." jawab Jamet.
Jamet Buckland adallah seorang wizard kepercayaan raja. dialah orang yang meminta Raytios untuk menjadi wadah Cindaku.
Jamet seorang wizard yang memiliki skill khusus meramal masadepan, karna itu dia di angkat menjadi orang kepercayaan raja dan penasehat kerajaan.
Raja yang mendengar omongan jamet, kembali kewatak sesungguhnya yang pemarah dan serius.
Raja,"Hal apa itu?"
"Pembangunan area transportasi di selatan sedang memanas dengan perampok hutan di sana"
"Lalu saat yang bersamaan seekor monster lvl epick awal mengamuk di area timur. jadi kita harus bertindak sekarang untuk menghentikan kekacauan" Jawab jamet.
Raja,"Hmm...Masalah perampok di area pembangunan bisa di urus oleh kapten, perintah kan beberapa orang kapten dan pasukanya. Masalah monster itu tolong beritahu Jendral Legion Cerah dan wakilnya, dia bisa menangani itu"
" Itu masalahnya raja...Jendral sedang pergi untuk trobosan ke lvl epick awal" Jamet terlihat jelek saat berbicara.
"Hmm...baiklah,kita akan pergi sendiri" Raja berdiri dari singga sananya.
Begitulah keadaan istana kerajaan yang selalu sibuk dengan permasalahan, sehingga Membuat raja tidak bisa diam hanya walau sebentar.
Namun karna dia juga, negri ini sangat damai sampai sampai dia di juluki pemimpin yang hebat dan kuat.
Namun berbeda untuk satu orang anak yang berada di sebuah Villa. Berlatih keras untuk membayangkan Kebebasanya dari belenggu raja yang hebat ini menurut masyarakat.
Setiap hari, Ray berlatih dan bermeditasi. jika satu teknik di kuasai maka akan belajar teknik baru. teknik demi teknik di pelajari dan teknik demi teknik di sempurnakan.
"Heyy bukan kah aku bisa memakai bloodlane setelah mendapat mana?" pikir Ray.
"Itu benar" Seringai Ray.
...
Satu minggu pelatihan tanpa masalah, dua minggu masih sama, satu bulan...!!
"Ting, Nuuung" Suara alaram bell di pintu.
"Siapa itu" Ray yang masih berbaring di kasur, terbangun oleh suara berisik bell pintu tersebut.
"Huaammm"
Ray bangun dan pergi membuka pintu Villanya, dia juga heran dengan tindakan tersebut, belum pernah ada seorang yang memencet bell Villanya.
Walau akan ada plajurit pengantar makanan dan uang, tapi mereka tidak memencet bellnya.
Membuka pintu, Ray melihat senyum ramah dari tamu yang datang
" Hallo murid Raytios, apa kabar" ucapnya sambil tersenyum ramah.
"Kamu siapa?" jawab Ray dengan bingung.
__ADS_1
"Aku guru sekolah kamu, kesini untuk melihat kamu"
Ray terdiam sesaat, lalu membanting pintu untuk menutup. dia tidak tau siapa dia, mengapa harus menyambut orang yang tidak di kenal.
"Enyah" Teriak Ray
Saat Ray berjalan berbalik ke kamarnya, Pintu Villanya tiba tiba bergejolak, dan Guru dengan senyum ramah tiba tiba masuk dengan menembus pintu itu.
"Hey anak nakal, aku di perintahkan kesini untuk membawa kamu ke sekolah" kata dia saat masih tersenyum.
Ray menengok ke belakang dan menyeringai.
"BOOMM" Ledakan terjadi saat kaki guru smile baru saja masuk.
Dari luar Villa, terlihat pintu Vilaa yang meledak menyebabkan asap mengepul dan membanting seseorang ke udara.
"Cihh jebakan"
Guru yang terbanting keluar mengalami luka di sekujur kakinya, aneh bahwa dia masih saja tersenyum.
Saat guru itu salto dan ingin mendarat, serangan lain datang dari dalam Villa.
"Lemparan senjata yaa...Hehehe" Tawa jahat guru tersebut.
Dia mendarat dan langsung mengulurkan tanganya ke depan.
"Canon Push"
Energi hitam bening mengepul di tanganya dan meledak kedepan, menghantam kunai kunai dan lanjut masuk kedalam pintu yang masih di tutupi asap dan debu.
"BOOM"
Guru tersebut melihat kondisinya yang terluka di bagian kaki, kaki itu di lapisi armor sepatu, namun masih saja retak dan rusak oleh ledakan sehingga menyebabkan darah mengalir dari sana.
"Untung aku pakai lapisan armor" Pikirnya.
dia memandang asap yang mengepul sebentar, seblum akhirnya tenang dan mulai mengendorkan posisinya.
"Hahaha, Bagaimana sambutan hangat itu... tamu pertamaku" Ray tertawa dari atas Villa.
sebulan berlatih tentu tidak main main dengan buku para veteran dunia ninja.
Ray mengeluarkan kunainya entah dari mana dan sedikit beraktraksi sebelum melempar lagi.
Ada kertas di belakang kunai kunai yang di lempar Ray.
"Canon pust"
Energi hitam bening menghantam kunai di udara dan kunai langsung meledak di tempat.
Saat ledakan masih di udara, Ray meluncur kebawah menuju lawan.
"Hahaha. its timee"
Tanganya yang kosong tiba tiba mengeluarkan dua kunai, Saat kunai di pegang, Ray juga berubah postur ke menyerang dari udara.
Guru smile itu membuka matanya yang sipit dan berkata.
__ADS_1
"Ini yang kutunggu...hahaha"
"BOOMM....."
Dan Dua orang gila tersebut akhirnya bahagia di jerman.
Note: maaf itu cuman jokes.
Guru smile itu membuka matanya yang sipit dan berkata.
"Ini yang kutunggu...hahaha"
"BOOMM....."
Debu mengepul di tempat kejadian, Ray yang bertahan dengan dua kunai menatap orang di depanya yang hanya mengandalkan tangan kosong untuk menankis kunainya.
Ray,"Teknik macap apa itu?"
Guru,"Teknik macam apa itu?"
Mereka saling bertanya namun tidak saling menjawab. Sang guru mengeluarkan skill dari mulutnya.
"Canon Breath"
Mulutnya membengkak lalu menyemburkan energi yang sangat besar dan menghancurkan Ray di depanya.
menunggu sesaat sebelum tempat yang di serang itu bersih kembali.
"Sudah mati?" Pikir sang guru.
Ray tiba tiba muncul di belakang lawan, tangan nya membentuk segel dua tangan menyatu dengan dua jari menghadap ke atas.
"Kancho" Dia melakukanya.
Teknik legendaris milik kakasi hatake, dengan menusuk bagian belakang akan menciptakan serangan yang mematahkan segala pertahanan.
"Aawuuu" Sang guru yang terbiasa tersenyum sekrang telah berubah ekspresi menjadi kenikmatan yang hakiki.
Dia memegang pantatnya dan meloncat loncat tanpa arah.
"Sakit bangs*t...aahhh" Air matanya mulai keluar.
Dia mulai berbaring di tanah dengan lemas dan air mata berlinang. Ray mendatanginya.
"Kamu membunuh dua klon aku, Sungguh hebat seseorang di lvl 16 elit pemula, tapi hanya itu"
Mata Ray tiba tiba berubah menjadi warna merah dengan pupil aneh, bergambar angka sembilan warna emas menghadap ketengah lingkaran berwarna sama.
Mata sharingan berbentuk aneh, bukan aneh tapi hanya warnanya yang berbeda.
Mata ini didapat dari shop System, Ray dapat mengubah Bloodlane dengan Sistem.
Tapi hanya bisa satu garis darah, dan syaratnya juga harus memiliki chakra untuk di aktifkan.
Namun karna Ray mengaktifkan dengan mana, itu berubah jadi berwarna emas merah.
awalnya dia masih berpikir bingung memakai Bloodlane apa, namun dia memutuskan masuk ke Bloodlane Uchiha yang dikatakan memiliki mata Rikudo.
__ADS_1
...