Ninja Salah Dunia

Ninja Salah Dunia
Chapter 6: Latihan Keras.


__ADS_3

Halaman Villa Rey yang awalnya Kosong, sekarang di isi oleh patung patung kayu. Seorang pemuda melatih tinjunya pada boneka, meninju dan meninju walaupun tanganya terluka karnanya.


"Haaah" Disertai teriakan Rey, pukulan demi pukulan dia lepaskan.


Hari latihan sudah dimualai, Rey akan bekerja keras untuk selanjutnya dengan berlatih dan berlatih.


Setelah di putuskan matang matang, Rey telah membuat perencanaan pelatihanya, Dimulai dari pagi hari pelatihan fisik sesuai dengan buku pelatihan Taijutsu Guru guy. System benar benar ajaib, ini hanya Beta System dan semua buku skill masih ada lengkap dan lanka di dalam.


Sayang buku skill itu harus di pelajari secara manual dan tidak bisa langsung di pelajari instan seperti system lain, bahkan System tidak bisa berbicara.


"Huhh akhirnya selesai" Ray duduk dengan tangan luka luka,walau sudah di balut dengan perban.


pelatihan fisiknya hanya setengah jam perhari untuk sekarang, namun itu masih berat baginya. Luka akibat latihan akan sangat parah nantinya.


"Jangan menyerah, itu kata kata guru guy dalam seri animenya." Ray sudah memperkuat tekadnya.


selang waktu istirahat, selanjutnya Ray berlatih di kolam ikan yang ada di belakang Villa. tujuan pelatihan ini adalah kontrol Mana pada tubuh menurut metode dalam buku Tsunade Senju.


Ray melangkahkan kaki kedalam kolam, dengan aliran mana di kaki sesuai jalur aliran chakra. Ray berhasil berjalan satu lankah sebelum tenggelam.


"Coba lagi...." Ray terus mencoba, tekadnya yang pantang menyerah telah membangkitkan semangatnya.


Walaupun tangan nya terluka, tapi hal seperti luka telah lama terbiasa bagi Ray. Adegan seorang anak yang mengulangi aksi tengelam ke kolam terus berlanjut.


"Hahaa...Orang bodoh" Seorang yang memantau Ray di kejauhan, dia Tertawa oleh kelakuan Ray.


Penampilan nya di tutupi jubah hitam dan hanya memperlihatkan area matanya,sebuah pedang Khopesh berbentuk melengkung terikat di punggung orang itu.


Salah satu orang yang bertugas mengawasi Ray selama duapuluh empat jam, dan dialah yang paling tau kegiatan Ray selama ini.


"Hmm apa gunanya itu...bodoh" Pikirnya.


...


Latihan Rey terus berlanjut. setelah kegiatan Kontrol Mana akan ada pelatihan lain selanjutnya. pelatihan melempar senjata tentu meruapakan hal penting.


Dari buku Ahlisenjata Tenten, Ray yang hanya bisa mempelajari dari awal tentu perlu melatihnya.


Pertama tama pelatihan Rey dengan melempar kunai dan suriken. di Halaman depan Villanya, Ray melatih lemparanya, awal awal itu sangat menyusahkan namun lama lama Ray akan terbiasa.


"Melempar cukup susah ternyata" Pikir Rey yang sedang melihat kunainya meleset dari target.


Saat Rey berlatih, di dalam Villanya sendiri ada orang yang berwajah sama dengan Ray.

__ADS_1


Ray asli sedang push up Dalam kamarnya, keringat bercecer di tubuhnya.


"Klon akan dapat belajar senjata di luar dan pengalamannya akan di bagi ke pikiranku, bertapa mudah memiliki jutsu ini, tetapi kenapa para ninja tidak menggunakanya dengan efisien" Gumam Rey


Teknik kagebunsin akan membagi cakra,pikiran,dan rasa sakit kepada tubuh utama. namun kenapa kagebunsin hanya di gunakan dalam pertarungan, toh dalam pelatihan cukup berguna.


Tidak hanya satu bunshin yang di panggil Rey, Total panggilan Bunsin Rey adallah 4 klon yang menghabiskan setengah mananya. bukan karna dia tidak bisa lebih, tapi kontrol Cakra atau mana nya terlalu boros dalam penggunaan.


Klon akan terbagi di masing masing pelatihan. fisik akan menjadi latihan tubuh utama,klon pertama di luar sebagai pelatih senjata, dan yang lain akan membaca pengetahuan ninja dan mage.


Walau ini akan membebankan fikiran, tapi masih dalam standar Ray yang telah membuka lautan kesadaran. lautan kesadaran tidak hanya untuk penyimpanan mana, akan tetapi semakin luas Lautan kesadaran akan semakin cerdas orang itu.


Pelatihan di lanjutkan sampai malam hari. di lanjutkan dengan meditasi dan Jutsu terlarang. Ray juga telah membeli ramuan meditasi tingkat rendah, walau hanya bisa di pakai satu kali, tapi Ray bisa meditasi semalaman.


"Haahhh...ini sungguh melelahkan" Gumam Ray saat istirahat di kasurnya dengan punggung menghadap ke atas.


[ Raytios...Kamu memiliki tekad yang kuat. aku suka orang seperti itu, dari pada mendambakan kekuatan instan ] Kata Cindaku.


Ray" Hahah, kamu memujiku"


[ Hmm, tidak menarik jika wadahku terlalu lemah kan, sungguh membosankan melihat orang naif dan lemah ]


"Itu benar, namun waktu pelatihan ini akan berlangsung lama" Balas Rey.


[ Kamu lupa bahwa aku abadi bocah manusia ]


Ray"Hey Cindaku, siapa yang mengurungmu pertamakali?"


[ Jangan bahas sekarang, dia seorang yang belum bisa kamu bayangkan ] Nada Cindaku mulai melemah.


Ray," Apakah kamu kalah dalam pertarungan adu mekanik 1 vs 1 ?"


Note: Adu mekanik adallah istilah trand pertarungan 1 by 1 game moba.


[ Bocah Bodoh...mana mungkin itu terjadi, aku masuk perangkap dan tersegel oleh puluhan Rank tinkat Tinggi ] Nada Cindaku mulai tinggi karna tersinggung oleh kata Ray.


Ray" bagus lah, aku pikir kamu hanya kucing garong...hahah"


[ Wtf... Bocah tengik sekarang benar benar tidak sopan kepada sang dewa. Hmm jangan pikir kamu bisa lolos nanti ]


"Hahaha...mungkin kamu aku rantai dan aku bawa berkeliling kota nanti" kata Ray sambil tertawa keras.


[ Diam...Itu bukan candaan Bocah ] Cindaku mulai marah.

__ADS_1


"Suaramu umut sekaliii :v" Canda Ray.


Note: Tanda tersenyum :v


-_-


[ Sudah Ray, kamu memang pintar dalam berkata ]


Rey" hehe.."


Akhir malam yang tenang antara Ray dan temanya Cindaku. Walau itu bukan hubungan teman yang sebenarnya.


...


Aula Raja.


" Hmm anak itu mulai berlatih keras?" kata raja yang duduk di singga sana.


"Benar tuanku" balas assasin yang memantau Ray Tadi.


"Hmm tekad nya bisa di akui, biarkanlah asal dia tidak banyak tingkah hingga menarik perhatin musuh" Kata raja setelah berpikir sebentar.


"Laksanakan tuanku raja"


Dan assasin itu kembali menghilang.


Raja yang di tinggal sendiri mengambil sesuatu dari saku bajunya. Sebuah foto seorang wanita yang amat cantik rupawan dengan dada besar sebagai titik fokus penglihatan.


Raja memandang foto itu seperti orang yang berbeda, dengan mata berair dan wajah yang jelek.


"Istriku... anak yang kamu lahirkan ini benar benar mirip dengan sikapmu, tapi aku sangat membencinya karna telah merenggut kamu dari aku" Gumam raja.


" Walau aku punya banyak selir, namun hanya kamu istri aku satu satunya. tidak ada yang bisa mengantikan posisi ratu, hanya kamu ratu aku selamanya" Kata raja dengan airmata berlinang.


Sungguh mencengangkan dengan tinkah raja yang aneh ini. raja yang biasa angkuh dan pemarah dengan mudahnya luluh hanya oleh sebuah foto.


Tapi jika anda bisa melihat foto sang ibu dari Ray dan dua kakanya, mungkin anda bisa mengerti dengan sikap Raja.


Saat raja sedang menangis, tiba tiba seorang datang menemuinya. seorang mage berjubah kepercayaan raja tiba tiba muncul di aula.


Raja terkejut dan buru buru memperbaki keadaan dirinya.


" Jamet Buckland...siapa yang mengizinkanmu masuk tiba tiba" Kata raja dengan marah.

__ADS_1


...


Note: Mohon maaf jika nama dalam novel saya menyinggung seseorang. dengan niat untuk menghibur pembaca dan tidak ada unsur penghinaan.


__ADS_2