
...💐 READING BOOK 💐...
Bagaikan burung merpati yang di tahan dalam sangkar, begitu juga Xiang. Gadis itu setiap hari berdiri di atas balkon dengan pemikiran yang begitu sangat tak bisa dipahami oleh semua orang.
"Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu, kenapa kau malah melamun disini!" Sentak Kaisar yang tiba-tiba saja langsung melempar benda keras.
"Ekkhh... baiklah!" Ucap Xiang dengan ringisan menahan sakit.
Xiang pun beranjak dari balkon, sudah biasa dan itu tidak akan menjadi sebuah keterkejutan baginya. Ini masih sebuah penyiksaan kecil sebelum penyiksaan besar yang menantinya jika ia melawan.
"Apa aku suruh kau pergi hah!" Teriak nya menggelegar.
Seketika Xiang berhenti dan berbalik dengan wajah yang tertunduk. Mampus, ia sudah membuat kaisar marah lalu apa yang akan ia dapat kali ini.
"Ma-maaf tuan!" Ucap Xiang dengan tubuh gemetar.
Bagaimana tak gemetar, sedangkan ia ingin melawan saja tak bisa bahkan kekuatan pria itu begitu besar yang membuat dirinya sulit untuk melawan.
"Ck...pergi!" Sentaknya muak dan Xiang langsung berlari kabur meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Xiang, kaisar terduduk di sofa. Matanya memerah dengan tangan yang mengepal kuat. Sakit, ya rasa cinta itu malah tumbuh semakin besar, kenapa! Kenapa harus begini, apa ia bisa menolak rasa ini.
"Bodoh! Dia gadis pengkhianat, kau pecundang Kaisar!" Umpatnya pada dirinya.
Kaisar memukul-mukul dengan kuat dadanya, ini salah dan semuanya harus dibenarkan. Ya ia harus membenarkan dan menyiksa gadis itu lebih agar rasa cintanya berkurang.
...****************...
Kini disebuah perusahaan besar milik keluarga Celsi. Gadis itu di bawa oleh sang ayah untuk menangani klien yang akan datang setengah jam lagi.
"Apa kau sudah membaca berkasnya," ucap sang ayah dengan wajah datar.
"Ya!" Jawab singkat Celsi.
Ia cukup malas untuk menghadapi sang ayah, dulu ia sempat masih menganggap pria dihadapannya itu ayah, namun setelah semua yang ia lakukan mungkin ia tidak bisa dan akan beranggapan bahwa seorang yang pernah masuk dalam kehidupannya saja.
"Apa kau tak mau tukar baju mu dengan menggunakan rok dan jas, celana seperti ini begitu tak membuatmu feminim!" Ucap Weldan mengomentari.
Celsi hanya berdecih sinis, ini sudah cukup feminim menurutnya, bahkan ia saja jarang menggunakan celana panjang.
__ADS_1
"Permisi pak, klien nya sudah datang!" Ucap seorang wanita yang diyakini adalah sekretaris sang ayah.
"Baiklah!" Ujarnya yang langsung saja bangkit dari duduknya.
Weldan merapikan jasnya yang sempat sedikit rusak dan kembali menata rambutnya dengan cukup rapi. Setelah semua nya merasa perfect, ia pun berjalan keluar dari ruangannya. Sedangkan Celsi hanya berdecak jengkel melihat ayahnya yang terlalu berlebihan menurutnya.
Mereka berdua pun berjalan menuju ruang rapat bersamaan dengan sekretaris dibelakang mereka. Sesampainya mereka di ruang rapat, langsung saja disambut baik oleh klien dan juga sekretaris nya.
"Haiyo...apa kabar tuan, sudah lama kita tak ketemu bukan!" Ucap pria yang hampir seumuran dengan Weldan.
"Ya...kau juga tambah tampan saja, aku sampai iri melihatmu!" Puji Weldan.
Mereka berdua saling jabat tangan hingga atensi pria itu menatap kearah Celsi.
"Ini anak mu?" Tanya pria itu.
"Hmm...ya!" Jawab Weldan dengan cukup ragu.
Siapa yang tau dengan hati seseorang, kini hati Celyn tergores oleh sembiluh. Perihnya sungguh tak tertanggung, dengan ucapan singkat dan ragu itu dipastikan sang ayah begitu tak menerimanya.
"Hay nona, siapa nama mu!" Sapa pria itu dengan senyuman hangat.
"Hahahaha...baiklah, kau sepertinya serumuran dengan anak ku!" Ucap pria itu.
"Baiklah, ayo duduk dulu bukankah kita akan memulai meeting dulu!" Ucap Weldan.
"Oh ya...aku sampai lupa akan hal itu!" Ucap pria itu.
...****************...
Celyn terduduk dengan menatap langit, setelah kepergian kaisar kini ia bisa bernafas lega. Badannya begitu sangat lelah setelah merasakan kekejaman seorang Kaisar.
Namun siapa sangka, bahwa ia kini tersenyum layaknya seorang psikopat yang menemukan mangsa nya.
Aku menunggu mu, cari alamat ponsel ini dan tunggu instruksi dari ku
Ucapnya dalam telpon. Ia tersenyum miring dan akan siap akan semua nya, pembalasan akan dimulai dan waktunya burung merpati terbang bebas.
Dari mana ia menemukan ponsel?, lalu bagaimana bisa ia mengoperasikan ponsel sedangkan penggunaan jaringan ponsel diputus dan hanya ditentukan saat menelpon satu orang yang tak lain adalah Kaisar sendiri?
__ADS_1
Semua pertanyaan itu terlontar pasti dipikiran kalian. Dia Xiang, gadis yang memiliki jutaan siasat dengan sangat rapi. Gadis yang dianggap sudah jinak dan selalu menurut itu, bukanlah gadis yang seperti itu ia adalah gadis yang akan melakukan balas dendam setelah lawannya puas membalasnya.
"Bukankah kau suka bermain-main Kaisar, aku akan buktikan besok dan kau akan tau bagaimana kekuatan ku sebenarnya!" Ucap Xiang sambil mengusap darah yang mengalir pada sudut bibirnya.
...****************...
Kini di perusahaan yang di dirikan oleh seorang pria yang berumur 25 tahun itu yang bernama Kaisar Aldebaran. Pria itu sibuk dengan laptop dan seberkas laporan ditangannya. Setumpuk kertas-kertas itu harus ia selesaikan hari ini juga sebelum jam makan siang, ia sudah cukup telat akibat melakukan rutinitas nya yang tak lain menyiksa tawanannya.
Ia begitu fokus dengan berkas di tangan itu hingga tanpa ia sadari ternyata pintu nya sudah di buka seseorang tanpa sedikit pun ketukan.
"Hay sayang!" Sapa seseorang dengan suara seksu*l nya.
Kaisar berdecak kesal, "Keluar!" Sentak Kaisar tanpa sedikit pun menatap wanita dihadapannya itu.
"Apa kau tak merindukanku sayang, sudah sebulan kita bersama!" Ucap wanita itu yang semakin dekat.
Kaisar tersenyum miring, ia meletakkan berkas yang ada ditangannya dan menatap wanita yang ada dihadapannya itu, Baju seksi yang begitu kekurangan bahan, tak memiliki lengan dan sepanjang paha nya bahkan jika saja wanita itu membungkuk sudah memperlihatkan ****** ********.
"Oh benarkah!"
"Ya, aku bahkan sampai merindukanmu!" Ucap wanita itu dengan nada rengekan manja.
"Oh baiklah, lakukanlah sekarang!" Ucap Kaisar dengan wajah dinginnya.
Wanita itu tersenyum lebar, ia berdiri dihadapan kaisar yang kursi nya didorong oleh wanita itu untuk memberinya ruang berdiri.
Kaisar tersenyum miring, ia duduk dengan pasrah membiarkan wanita itu bermain pada tubuhnya.
"Kau tau aturan yang ku buat kan!" Ucap Peter dengan suara dinginnya.
Wanita itu hanya mengangguk paham, ia sudah tak tahan untuk menikmati milik kaisar yang begitu bes*r dan menggoda.
Wanita itu mengelus-elus milik kaisar dengan lembut, hal itu membuat kaisar sedikit geram dengan apa yang wanita itu lakukan.
"Kau bisa keluar jika terus seperti itu!" Sentaknya.
"Kau sungguh tak sabar sayang!" Ucap perempuan itu
Dengan sigap wanita itu langsung menarik resleting celana Kaisar dan menarik CD itu lalu mengeluarkan benda yang menjadi benda kesukaan yang sudah mengacung tegak besar, tanpa tunggu lama mulai lah di melakukan hal yang seharusnya.
__ADS_1
.