
Sejak kejadian di mana Xiang yang berteriak tak karuan, kini Xiang sudah tenang dengan tidur indahnya. Namun berbeda dengan suasana dan ekspresi Kaisar yang terus menatap lekat wajah indah yang tertutup mata itu.
"Apa ada sesuatu yang salah?" Ia mempertanyakan pada dirinya. Semua rasa bercampur aduk dengan begitu besar rasa kecewa dan juga kebencian.
"Cari sesuatu, informasi akan di kirim Gmail!" Kaisar menelpon seseorang dengan wajah dingin nan datar nya.
...****************...
Xiang terbangun dari tidur nyaman nya, ia menggeliat mengumpulkan nyawa nya, namun seketika ia kembali ke kenyataan yang sebenarnya. Beberapa kali ia menarik tangan nya namun tidak bisa bergerak.
"Sial*n! bangs*t!" Umpat Xiang dengan menarik kasar tangan nya yang terborgol di kepala ranjang.
Ceklek
Pintu tiba-tiba terbuka, seseorang yang begitu tak diinginkan Xiang untuk melihat wajah yang tersenyum iblis itu.
"Sudah bangun ternyata, apa begitu nyaman tertidur di ranjang ku!" Ucap kaisar dengan senyum miringnya.
"Menjauh! Menjauh dari ku! Jangan mendekat!" Teriak Xiang yang berusaha lepas dari borgol itu.
"ets... kenapa kau begitu takut pada ku, apa aku semenyeramkan itu?" Tanya nya semakin mendekati Xiang.
"Aku benci dengan mu!" Tekan Xiang dengan mata yang menyorot tajam.
"Oh benarkah, tapi aku melebihi bencimu!" Tekan Kaisar dengan menatap tajam Xiang.
"Lepaskan aku kalo begitu, siapa kau begitu sesuka hatimu menyekapku, kau bukan lah orang yang ku kenal!" Tajam Xiang.
"baiklah, sekarang makanlah dulu. Sini buka mulut mu aaaa!" Kaisar menyuapkan nasi dengan beberapa lauk.
__ADS_1
Xiang memalingkan wajahnya, ia sama sekali tidak lapar. Saat ini yang ia pikirkan adalah bebas bebas dan bebas.
"Makan!" Tekan Kaisar.
Xiang tetap diam, ia tak peduli dengan ucapan kaisar yang sedang menahan emosi.
"Baiklah, kau ingin aku menggunakan kekerasan bukan. Maka ayo kita lakukan!" Kaisar tersenyum smrik dan langsung menarik dagu Xiang dengan kasar.
Tanpa ba-bi-bu kaisar langsung menekan sendok itu dengan kasar hingga nasi itu masuk kedalam mulut Xiang.
"Makan, jika kau tidak ingin aku semakin kasar!" Tekan nya dengan wajah dingin.
"Akhh...kau menyakiti ku!" Teriak Xiang dengan kaki yang diikat memberontak.
"Kau menginginkan ini bukan, maka aku kabulkan!" Senyum devil semakin terlihat jelas di wajah nya.
"Akhirnya habis juga, sekarang tidurlah kau akan menjadi putri disini!" Ucap Kaisar yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Xiang yang sesegukan menahan tangis.
...----------------...
Kaisar kembali lagi dengan satu kotak p3k, ada rasa bersalah yang menggerogoti nya yang membuat ia tak fokus hanya dengan satu tumpuk kertas.
"Gadis yang merepotkan, hanya karna dia pekerja ku terbangkalai!" Gerutu nya.
Ia mendekati tubuh yang meringkuk dalam tidurnya, wajah tenang gadis itu membuat sebuah perasaan semakin besar pada gadis itu, namun bertambah dengan kekecewaan yang terus menghantui.
Dengan tenang kaisar mengoles bibir yang sedikit koyak itu dengan obat merah, ia berharap semoga gadis itu tak bangun dalam tidurnya.
"Maaf!" Hanya itu yang dapat ia bisa katakan.
__ADS_1
"Sakit, kau tau perasaan hancur ku seperti apa setelah kau pergi?" Tuturnya yang begitu fokus pada luka Xiang.
"Aku rela segala nya dan bahkan berpindah agama untuk mu, tapi semua hancur setelah sejumlah bukti yang menyatakan kau adalah gadis matre." Lanjutnya .
"Mungkin aku bisa di katakan gila, setelah melihat mu semua perasaan ini bercampur aduk dan membuat ku semakin kecewa saat melihat mu berada di tempat dunia gelap, apa yang kau lalui..." Lirihnya yang semakin dalam dan bahkan tak terasa bahwa air mata nya mengalir dengan sendirinya.
"bangs*t! Aku benci wanita, wanita hanya mainan!!" Geramnya yang langsung melempar obat merah itu dan pergi meninggalkan kamar nya yang berisi seorang gadis.
Xiang meringis sejenak, ia tertegun dengan pernyataan yang di lontarkan oleh pria itu, ada rasa sedih yang menjalar kehati nya dan bahkan terasa sakit begitu dalam.
"Apa-apaan ini!" Gumamnya.
...****************...
Kaisar duduk di bar dengan beberapa botol minuman dan dua gadis yang memeluknya posesif.
"Tuan, anda sudah cukup mabuk apa seharusnya kita pesan kamar?" Tanya wanita dengan baju mini nya.
"Apa kau sanggup, aku akan bermain kasar dengan mu!" Ucap kaisar dengan wajah nya yang mabuk.
"Kami pasrah dengan apa yang anda lakukan tuan, ayo kita pesan kamar!" Ajak wanita itu.
Mereka pun memesan kamar untuk melakukan malam panas dan begitu mengga*rahkan.
"Kalian tau, aku membenci hari dimana aku terus bertemu dia dan dia..." Ucap nya dengan wajah mabuknya.
"Kami tidak tau tuan, sekarang masuk tuan kita sudah sampai!" Ucap dua gadis itu.
"Lakukanlah tugas kalian, ingat jangan melakukan hal yang tak aku suka!" Dingin Kaisar.
__ADS_1