
...💐 READING BOOK 💐...
Malaysia adalah sebuah negara federal yang terdiri dari tiga belas negeri dan tiga wilayah federal di Asia Tenggara dengan luas 330.803 km persegi. Ibu kotanya adalah Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan federal. Jumlah penduduk negara ini mencapai 32.730.000 jiwa pada tahun 2020.
Namun, di bagian tempat terpencil di daerah Malaysia yang berbatasan dengan Indonesia, disini lah tempat pelelangan berada.
Pulau Sebatik adalah sebuah daerah yang berada di perbatasan antara Negara Indonesia dan Negara Malaysia. Secara administratif, pulau ini dikuasai oleh 2 negara, Sebatik bagian utara di kuasai oleh Kerajaan Malaysia, dan Sebatik bagian selatan dikuasai Republik Indonesia. Pemisahan wilayah Sebatik Indonesia dengan Sebatik Malaysia menggunakan titik koordinat 4°10' sesuai dengan perjanjian Konvensi London 1891, dimana semua wilayah Sebatik yang dikuasai oleh Belanda diambil oleh Indonesia, dan semua wilayah Sebatik yang di kuasai oleh Inggris diambil oleh Malaysia. Wilayah Sebatik Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara, dan Wilayah Sebatik Malaysia masuk dalam Negara Bagian Sabah.
Setelah selesai pelelangan itu, Xiang di bawa ke kota Malaysia itu sendiri yaitu Kuala lumpur. Ia masih melakukan masa pemulihan.
Ia saat ini sudah lebih baik dan bahkan sekarang sudah berada di restoran bintang lima di Malaysia.
"Siapkan semua berkas nya, kita selesaikan seminggu ini!" Ucap Xiang menugaskan pada asistennya Mardon.
"Siap!" Jawab Mardon dengan pasti.
"Apa jadwal ku sekarang?" Tanya Xiang.
"Mengawal anak wali kota untuk 3 hari belakang karena sebuah alasan tertentu!" Jawabnya yang masih begitu fokus dengan berkas ditangannya.
"Baiklah!" Ucap Xiang.
Mereka pun lebih dalam memasuki restoran mewah itu, mereka digiring ke ruangan private room yang sudah di pesan oleh klien nya.
"Selamat pagi tuan Heritson!" Sapa Xiang dengan menjabat tangan klien nya.
"Ya selamat pagi juga nona Zhang, bagaimana kalo kita makan dulu!" Ucap klien nya membalas.
Mereka pun dipersilahkan duduk, Mardon langsung mengeluarkan berkas yang ia perlukan. Mereka masih memiliki urusan lain yang harus diurus.
"Maaf tuan, tapi nona masih harus ada urusan, kami berharap anda mengerti itu!" Ucap Mardon dengan berhati-hati.
"Oh baiklah, saya juga ada urusan. bagaimana kalo kita mulai sekarang!" Ucap tuan Heritson.
"Baiklah kita mulai!"
"Setelah kami membaca semua tentang yang harus kami lakukan untuk menjaga putri anda, kami menyetujuinya dan akan memulai besok!" Ucap Xiang to the point.
__ADS_1
"Baguslah, saya berterima kasih dengan kesanggupan anda nona!" Ucap tuan Heritson yang langsung menandatangani kontrak berkas yang ada di hadapan nya.
"Baiklah, kami izin pergi tuan dan terima kasih atas semua nya!" Ucap Xiang sedikit membungkuk dan langsung pergi bersama Mardon yang ada di belakangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini di sebuah ruangan yang mewah dan luas dengan nuansa elegan dan nyaman duduk lah seorang CEO muda yang sibuk dengan setumpuk berkas.
Tok...tok...
Pintu di ketuk oleh seseorang, dia adalah sekretaris nya dengan membawa satu amplop coklat yang cukup tebal.
"Ini yang kau minta tuan!" Ucap nya dengan mendorong amplop itu didekat Kaisar.
Ya dia kaisar, CEO muda yang telah menjabat 5 tahun dan menjadi seorang CEO muda yang terkenal di berbagai kalangan, terutama wanita yang begitu tergila-gila padanya.
"Bacakan!" Ucap kaisar tanpa melihat kearah asistennya.
"Nama nya Zhang Zhi Xiang, asal dari cina Utara yang hidup di perguruan bela diri yang ada di tepi gunung dengan Penanjakan yang terjal!"
"Diangkat langsung oleh pemilik perguruan yaitu Kakek zhang Hua, memiliki seorang ayah yang bernama Yudha Rusdywan, Ibunya sudah meninggal 3 tahun yang lalu karena komplikasi pernyakit!"
"Dia juga mengalami kecelakaan yang membuatnya...hmmm!".
"Katakan dengan jelas!" Sentak Kaisar yang menatap tajam asistennya.
"Amnesia, ya dia mengalami amnesia permanen dan semua tentang masa lalu terlupakan kecuali masa kecilnya di bawah 5 tahun!" Lanjut asistennya.
Kaisar langsung terdiam, ternyata gadis itu begitu kesulitan tapi bukankah ini adalah sesuatu yang bagus sehingga ia dengan mudah membuatnya terpuruk dan terjatuh.
Seringai miring pun terbingkai di bibirnya, "Bagus, tetap awasi dia dan setiap hari harus di laporkan!" Ujar Kaisar yang kembali dengan berkas-berkas nya.
...****************...
Di sebuah clup yang cukup terkenal di Indonesia di bagian Jakarta Selatan, terdapat seorang gadis yang berpakaian sangat mini dan memperlihatkan semua lekuk tubuhnya.
Dia Angel, gadis itu setiap malam selalu ke clup untuk menghilangkan semua rasa kesepiannya, setelah tamat semua nya semakin sepi dimana sang kakak sudah begitu sibuk dan kedua orang tua yang tak begitu peduli dengan nya.
__ADS_1
Tubuhnya meliuk-liuk dengan tangan keatas, kepala menggeleng-gelengkan dan kesadaran yang sudah menghilang sejak tadi.
"Hay adek kecil, kenapa sendirian hmm...!" Sapa seorang pria yang memegang botol bir dan sedikit mabuk.
"Minggir, jangan pernah ganggu aku!" Tolak kasar angel.
"Ck...aku enggak mau, bagaimana kalo kita pesan kamar!" Ajak pria itu tak ingin kalah.
"Pergi atau kau tau akibatnya!" Sentaknya yang langsung berjalan ingin pergi, namun semua malah ditahan oleh pria itu.
"Kau enggak bisa pergi gadis kecil!" Senyum remeh pria itu yang masih megenggam erat lengan angel.
"Lepas!" Sentaknya, bahkan sekarang kesadarannya hampir hilang.
Pria itu langsung menarik angel dengan kasar, angel terus berteriak untuk meminta tolong, so...di clup malam seperti ini siapa yang akan membantu disaat musik yang memekak deras.
"Ikut dengan ku, kau akan tau akibat telah menolakku!" Ucapnya dengan kasar menarik tangan angel.
Angel terus berusaha untuk lepas, bahkan sekarang air matanya keluar cukup deras dan terus memohon di lepaskan.
"Aku mohon lepaskan, jika kau butuh uang akan aku kirim sekarang!" Mohon angel.
"Ck...aku hanya ingin merasakan tubuhmu itu, bersikaplah dengan baik gadis kecil!" Ucap pria itu yang menarik kasar.
"Lepas! Aku mohon lepas!" Angel terus memberontak hingga satu tangan yang langsung menariknya menjauh dari pria itu.
"Lepaskan gadis ini!" Sentak seorang pemuda yang menarik tubuh Angel menjauh dari pria itu.
"Siapa kau hah...jangan sok jadi pahlawan kesiangan, minggir sebelum aku menghabisimu!" Sentak pria itu yang berdiri dengan limbung.
"Oh benarkah, ayo kita perlihatkan!" Ujar pemuda itu dengan senyum miringnya yang langsung menghajar pria yang ada di hadapannya.
Sekali tinju dan tendangan pria itu sudah tersungkur di sudut ruangan, bahkan saat ini sudah tak sadarkan diri.
Kini pemuda itu berbalik menatap Angel yang merikuk ketakutan, tubuhnya gemetaran akibat semuanya.
"Apa kau baik-baik saja!" Tanya pemuda itu.
__ADS_1
Angel hanya mengangguk dengan sesegukan, ia masih syok dan tak berani melihat siapa yang menolongnya.
"Ayo bangkit, aku akan mengantarmu ke hotel saja!" Ucap pemuda itu dan Angel hanya mengangguk mengikuti ucapan pemuda itu.