
Tiga bulan tak terasa, dimana sekarang adalah acara festival setiap tahun yang sering diadakan di shisha Jepang. Festival lentera penyambutan bulan yang begitu indah untuk memberikan permohonan.
Xiang melangkah mendekati kolam yang penuh dengan lilin yang mengambang di air. Ia tersenyum dan duduk di tepi sungai dengan satu lilin yang diatas perahu kecil yang berbentuk bunga teratai.
Seseorang tersenyum dengan sangar indahnya, ia menempatkan diri untuk mengikuti festival yang akan dimulai hari ini. Senyum itu semakin berkembang dengan lilin yang baru saja ia letakkan dan sebuah permohonan yang mungkin hanya dirinya dan tuhan yang tahu.
Xiang meletakkan lilin itu, ia tersenyum bahagia. Ia melakukan permohonan dengan menutup mata berharap semua permohonan itu benar-benar terwujudkan.
Dia orang yang saling berhadapan terhalang oleh air pancur membuat keduanya tak menyadari bahwa permohonan mereka hampir memiliki makna yang sama.
"Apa sudah selesai xixi, kau harus kembali istirahat angin malam tak baik untukmu!" Ucap sang ayah.
"Aku sudah sehat ayah, kau jangan berlebihan." Jenuh Xiang.
"Haish...kaki mu masih belum pulih juga apalagi tulang bahu mu masih belum juga baik!" Jelas Yudha dengan menatap khawatir pada anaknya itu.
"Aku ingin mengikuti festival ini, kenapa kalian terlalu berlebihan terhadap ku. Bahkan aku saja sudah bisa menggunakan tongkat." Gerutu nya yang sudah jelas tak ingin di bantah.
"Terserah mu saja, tapi kau harus tetap istirahat!" Tegas Yudha yang tak ingin terbantahkan.
Xiang hanya dapat menghela nafas pasrah, ia pun menurut saja saat tubuhnya diangkat oleh bawahan nya yang memang selalu mengawasi nya menuju kursi roda.
Mereka mengiring Xiang menjauhi festival hingga tanpa sadar bahwa sebuah kelingking Xiang tak sengaja tersenggol oleh kelingking seseorang yang tampak terburu.
Deg...deg...
Jantungnya terpacu cepat saat mencium aroma yang begitu ia kenali dan sangat ia benci. Ia berharap tidak seperti yang ia pikirkan saat ini.
...****************...
Satu tahun telah berlangsung, kaisar melakukan proyek besar-besaran tepat di Jepang. Dimana ia akan membuat tempat wisata dalam air yang memperlihatkan seluruh hewan laut yang mungkin ingin di lihat oleh orang.
Disinilah ia sekarang, berada di atas helikopter memperhatikan cara kerja tukang yang membuat kerangka bangunan itu dengan cepat.
Ia menatap datar kearah bawah tanpa mendengar semua penjelaskan dari klien nya.
"Bagaimana menurut anda tuan?" Tanya klien itu.
"Tuan!" Sekali lagi klien itu memanggil, bagaimana tidak pria yang dihadapannya itu sama sekali tak mendengarnya dan malah melamun menatap bawah.
__ADS_1
"Berikan semua nya pada asisten ku!" Ucap dingin Kaisar.
matanya menatap keatas melihat alat transportasi yang sama dengan nya sedang melewatinya. Seorang wanita dengan baju yang cukup terbuka namun serba hitam.
"Mereka berasal dari komoditas Intel tersembunyi, mereka selalu menggunakan jalur udara dari pada darat!" Jelas klien nya saat melihat arah pandang klien nya itu.
"Siapa yang berada di pintu nya?" Tanya Kaisar yang masih menatap helikopter itu yang sudah hilang dari pandangannya.
"Dia nona besar, cucu tetua kakek Zhang pemilik perguruan tinggi negeri Shixian!" Jelas pria itu.
Kaisar terdiam, ia merasa begitu familiar dengan bentuk tubuh gadis itu. Tanpa ia sadari senyum tipis terukir di bibirnya yang siap untuk menghipnotis kalangan wanita.
"Sepertinya aku mengenalinya!" Batinnya.
Sedangkan didalam helikopter, seorang gadis menatap kebawah dengan ketinggian 200 kaki dari tanah. Ia tersenyum tipis melihat bangunan tua yang begitu terbangkalai namun penuh misteri. Xiang memberi aba-aba dengan menggerakkan tangan nya untuk segera turun.
"Nona apa tidak terlalu bahaya kita turun didekat markas mereka?" Tanya Mardon asistennya.
"Itu yang ku ingin kan, bukan kah semakin bahaya maka semakin menyenangkan!" Ucapnya dengan penuh semangat.
Mardon dan yang lain bergidik ngeri melihat senyum devil dari nona besar mereka.
"Sesuai rencana, ingat saya tidak suka dengan sedikit pun kesalahan." Ucap Xiang tegas.
Xiang naik ke atas pagar batu, bergerak cepat melompat kebawah. Menaiki dinding samping yang bolong dengan satu tujuan yaitu tempat letak penyimpanan barang penting.
"Cctv telah mati!"
Mengawasi dari atas, ia sempat melihat beberapa orang lalu lalang. Seperti yang ia rencanakan, mungkin akan menggunakan senapan angin.
*Blushhh..
Akhhh*...
Pekikan terdengar jelas ketika satu peluru mengenai tepat di dada.
"Siapa disana, cepat cari sepertinya ada penyusup!!" Intruksi seseorang yang melihat teman nya telah tumbang di lantai.
Xiang bergerak cepat, ia menembakkan beberapa peluru meninggalkan satu orang yang mungkin akan menjadi mainan nya.
__ADS_1
"Sialan!" Umpat dia.
Xiang tersenyum miring, ia kembali menembakan peluru nya. Mungkin sebentar lagi akan ada beberapa orang yang masuk.
Xiang melompat dan berlari dengan cepat, ia harus mencapai target nya dengan cepat.
"Penyusup...Dor!" Tembakan seseorang sempat menggores lengan nya.
Xiang berdecih kesal, ia pun menembakkan peluru nya kembali. Kini tempat itu menjadi penuh dengan darah dan mayat.
Ia semakin dalam menyelusuri ruangan itu, sebentar lagi mungkin saja akan semakin lama. Waktunya adalah 20 menit dan itu ia harus segera keluar.
"Aku menemukan nya, masuk keruangan baca disana ada sebuah tombol di dinding ruangan itu!" Intruksi anggota nya di handset Xiang.
Xiang segera bergerak cepat, ia masuk kedalam ruangan itu.
"Sepertinya aku mendengar suara keributan deh!" Ucap seseorang tepat Xiang sudah masuk ruangan.
"Ck... ternyata cukup ketat juga nih keamanannya, jika saja ketua nya ada, mungkin akan lebih menyenangkan!" Gumam Xiang yang masih saja menempel pada pintu.
"Arah jarum jam empat, gerak ke barat disana ada tombol coba periksa!" Kembali lagi ada intruksi dari anggota nya.
Xiang melakukan nya dengan cepat, ia kali ini harus fokus dan segera keluar.
Xiang memeriksa dengan sangat teliti, namun tetap saja tak juga menemukan tombol itu.
"Tidak ada, apa kau mempermainkan ku!" Sentak Xiang.
"Saya sudah benar nona, sesuai dengan cctv yang saya lihat petunjuk tepat disana!"
"Kau pikir aku bodoh untuk mencari nya, bahkan aku sudah mencari nya keseluruh dinding disini!" Jengkel Xiang.
Xiang mencari-cari dengan kesal, hingga kakinya tak sengaja menggeser sebuah vas bunga.
Srekkk...brrrrttt...
"Sialan, ternyata kita dikecoh. Dasar pria tua bau tanah!" Umpat Xiang yang segera masuk kedalam ruangan rahasia yang dari tadi ia cari.
Ia berjalan dengan cepat, disana sudah terdapat beberapa emas batangan dan tumpukan uang.
__ADS_1
"Apa orang itu tidak mengetahui yang nama nya bank, ck...ck...dasar si tua kolot!" Ejeknya yang segera mengambil chips dan flashdisk yang berisi informasi yang berguna.
"Nikmati masa mu sebentar lagi tua bangka!" Xiang segera keluar dari ruangan itu.