
...💐 READING BOOK 💐...
Disebuah pesta mewah nan elegan, terdapat para orang kelas atas yang memakai gaun dan stelan jas yang rapi dan juga mewah.
Disini lah Xiang dan beberapa bawahannya yang ikut dalam misi ini, mereka mendapatkan satu undangan menggunakan undangan dari klien nya sendiri, mereka akan mengawal dan mengawasi anak dari pak Heritson.
Jessica Audina Heritson, gadis yang berusia 21 tahun. Memiliki wajah cantik dan tubuh yang begitu ramping, bahkan memakai gaun saja sudah sangat elegan.
Mereka ditugaskan menjaga Jessica agar tidak ada yang melakukan hal yang tidak senonoh, pak Heritson adalah seorang ayah yang protektif. Bagaimana pun Jessica adalah anak semata wayangnya.
"Lapor, nona Jessica berbincang dengan pak xxx di tepi aula!" Ucap seorang bawahannya dari handset bluetooth yang telah tersambung oleh semua bawahannya.
"Arah?" Tanya Xiang.
"Arah jarum jam 2 menghadap aula!"
"Foto!" Tintah Xiang.
"Siap nona!"
Disini lah Xiang, berada di pesta yang begitu mewah yang dipastikan berhubungan dengan bisnis. Pesta ini diadakan oleh keluarga kaya di Malaysia ini sendiri untuk merayakan naiknya jabatan anak nya menjadi CEO resmi.
Xiang duduk dengan santai di meja bundar yang disediakan, ia benci keramaian namun demi pekerjaan ia tetap harus bertahan.
Semua yang ada disana saling berbincang dan membahas tentang bisnis layaknya masyarakat kelas atas, tidak ada hari yang tidak membahas bisnis apalagi di pesta mewah ini. Dipastikan ini adalah kesempatan mencari relasi yang lebih banyak dan kuat.
"Hey...siapa kau!" Ucap seorang wanita dengan wajah angkuhnya.
"Ck...lihatlah, dia seperti orang miskin...apa kau tersesat hingga hanya duduk disini saja!" Sinisnya dengan sedikit tawa kecil.
"Maaf nona!" Ucap Xiang dengan menunduk.
"Ck... minggir!" Sentaknya.
Xiang pun minggir, bagaimana pun ia tidak harus mencari masalah saat ini. Ia harus tetap menjalankan tugasnya dengan baik.
Xiang pun melangkah lebih tengah lagi, ia harus mencari bawahannya berpura-pura saling menjalin kerjasama, bagaimana disini harus terlihat saling berbicara.
__ADS_1
Sorak-sorai dari semua gadis saat masuknya seorang CEO muda yang tampan, stelan jas yang mahal dengan wajah dingin menambah nilai plus kegantengannya.
Banyak para gadis kelas atas rela menjadi pemuas nya asalkan bisa dekat pria itu, menurut mereka dia terlalu sempurna dan sulit untuk didapatkan.
Xiang berhenti ditempat, bahkan saat ini tempatnya berdiri saja sudah terbelah meninggalkan dirinya ditengah. Baru saja ia berdiri sudah menjadi pandangan dari semua orang, sehingga ia yang sadar segera berjalan menepi takut menjadi pusat perhatian.
Dia Kaisar Aldebaran, pria berusia 24 tahun dengan gadis wajah yang sempurna, perawakan yang tegap dan berwibawa, tinggi nya bahkan sudah 190 cm hampir mendekati 2 meter bukan. Ia memakai stelan jas berwarna navy dengan hiasan sebuah sapu tangan yang tersusun rapi di saku jas dan juga Bros cantik dari bahan emas asli.
Ia menjadi pusat perhatian semua gadis, berjalan dengan angkuh dan tatapan yang begitu tajam menatap lurus kedepan, hingga melihat seorang yang dengan wajah bingungnya berada di tengah belahan kerumunan itu.
"Siapa?" Tanya kaisar dengan tatapan tajam menghunus.
"Hmm...akan saya cari tau tuan!" Ucap asistennya.
Kaisar yang baru saja sampai langsung di hampiri dari para kolega yang memang ingin menjadi lebih erat keakraban mereka meski ia tau itu hanya lah sebuah kepalsuan.
Sedangkan ditempat lain, Xiang langsung menghampiri asistennya. Terlihat asistennya sedang berbicara dengan seseorang dan begitu akrab nya.
"Mardon!" Panggil Xiang.
Mardon dan orang yang diajak berbicara itu pun langsung menatap asal suara. "Iya nona, apa anda ada perlu?" Tanya Mardon.
"Baiklah! Maaf tuan muda apakah saya bisa meninggalkan anda sebentar mungkin beberapa menit saja!" Ucap Mardon meminta izin.
"Tak apa, lama pun tak apa...kenapa kau begitu sungkan!" Ucapnya dengan senyum manis.
"Makasih tuan muda!" Ucap Mardon yang sedikit membungkuk dan berjalan meninggalkan nya.
"Cantik!"
Disini lah Mardon dan Xiang, mereka duduk di meja bundar yang cukup jauh dari kerumunan. Xiang hanya membutuhkan Mardon untuk menemaninya saja, ia bosan rasanya jika sendiri tanpa ada yang mengajaknya bersama.
"Haisshhh...bukankah kau memang tidak suka berbicara, kenapa kau juga yang bosan nona!" Ujar Mardon dengan gelengan kepala yang tak habis pikir.
"Tapi setidaknya mereka mengajak ku berbicara bukan membiarkan, haissshh... membosankan!" Jengkel Xiang dengan wajah cemberutnya.
"Bagaimana kau ikut aku, disini bukankah kita bisa mengambil klien atau relasi yang untuk pemasokan dana!" Ujar Mardon yang memberi saran.
__ADS_1
"Enggak deh, aku malas jika mengikuti mu, semua nya pekerjaan dan pekerjaan!" Ucap Xiang menolak.
"Terserah kau lah, jika saja aku tak rajin mungkin saja perusahaan mu itu bangkrut!" Ujar Mardon.
Ya Xiang memiliki perusahaan eh tapi bisa dibilang sebuah perkumpulan Irjen rahasia yang sudah tersebar di beberapa negara dan itu semua adalah bantuan kakek Zhang dan Xiang hanya membantu mengurusnya saja.
"Serah!" Jengkel Xiang.
"Sudah lah, aku pergi dulu!" Ucap Mardon yang langsung pergi meninggalkan Xiang dengan wajah murungnya.
Xiang duduk dengan wajah jengkelnya, ia memainkan ponselnya karena malas melihat keramaian seperti ini, hingga suara MC yang membuat ia teralihkan melihat keatas panggung.
SELAMA MALAM SEMUA, SAYA SEBAGAI MC DI ACARA HARI INI AKAN MEMERIAHKAN ACARA DENGAN BEBERAPA KEGIATAN YANG AKAN DI BUAT, BAGAIMANA KALO KITA LANGSUNG SAJA BERDANSA...MUSIK AKAN MENGALUN SESUAI RITME YANG MENENANGKAN, BAGAI NONA DAN TUAN-TUAN SIAP...
Begitulah ucapan dari MC yang ada di depan panggung, musik pun perlahan berbunyi dengan sangat halus dan lembut nya, siapa saja pasti akan berdansa dengan sangat gemulai.
Xiang hanya dapat melihat semua yang ada disana, toh ia juga tidak bisa berdansa...ia hanya bisa memainkan senjata, apa disini tidak ada pesta senjata gitu mungkin saja ia akan ikut.
"Hay nona, anda sendiri?" Sapa seseorang yang memakai topeng perak yang hanya menutupi sebelah matanya saja.
Xiang menatap orang yang berbicara dengannya, bukankah ini jauh dari kerumunan kenapa bisa ada orang yang menyapanya disini.
"Ya bisa kau lihat sendiri!"Jawab Xiang dengan muka cueknya.
"Aku duduk menemanimu!" Ujarnya yang langsung saja duduk tanpa menunggu jawaban dari Xiang.
Xiang tetap diam menatap kearah depan, ia tidak mempedulikan seseorang yang ada di sampingnya.
"Aku juga tak suka pesta!" Ucapnya yang memecah kecanggungan.
"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Xiang menatap orang yang ada dihadapannya.
"Paksaan!" Jawabnya.
"Sama!" Jawab Xiang dan tak ada lagi perbincangan.
...****************...
__ADS_1
Kini pesta sudah selesai, ia bahkan sudah mengawasi Jessica hingga mengambil foto sebagai bukti. Namun saat ia akan kembali ke mobil nya, ia merasakan ingin buang air kecil dan bergegas pergi tanpa mengucapkan sesuatu.
Setelah sampai ia segera masuk dan keluar dengan wajah lega nya, hingga sebuah sapu tangan melayang ke wajahnya membekap mulutnya hingga ia pingsan tak sadarkan diri.