
disebuah bangunan rahasia yang begitu besar dengan keamanan yang tinggi. Disini lah sekarang ditengah pulau yang hanya beberapa orang besar yang tahu jelas seluk beluk tentang bangunan ini.
Xiang tersenyum miring, ia duduk dengan manis di tempat duduk paling belakang. Cahaya lampu yang memang temaram di bagian belakang membuat ia dapat leluasa memperlihatkan ekspresi wajah nya.
Ia duduk bersama klien yang dimana ia duduk di bangku VIP yang jauh dari tempat duduk orang biasa. Disini hanya dua orang yang mampu memesan tempat duduk itu, bukankah tempatnya begitu bagus untuk melihat jelas dari atas panggung.
Ini adalah tempat pelelangan barang mahal, dimana semua orang bisa menawarkan harga dengan harga tertinggi.
"Nona, saya ada informasi!" Bisik Mardon dengan wajah serius.
"Baik jelaskan." Intruksi Xiang.
"Terdapat orang besar dari Indonesia duduk tepat di samping meja kita, anda mungkin mengenalnya dan dia orang yang berani berurusan dengan anda!" Jelas Mardon.
Xiang menatap kearah tempat yang di tunjuk oleh Mardon, ia mengeryitkan kening dan kenangan semua hal yang menyakitkan berputar begitu baik di benaknya.
"Baj*Ngan sial*n!" Umpat nya mengepal tangan nya kuat.
Sedangkan orang yang berada di tempat duduk tak jauh darinya tersenyum miring. Bukankah ini dinamakan keberuntungan dan hal itu begitu mudah datang di saat yang tepat.
"Sepertinya kita berjodoh Berlin, bahkan kau dengan sendirinya menampakkan diri padaku!" Ucap nya tersenyum miring.
3 jam pun telah berlalu, pelelangan juga sudah selesai. Xiang berjalan menggiring klien nya untuk kembali pada helikopter mereka.
"Nona, bisakah anda memberi waktu untuk tuan saya berbicara!" Seseorang memberhentikan langkah Xiang dan yang lain nya.
"Siapa?" Dingin Xiang menatap tajam pada pria yang dihadapannya.
"Anda bisa lihat sendiri nona, mohon anda menyetujui hal itu." Ucap pria itu dengan wajah tegasnya.
"Aku sibuk, Mardon!" Tolak Xiang dan segera memanggil asistennya itu.
Mardon yang mengerti maksud nona nya itu segera melakukan sesuatu.
"Bagaimana anda mempertemukan saya dengan tuan anda, mungkin saya bisa menyampaikan pesan nya!" Ucap sopan Mardon.
"Tapi tuan tetap hanya ingin bertemu dengan nona anda!" Ucap pria itu.
sekitar sepuluh orang tiba-tiba sudah berada dihadapan mereka dengan baju pengawal profesional.
__ADS_1
"Apa ini sebuah pemaksaan, bagaimana jika tuan kalian yang menghadap saya." Dingin Xiang mengeluarkan aura pembunuhan.
Jangan mengira kalo mereka tak merasakan aura itu, namun yang nama nya pekerjaan harus di tangani profesional meski seberat apapun.
"Mungkin anda bisa mengatakan hal itu, namun ini harus untuk anda nona!" Peringat pria itu dengan wajah dingin nya.
"Tangani Mardon." Xiang melenggang pergi meninggalkan para anggota nya yang bertarung melawan para bodyguard profesional itu.
Xiang melangkah menaiki helikopter, ia duduk dengan santai menikmati tontonan yang sudah lama tak pernah ia lihat.
"Apa kau membuat masalah, saya tak ingin terjadi sesuatu diluar dimana membuat saya celaka!" Ucap klien nya itu yang menatap tajam pada Xiang.
"Anda cukup diam tuan, semua nya terkendali." jelas Xiang wajah dingin.
Namun siapa sangka, hal tak terduga terjadi, sebuah pisau dengan berbagai arah mengarah pada Xiang dan klien nya.
"Sial*n! ini yang anda katakan aman, percuma saya bayar mahal-mahal kalian!" Umpat klien nya itu dengan wajah merah pedam menahan ketakutan.
Xiang mengumpat, saat ini ia hanya bisa menyerah. Mungkin jika dirinya saja yang dihunus, ia bisa melawan ini ada seorang nyawa yang memang menjadi kewajiban nya menjaga.
"Baik saya menyerah, segera antar ke tempat tuan kalian!" Xiang mengangkat tangan nya pasrah.
Xiang pasrah berjalan dengan sepuluh hunus pisau dilehernya. Saat ini juga ia percuma saja melawan, bahkan saat ini saja setiap menitnya lawan bertambah yang membuat anggota nya kewalahan dan banyak yang tumbang.
Xiang berjalan dengan santai menuju suatu tempat yang ia yakini bahwa itu adalah tempat tertutup.
"Maaf nona, mungkin anda harus di lakukan seperti ini." Sebuah tangan membekap mulutnya dan seketika tatapan nya mulai menghitam dan tanpa sadarkan diri.
...****************...
Xiang tersadar dari pingsan panjang nya, matanya perlahan membuka kelopaknya. Ia des*h tertahan akibat sebuah benda lembut yang begitu lincah bermain di tubuhnya.
Xiang langsung tersadar, matanya membola saat seseorang berada tepat diatas tubuhnya yang benar-benar sudah naked. Ia memberontak, namun sebuah rantai menahan kedua tangan dan kakinya.
"Kau sudah sadar baby, apa kau begitu nyaman hingga tidak juga sadar." Senyum licik seseorang yang saat itu menatap sayu kearahnya.
"Tu-tuan!" Xiang tercekat, ia syok dengan keadaan saat ini.
"Kenapa? Apa kau syok dengan kehadiran ku, bukankah hal itu begitu bagus?" Ucapnya yang kembali memperlihatkan senyum semanis mungkin namun penuh arti.
__ADS_1
Pria itu kembali menelusupkan wajahnya kedalam dua benda kembar yang begitu ia sukai.
"Eghh... please let me go!" Mohon nya dengan wajah memelas menahan lenguhan yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa? I want you right now, so have fun!" Ucapnya yang masih sibuk membentuk sebuah tanda.
Xiang berusaha menahan desah*n nya yang mungkin dapat membuat pria di hadapannya itu semakin liar.
Xiang bergerak gelisah, ia berusaha menolak dan tak ingin berlanjut hingga intim. Ayolah ini adalah sentuhan pertama yang begitu intim ia rasakan.
"Apa kau menikmati nya baby, aku suka gaya mu." Ucap nya yang langsung meraup bib*r Xiang dengan rakus.
Xiang berusaha menggeleng-gelengkan kepalanya, bahkan ia memberontak dibawah namun tetap saja pergerakan nya tertahan oleh sebuah rantai.
Dia kaisar, pria itu sudah menahan lama rindu yang ia rasakan. Bahkan saat ini ia menatap geram dengan penolakan gadis yang berada di bawahnya itu.
Kaisar menggigit cukup kasar bibir mungil itu hingga mengeluarkan rasa asin yang amis. Sontak saja jalan lebih dalam hingga rongga menjadi kesempatan yang tak akan disia-siakan oleh kaisar.
"I love you!"
Xiang terdiam tak memberontak. Perkataan yang terucap oleh bib*r pria yang ada dihadapannya itu terngiang-ngiang bahkan membuat kepala nya sakit.
I love you
I love you
I love you
Meski kita tak satu tuhan, tapi kita masih bisa bersatu.
Akhhh...brugg
Berlin bangun nak! Nak
Xiang memegang kepala nya dengan kuat bahkan menarik rambutnya begitu kasar. Kaisar yang merasakan sesuatu yang mengganjal segera memberhentikan kegiatan nya.
"Akhhh...siapa! siapa berlin!!!" Kaisar langsung menyingkir dari tubuh polos itu, ia langsung panik melihat keadaan gadis nya itu yang meraung-raung dengan menarik kepala nya.
"Ku mohon berhenti, ingatan apa ini!!"
__ADS_1