Obsession Revenge Becomes Love.

Obsession Revenge Becomes Love.
Bab 8:Regret will come


__ADS_3

...💐 READING BOOK 💐...


Kini di pagi harinya, Xiang mengerjapkan menatap sekitarnya yang semua nya putih. Ia terkurung dalam ruangan putih tak ternoda, bahkan untuk tempat tidurnya saja putih. Ia sedikit menggerakkan tubuhnya yang begitu sakit, semua organ tubuhnya terasa remuk terutama di bagian intimnya.


"Ssttt...****, siapa bajingan itu berani sekali menahan dan menyiksaku!" Umpatnya yang menggerakkan tangan nya yang terbogol kanan kiri.


"Sial*n! Bahkan dia tidak memberikan ruang untuk ku bergerak, apa aku memiliki dosa begitu besar sehingga dia begitu kejam!" Sentaknya yang bergumam sendiri.


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di ruang bekerja. Kaisar baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, semalaman ia tak tidur karena pemikirannya hanya tertuju pada Xiang.


Ya gadis itu pingsan saat dua jam penyiksaan dengan alat vibrator. Ia sangat puas saat melihat gadis itu sudah mengalami 5 kali pelepasan dan ia juga ingin sekali merasakannya, namun ia harus menahan karena ini awal penyiksaan.


Ia sempat cemas saat Xiang pingsan dengan suhu tubuh yang panas, ia tau bahwa gadis itu mengalami syok yang hebat yang membuat suhu tubuhnya tinggi, hingga setelah dokter memeriksa nya ia pun merawat gadis itu hingga jam 3 pagi lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Merepotkan!" Dongkolnya dan langsung bangkit dari duduknya.


Kaisar akan berkerja saat ini, ia tidak ingin kedatangan Xiang menjadi alasan untuk dia tak bekerja, apalagi ia yang sedikit candu dengan ekspresi gadis itu.


Kaisar bersiap-siap dengan jas rapi nya dan dasi yang mengikat. Jam mahal sudah melingkar di pergelangan tangannya dan tatapan tajam menghunus kedepan.


perfect


Setelah merasakan sempurna, ia pun berjalan keluar dari kamarnya dan tak lupa ia singgah lebih dulu pada kamar khusus Xiang.


"Ternyata kau sudah bangun!" Sapa nya dengan suara bariton.


Xiang tersentak saat mendengar suara itu, ia menatap lirih dan takut pada pria dihadapannya itu. Tubuhnya gemetar hebat, tatapan nya menatap ke segala arah agar tidak bertatapan langsung pada pria itu.


"Aku paling benci seseorang yang mengabaikan ku!" Ucapnya dengan suara rendah penuh tekanan dan sekali tarikan ia langsung membuat wajah Xiang menghadap kearahnya.


"A-aku mohon...lepas!" Mohonnya dengan gemetaran.


"Lepas! Ck...tidak akan, ini baru awal dan kau masih begitu banyak yang harus di lunasi!" Sentaknya yang mencekram kuat rahang Xiang.

__ADS_1


Xiang meringis menahan sakit pada dagunya, ini adalah penghinaan yang sangat rendah serendah-rendahnya bahkan kotoran saja lebih berharga darinya. Ia akan membalas semua ini dan ini adalah dendam yang tertanam.


Plak


"Apa kau ingin balas dendam hah! Mata mu harus di kondisikan!" Hardiknya yang menampar pipi Xiang cukup keras.


Kaisar langsung pergi dan menutup pintu, setelah kepergian kaisar Xiang menangis sesegukan mengeluarkan semua yang ia rasakan saat ini.


"Awas kau, akan ku pastikan kau akan habis ditangan ku!" Geramnya yang mengepalkan kedua tangan nya.


...****************...


Di sebuah rumah tinggal yang terawat yang di penuhi oleh akar belingkar merambat ke area dinding itu, namun siapa sangka didalamnya ternyata sebuah markas dengan properti lengkap.


Seorang gadis duduk bersama 5 orang anggota nya untuk memainkan game online. Satu diantara mereka memutuskan untuk menonton animasi dari pada ngegame dan selebihnya bermain bersama.


"Yeah...kau hebat Cel, lihat kau sudah mendapatkan kill tujuh!" Ucap salah satu pria yang merasa senang.


"Iya dong Celsi gitu dong!" Ucapnya dengan bangga.


Ia merasa seperti sebuah sampah yang sudah dibuang dan kembali diambil saat dibutuhkan. Hingga sampai sekarang ia masih menyimpan kekecewaan dan kekesalan pada kedua orang tuanya.


"Yaelah itu doang, bentar lagi aku juga dapet yang sama!" Sewot pria satu lagi.


"Iya sih tapi kan sebentar lagi dan satu lagi kau sudah mati beberapa kali!" Sindir pria yang memuji Celsi.


"Diam ah, tu noh musuh bunuh!" Ucap Celsi.


Mereka pun kembali fokus dengan game mereka, tak ada suara selain putaran suara anime yang di tonton oleh pria satunya lagi.


"Eh berisik anjir, kecilin suara tu!" Dongkol salah satu pria.


"Oh tidak, ini suara enggak kedengaran jika dikecilin terlebih suara ponsel kalian begitu besar!" Bantah pria yang menonton animasi kartun di ponselnya.

__ADS_1


"Serah!"


Mereka masih asik dengan kegiatan masing-masing, hingga tanpa sadar mereka menghabiskan waktu tiga jam duduk di ruang tengah markas.


...****************...


Angel baru saja bangun, sinar matahari mengusik tidurnya. Ia mengerjap beberapa saat dan saat ini baru menyadari ia bukan lagi berada di dalam kamarnya melainkan di mana ya ia pun tak tau.


Ia memijit keningnya merasa sedikit pusing akibat alkohol yang ia minum. Ia baru ingat ternyata ia berada di apartemen nya yang baru saja beberapa bulan ia sewa. Ia cukup banyak minum tadi malam hingga tanpa sadar sudah berada di apartemen nya.


Namun satu yang bikin menjadi sebuah kebingungan dalam pikirannya, siapa yang membawa dan membantu nya kesini, satu lagi kenapa orang yang menolongnya tau keberadaan nya.


"Haisshhh...aku harus mencari tau!" Gumamnya.


Ia pun bangkit dari ranjang berjalan menuju kamar mandi. Ia harus bergegas membersihkan diri dan akan kuliah kali ini.


Tak butuh waktu lama ia pun telah siap dengan baju yang cukup rapi. Ia langsung berjalan meninggalkan apart dan berjalan menuju life.


Dengan gaya anggun angel berjalan melewati lobby. Ia akan jalan-jalan saat ini melepaskan semua rasa penat yang ia rasakan, sekalian menuju kampusnya yang tak jauh dari apartemen.


...****************...


Kaisar baru saja sampai di perusahaan nya, dia disambut sangat baik oleh para karyawan nya, namun satu_ dia tak pernah tersenyum atau pun sedikit mengangguk hanya untuk menghargai mereka. Wajah angkuh nan dingin Kaisar sangat dominan, tak ada lagi gaya selengehan yang ia buat seperti dulu.


"Perusahaan Harityo ingin mengadakan kerjasama, jadwalnya diatur di cafe xxx yang berada di jalan xxx!" Ucap sekretaris nya.


"Tolak!" Ucap kaisar begitu saja.


"Tapi tuan, kita sudah melakukan perjanjian!" Ucap sekretaris nya berusaha mengingatkan Kaisar.


"Aku enggak mau, si tua itu terlalu licik, aku lagi malas untuk bermain dengannya!" Ucap Kaisar yang langsung melangkah masuk lift.


"Baiklah!" Ucap lesu sekretarisnya.

__ADS_1


"Atur jadwal untuk pertemuan perusahaan Fz.industry group!" Ucap Kaisar tanpa sedikit pun ekspresi yang terlihat.


"Baiklah!" Ucap sekretarisnya.


__ADS_2